Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.44 - Teknik Baru


__ADS_3

“Tuan!”


Ketika semua orang fokus pada Xue San, sosok berjubah tiba-tiba datang menghampiri Xu Feng, dia adalah Shao Kun. Xue Song sedikit penasaran dengan sosok itu, dia tidak mengenalinya.


Percobaan pembunuhan yang terjadi kemarin malam tidak tersebar karena Xu Feng memerintahkan semua orang untuk menutup mulut sampai waktu yang ditentukan.


Xu Feng secara alami punya maksud lain melakukannya.


“Ada apa?” Xu Feng sedikit serius, dia sudah memerintahkan Shao Kun untuk tidak meninggalkan Villa kecuali sesuatu yang mendesak terjadi.


Shao Kun tidak langsung menjawab, dia terdiam beberapa saat sebelum mendekati Xu Feng dan membisikkan sesuatu. Wajah Xu Feng langsung perlahan mengeras, matanya menunjukkan kilatan cahaya sesaat.


“Selesaikan mereka tanpa ketahuan.”


Xu Feng membisikkan perintah sederhana yang segera membuat Shao Kun mengangguk pelan sebelum pergi dan menghilang dari kerumunan.


“Orang yang sangat terburu-buru..” Batin Xu Feng.


Shao Kun baru saja menyebut telah mendeteksi beberapa mata-mata dari Desa Tan yang masuk ke desa, mereka adalah orang yang diberi tugas oleh Patriark Tan untuk mencari tahu apa yang terjadi di Desa Xue. Bagaimanapun waktu sudah lewat tengah hari dan kedua bersaudara belum kembali, Patriark Tan yang tidak sabar segera mengirim orang untuk memberinya informasi.


“Pelindung, orang itu..” Xue Song belum sempat berbicara dan diinterupsi oleh Xu Feng dengan lambaian tangan.


“Jangan banyak tanya. Kau akan tahu ketika waktunya tepat.”


Xu Feng menjelaskan dengan samar, dia lalu mengarahkan kembali pandangannya ke arah Xue San, bocah itu masih dalam keadaan fokus dan terus menerus mengulangi gerakannya.


“Pemahamannya atas ilmu pedang sangat tinggi, dia dilahirkan sebagai seorang pendekar alami.”


Xu Feng mau tidak mau mendecakkan lidah, ada penghargaan di matanya. Dia tak habis pikir akan menemukan bakat langka seperti ini di desa terpencil, untung saja dia berhasil menemukannya lebih awal.


Waktu perlahan berlalu, Xue San yang awalnya begitu fokus akhirnya berhenti dan menutup matanya. Beberapa saat kemudian matanya terbuka, wajahnya memerah seperti tomat.


“Pelindung! Aku – Aku menerobos ke alam dasar!” Xue Yan mengepalkan tangannya ke udara penuh semangat, dia tidak pernah menduga akan memperoleh pencerahan di saat seperti ini.


Xu Feng tersenyum dan memberinya selamat, bocah ini memberinya kejutan yang tak terduga. Xue Tong di sisi lain sudah gelisah, dia menatap Xu Feng penuh antisipasi, matanya bahkan berkaca-kaca.

__ADS_1


“Hehe..” Xu Feng terkekeh melihat ekspresi Xue Tong, dia kemudian mendekati anak itu dan memberinya instruksi. Sejujurnya tidak banyak yang perlu diperbaiki pada gerakan Xue Tong, anak itu sangat sederhana dalam ilmu pedangnya.


“Caramu sudah bagus, kau hanya kekurangan variasi serangan..”


Xu Feng menjelaskan singkat sambil memperagakan apa yang dia maksud, Xue Tong memberi perhatian penuh dan tidak ingin melewatkan satu hal pun.


Cara Xu Feng bergerak aneh, terkadang kaki kirinya di depan, terkadang juga kaki kanannya, dia terlihat begitu sederhana karena setiap gerakannya tidak lebih dari satu kaki jauhnya, dia hanya berada dalam radius itu selama demonstrasi.


Namun gerakan yang terlihat sederhana ini membawa banyak perubahan dan variasi pada gerakan Xue Tong yang lama, gerakan ini juga sesuai dengan karakterisitik permainan ilmu pedang Xue Tong yang tenang dan stabil.


Xue Tong sungguh-sungguh memperhatikan sambil mengikuti ajaran Xu Feng, namun hanya dalam beberapa gerakan dia tersandung dan hampir terjatuh.


“Ini..” Xue Tong terkejut, dia tidak mengerti mengapa dirinya melakukan kesalahan itu. Berpikir bahwa pikirannya kurang fokus, dia kemudian mengulangi gerakan itu namun pada akhirnya tetap tersandung.


Xue Tong menggertak kan gigi tidak terima, dia mengulangi lagi tapi tak peduli seberapa keras dia mencoba, dia akan selalu tersandung setiap kali sudah dalam pertengahan.


“Apa yang terjadi?”


Xue Song mengerutkan dahi, dia juga tidak tahu apa yang salah dari gerakan Xue Tong, Xue Song merasa gerakan yang dilakukan Xue Tong sudah benar tanpa kesalahan.


Xue Song mau tidak mau bertanya ke arah Xu Feng, dia khawatir anak itu akan terpukul jika terus gagal melakukannya.


“Tidak ada yang salah, gerakannya selama ini sangat kaku, tubuh dan pikirannya sudah terbiasa dengan itu sehingga dia butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi.”


Xu Feng memberikan jawaban yang segera menenangkan hati Xue Song, lelaki tua itu takut dan tak ingin salah satu tulang punggung desa jatuh ke dalam jurang depresi.


“Tidak perlu kecewa, kau hanya perlu sedikit waktu.”


Xu Feng menepuk pundak Xue Tong yang kini murung, dia tidak menjelaskan lebih jauh bahwa bakatnya sebenarnya lebih rendah dari Xue San karena takut menurunkan semangatnya, lebih baik biarkan saja begitu.


Dalam hidup, menyembunyikan kebenaran terkadang merupakan tindakan yang bijak.


Wajah Xue Tong kembali memerah dan semangat, apa yang Xu Feng katakan sebelumnya tidaklah bohong, Xue Tong memang hanya butuh waktu agar tubuh dan pikirannya bisa beradaptasi.


Namun untuk menerobos ke alam dasar adalah hal yang lain.

__ADS_1


“Baik, lanjutkan ke yang berikutnya.”


Xu Feng segera menghentikan tindakan mereka dan melanjutkan ke pertarungan berikutnya. Namun dibanding dengan Xue Tong dan Xue San, penampilan kesebelas pemuda itu tidak terlalu memukau.


Semuanya hanya bisa dianggap sebagai rata-rata.


“Kalian sudah melakukan yang terbaik, selama kalian terus berusaha, aku yakin kalian akan menjadi sosok yang hebat di Sekte Elang Hutan nanti.” Xu Feng memberikan penyemangat terakhir sebelum meninggalkan area latihan.


Xue Song mengikuti dan mengantarnya pergi, sepanjang perjalanan lelaki tua itu terus menatap Xu Feng dengan wajah bersemangat, jika bukan karena perbedaan posisi, Xue Song sudah pasti lama memeluk Xu Feng dan menciumnya.


Dia telah menemukan seorang guru yang hebat!


“Pelindung, lewat sini..”


Ding Xiang memberi jalan ketika mereka tiba di salah satu ruangan yang kecil, di dalamnya hanya ada satu meja kayu, di atasnya tergeletak tiga buku kulit tebal berwarna coklat. Warna dan kondisi buku itu menjadi tanda telah mengarungi sungai waktu yang panjang.


Ini adalah ruangan terpenting Klan Xue yang berlokasi di sebelah aula utama Paviliun, ada dua penjaga ditempatkan di depan pintu masuk sebagai pelindung pusaka klan.


Xu Feng segera menghampiri meja dan mengangkat salah satu buku, dia meniup debu yang mengendap sebelum membukanya dengan penasaran.


Di bagian luar buku itu tertulis ’Teknik Meringankan Tubuh’


Sesaat setelah Xu Feng membuka buku itu, jendela panel tiba-tiba muncul melalui visinya, satu teknik lagi ditambahkan di sana.


--------


Nama : Xu Feng


Buku Kultivasi : Badai Musim Semi ( Tahap Keempat Alam Fana) +


Teknik Kultivasi : Langkah Bayangan ( Alam Menengah), Teknik Pedang Surgawi Fana ( Alam Dasar ) +, Teknik Meringankan Tubuh ( Belum Dipelajari) +


Energi yang tersedia : 2


-------------

__ADS_1


__ADS_2