
Desa Song, di sebuah ruang kecil di dalam Paviliun Klan Song, tiga lelaki tua terlihat sedang duduk melingkar menikmati teh hangat, mereka berbicara santai dan terkadang tertawa terbahak-bahak.
“Seharusnya Duo Pedang Kembar sudah menyelesaikan pekerjannya.” Yang berbicara adalah Patriark Desa Song, Song Jin. Dia menyeringai lebar dan mulai membayangkan Desa Xue yang akan menjadi bagian dari desanya.
“Hahaha anak muda itu terlalu sombong, sudah seharusnya kita memberinya pelajaran!” Guo Fang, Patriark Desa Guo, ikut menimpali sembari tertawa kejam.
“Hmm.. Kesombongannya menjatuhkannya.” Tan Long, Patriark Desa Tan, mendengus dingin, dia adalah orang yang paling tidak menyukai Xu Feng.
Song Jin dan Guo Fang saling melirik dan tertawa kecil, mereka tahu bahwa Desa Tan adalah yang paling diuntungkan jika mereka berhasil menguasai Desa Xue karena jaraknya yang paling dekat di antara tiga desa mereka.
Bagaimana bisa orang tua itu tenang ketika Xu Feng datang dan menghancurkan semuanya?
“Kita sudah berusaha melemahkan Desa Xue selama bertahun-tahun, aku tidak akan membiarkan bocah itu merusak apa yang telah lama kita perjuangkan.” Tan Long menyeringai dingin dan menatap ke kejauhan, dia sudah tidak sabar menunggu kabar baik esok hari.
Kota Daun Jatuh mungkin akan mengarahkan mata jika Desa Xue menurun karena campur tangan kekuatan luar seperti bandit, tapi jika itu adalah perebutan kekuasaan antar desa, Kota Daun Jatuh tidak akan mengulurkan lengan.
Bagaimanapun pada akhirnya desa hanya akan berpindah tangan, Kota Daun Jatuh masih berhak atas desa-desa itu sehingga mereka tidak peduli pada pertarungan antar desa. Dunia ini adalah dunia dimana kekuatan berkuasa, salahkan dirimu jika tidak mampu mempertahankan apa yang kau miliki.
Kota Daun Jatuh sudah cukup baik untuk melindungi setiap desa dari serangan bandit-bandit ganas, tidak perlu meminta lebih lagi.
“Bocah yang kurang ajar, aku berharap bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri.” Ucapan Song Jin membuat mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.
Memang, jika bukan karena memperhitungkan wajah sebagai Patriark, mereka bertiga sudah lama mendatangi Xu Feng dan mengalahkannya sendiri.
Mereka kemudian bercerita panjang lebar lebih lama lagi, tapi kebanyakan menyangkut Xu Feng, mereka meremehkan dan merendahkannya, terkadang membual tentang kekuatan mereka sendiri bahwa hanya butuh satu tebasan untuk mengalahkan bocah itu.
“Sudah larut malam, kami pamit undur diri Patriark Tan.” Song Jin dan Guo Fang berdiri dan mengatupkan tangan sebelum menuju ke penginapan yang telah disiapkan oleh Tan Long.
__ADS_1
“Hehe aku akan bermain bersama kalian hingga semua ini selesai..”
Cahaya tajam melintas di mata Tan Long, dia sejak awal tidak pernah percaya pada kedua patriark itu.
Dia sendiri adalah orang yang licik, dia dapat memahami niat asli di balik wajah palsu seseorang. Tan Long tahu Song Jin dan Guo Fang berniat menyingkirkan dirinya setelah Desa Xue selesai, dia hanya mencoba bermain aman dengan mereka dan mengikuti arus terlebih dahulu.
Tidak ada satu pun dari mereka yang tahu bahwa nasib mereka bertiga telah ditentukan malam itu juga.
“Jadi ini ulah mereka?” Xu Feng tersenyum dingin ketika mendengar penjelasan dari Shao Kun, mereka saat ini tengah melakukan percakapan empat mata di sebuah ruangan.
Tatapannya yang tajam bahkan menyebabkan Shao Kun merinding, dia mau tidak mau merasa iba pada mereka yang mencoba menargetkan Xu Feng.
Seorang tuan Tahap Keempat bukanlah lelucon, jika Xu Feng mau, dia sudah dapat mengajukan status Klan Xue menjadi keluarga tingkat dua di Kota Daun Jatuh dan menjadi keluarga bangsawan sejati!
Ada sangat sedikit yang berhasil menerobos belenggu pertama sehingga mereka yang mencapai tahap itu sudah dianggap sebagai sosok yang berpengaruh. Di Sekte Teratai pun, murid dalam yang syaratnya harus Tahap Keempat hanya ada kurang dari 50 orang dan umur mereka semua sudah mendekati 30 tahun.
Orang bisa membayangkan seberapa menakutkan prestasi Xu Feng saat ini.
Shao Kun yakin Xu Feng berasal dari keluarga yang kuat mengingat pencapaiannya saat ini, dia bahkan menghubungkannya dengan rumor tentang ibukota. Hanya orang-orang dari sana yang bisa mencapai prestasi Xu Feng saat ini.
“Mereka sungguh ingin mati.”
Xu Feng mencibir, karena mereka sudah bertindak, dia tidak ada lagi alasan untuk tidak bertindak juga.
Alasan dia menahan diri selama ini adalah karena merasa masalah ini bisa ditunda, tapi karena mereka sendiri yang mengantarkan kue ke depan pintu, Xu Feng secara alami tidak berniat menyia-nyiakannya.
“Shao Kun, setelah Shao Jun pulih, ada tugas pertama yang harus kalian selesaikan.” Xu Feng memandang langit gelap, tangannya terlipat ke belakang ketika mengucapkan kalimat itu dengan pelan.
__ADS_1
Banyak rencana yang harus dia majukan.
“Hamba mengerti!” Shao Kun menunduk serius, dia sudah mencium bau darah yang samar. Wilayah perbatasan sepertinya ditakdirkan untuk tidak tenang beberapa hari ke depan.
Amukan seorang tuan adalah harga yang tidak bisa dibayar oleh desa di perbatasan!
Pagi datang setelahnya, Xu Feng bangun dan segera mencuci diri sebelum menyelesaikan sarapan yang sudah disiapkan Ding Xiang. Gadis itu selalu bangun pagi-pagi sekali sejak bertanggung jawab mengurus Xu Feng.
“Pelindung, semua anak muda sudah pulih dari serangan Binatang Iblis, mereka sudah mulai berlatih lagi hari ini.” Ding Xiang teringat sesuatu dan segera memberitahu Xu Feng, dia sudah diingatkan oleh Xu Feng sebelumnya.
“Bagus, bawa aku ke sana!”
Ding Xiang mengangguk dan menemani Xu Feng. Penampilannya masih sama, Xu Feng sudah memintanya untuk tidak melepas jubah dan tudungnya meski mereka hanya berdua, Xu Feng masih belum tahu harus bagaimana menghadapi sosok asli gadis itu.
Xu Feng secara alami bukan pria yang lemah, sebaliknya rupa Ding Xiang lah yang terlalu berlebihan. Bahkan malaikat pun akan redup jika berdiri di sisinya.
Sejujurnya Xu Feng selalu penasaran siapa orang tua asli Ding Xiang, bagaimanapun pesona dan keanggunan gadis itu terlihat seperti seorang ratu dalam dongeng, setiap gerakannya sungguh elegan dan indah.
Keluarga biasa tidak mungkin melahirkan orang seperti itu.
“Apakah dia adalah gabungan dari malaikat dan succubus?” Xu Feng mau tidak mau berpikir seperti itu, dia bahkan terkadang akan terkekeh atas tebakan acaknya.
Tidak lama kemudian mereka tiba di area latihan, ratusan pemuda berdiri rapi dan sedang mendengarkan instruksi dari Xue Song. Pemimpin tim pemburu itu adalah satu-satunya pejuang Tahap Kedua di desa yang tidak diberi gelar Tetua atas permintaannya sendiri.
Xue Song selalu berkata bahwa tim pemburu adalah tempat dia berada sejak usia muda, itu sudah menjadi rumahnya dan tidak ingin meninggalkannya.
“Nak, dunia kultivasi adalah dunia yang kejam..”
__ADS_1
Xue Song mulai melantunkan pidato pembukanya yang terkenal, dia selalu melakukan ini setiap hari sebelum memulai latihan. Dia pada dasarnya menekankan kekejaman yang terjadi di antara kultivator dan tindakan naif yang harus dihindari ketika berada dalam bahaya.
Xue Song ingin agar setiap kata-katanya terukir jauh ke tulang anak-anak muda itu dan tidak melupakannya. Dia tidak ingin di masa depan nanti mereka mati karena kebodohan.