Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.23 - Sosok Misterius


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, ketika Xu Feng mulai bosan menyaksikan Gao Gao yang sedang berlatih, tiba-tiba gelak tawa yang besar terdengar dari dalam penginapan.


“Saudara Xu, maaf menganggu pagi mu..” Huo Teng menghampirinya bersama dengan dua penjaga. Dia tersenyum seperti biasanya dan melanjutkan “Orang-orang dari Desa Xue baru saja tiba dan sedang menunggu mu saat ini. Aku awalnya berpikir membawa mereka ke sini tapi karena ada satu hal, aku berpikir lebih baik jika anda saja yang menemui mereka.”


“Akhirnya mereka tiba..”


Xu Feng menghela napas ringan setelah mendengarnya. Hal yang paling dia tunggu-tunggu datang juga. Xu Feng lalu mengangguk dan tidak mempermasalahkan apa yang dikatakan oleh Huo Teng, baginya hal seperti itu cuma masalah sepele.


“Saudara Huo, anda seharusnya tidak perlu repot-repot datang ke sini hanya untuk memberiku kabar ini.”


Xu Feng menatap lelaki tua di depannya dengan sedikit penghargaan, baginya untuk secara pribadi menemuinya hanya untuk hal sepele menunjukkan tekadnya dalam membangun hubungan yang dekat.


“Hahaha tidak perlu dipikirkan saudara Xu!”


Huo Teng tertawa kecil sambil melambaikan tangannya. Dia kemudian menemani Xu Feng menuju Paviliun Huo sambil menjelaskan bahwa orang-orang dari Desa Xue langsung melakukan perjalanan saat itu juga ketika utusan tiba dan memberi mereka kabar.


Mereka bahkan tidak beristirahat sedikit pun selama perjalanan dan terus memacu menuju Desa Huo selama satu malam tanpa henti.


“Keputusasaan mereka sepertinya lebih dari yang aku pikirkan.” Batin Xu Feng ketika mendengar apa yang Huo Teng sampaikan.


“Hanya saja, apa yang membuat mereka begitu putus asa? Apakah mungkin karena musuh yang sama yang membunuh Patriarknya? Atau ada yang lain?”


Xu Feng mau tidak mau mulai berspekulasi. Namun apa pun itu, Xu Feng berniat untuk tetap bergabung dengan Desa Xue. Keputusan ini tidak dia ambil begitu saja, dia sudah memikirkannya matang-matang selama kemarin malam.


Dia ingin membangun kekuatan dan pengaruhnya sendiri, hanya dengan begitu dia dapat lebih mudah memperoleh Batu Spiritual. Uluran tangan banyak orang secara alami lebih efisien daripada hanya mengandalkan dirinya sendiri.


“Aku berharap mereka tidak terlalu mengecewakan..”


Tidak lama kemudian mereka tiba di Paviliun dan memasuki aula utama. Di sana, Xu Feng melihat tiga sosok yang sepenuhnya mengenakan jubah dan tudung abu-abu untuk menyembunyikan tubuh dan wajah mereka.


Baru ketika Huo Teng mengusir semua orang dan hanya menyisakan mereka berlima, dua dari tiga sosok itu segera melepas tudung dan jubah yang mereka kenakan, menampilkan wajah pria paruh baya.

__ADS_1


Pria paruh baya pertama mempunyai wajah yang tegas dan sedikit kasar sedangkan pria paruh baya terakhir terlihat tenang dan damai, keduanya sangat kontras pada pandangan pertama.


“Salam senior Xu!!”


Mereka segera menangkupkan tangan mereka dan memberi hormat. Mereka menatap Xu Feng dengan ekspresi yang masih terkejut di wajah mereka.


Mereka sudah mendengar dari utusan bahwa sosok pengendali Tahap Ketiga yang menerima surat pengumuman merupakan orang yang masih muda, hanya saja mereka tidak menyangka bahwa Xu Feng akan terlihat semuda itu!


Mereka awalnya sudah mempersiapkan diri namun penampilan Xu Feng masih diluar dugaan mereka.


“Kami minta maaf karena tidak menyambut anda sebelumnya, ada hal khusus yang membuat kami harus berhati-hati agar tidak ketahuan telah meninggalkan Desa Xue.” Xue Lan, lelaki berwajah lembut menjelaskan.


“Tidak apa-apa..”


Xu Feng melambaikan tangannya dan tidak mempermasalahkan. Tatapannya tertuju pada sosok yang berada di tengah keduanya, satu-satunya sosok yang tidak melepas tudung dan jubahnya.


Dia bahkan tidak bersuara sedikit pun sedari tadi, satu-satunya gerakan yang dia lakukan adalah berdiri menangkupkan tangan untuk memberi Xu Feng sebuah salam.


“Senior Xu, mohon maaf atas keterusterangan ku. Aku yakin Patriark Huo Teng sudah menjelaskan kepada anda sepenuhnya, aku hanya ingin bertanya apakah anda benar-benar serius pada desa kami?”


Xue Gong, pria berwajah kasar berbicara dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan Xu Feng. Dia belum mengenal pemuda di depannya sehingga dia tidak mengetahui seperti apa karakternya.


“Aku serius mengenai hal itu. Hanya saja sebelum memutuskan, aku ingin melihat dan mengetahui segala hal tentang desa kalian terlebih dahulu..”


Xu Feng menganggukkan kepalanya dan menatap sosok yang berada di tengah sebelum melanjutkan, “Bagaimana aku bisa mempercayai kalian jika kalian saja menyembunyikan sesuatu dari ku pada pertemuan pertama kita?”


Apa yang Xu Feng maksud jelas, dia sedikit tidak senang pada sosok yang terus bersembunyi di balik tudungnya itu.


“Ini.. “ Keduanya saling melirik dan tertegun untuk waktu yang lama. Mereka tidak tahu bagaimana harus menghadapi pertanyaan itu.


“Xue Lan, Xue Gong, percayalah.. Saudara Xu adalah orang yang dapat dipercaya.”

__ADS_1


Huo Teng memahami alasan di balik keraguan mereka sehingga dia angkat bicara untuk membantu Xu Feng. Mendengar apa yang dikatakan oleh Patriark Huo, keraguan mereka menghilang untuk terakhir kalinya.


Huo Teng adalah sosok yang mereka hormati dan sudah seperti Patriark Kedua bagi mereka.


Bagaimanapun, dia adalah sosok yang selalu berdiri paling depan melindungi Desa Xue ketika Patriark mereka sudah tiada. Keduanya selalu percaya pada penilaian Huo Teng atau setidaknya yakin bahwa Huo Teng tidak akan membohongi mereka.


“Kalau begitu kami percaya pada Patriark.“ Keduanya saling melirik dan mengangguk sebelum berbalik membungkuk kepada sosok itu, “Nona Ding Xiang, sekarang terserah pada anda.”


“Saudara Xu, ini menyangkut masalah pribadi Ding Xiang dan juga keinginan dari sahabat lama ku, Patriark pendahulu Desa Xue..“ Huo Teng mendesah tidak berdaya dan ada rasa kasihan mendalam di suaranya.


“Oleh karenanya aku mohon undur diri sesaat, aku harap kau tidak terkejut dengan apa yang kau lihat.”


Kali ini dia merendahkan suaranya dan berbisik di telinga Xu Feng. Dia hanya berharap pemuda ini tidak bereaksi berlebihan ketika melihat seperti apa rupa sosok itu.


Dia menepuk-nepuk pundak Xu Feng beberapa saat sebelum meninggalkan ruangan itu bersama dengan Xue Gong dan Xue Lan.


“Aku harap anda memperlakukan satu-satunya putri sekaligus putri angkat dari mantan sahabat ku dengan baik.” Huo Teng membisikkan kata terakhirnya dan melangkah pergi.


“Patriark Huo, apakah pemuda itu tidak akan ketakutan ketika melihat wajah nona Ding?” Xue Gong berbisik rendah ketika mereka berada di luar, ada kecemasan di wajahnya.


“Aku juga tidak tahu..” Huo Teng menggelengkan kepalanya dan berbicara masam, “Tapi aku yakin akan karakter pemuda itu, dia tidak akan melakukan tindakan yang mungkin membuat malu Ding Xiang.”


“Sejujurnya tidak ada satu pun dari kita yang pernah melihat rupa nona Ding karena Patriark yang selalu menyembunyikan rupanya. Aku hanya tidak tau sebegitu buruk apa kah rupa dari satu-satunya putri yang sangat dia cintai itu hingga perlu menyembunyikan wajahnya dari orang lain sejauh itu??”


Xue Lan mau tidak mau melirik ke belakang dengan wajah khawatir. Sudah menjadi rahasia umum bahwa alasan mengapa Ding Xiang, satu-satunya putri Patriark Desa Xue menutupi seluruh tubuh dan wajahnya karena rupanya yang begitu jelek.


Meski tidak ada yang pernah melihatnya selain dari Patriark, rumor sudah tersebar entah dari mana.


Sebelum kematiannya, Patriark pernah berpesan kepada mereka untuk tidak pernah membuatnya menunjukkan muka kepada orang lain, bahkan kepada mereka sendiri kecuali keadaan yang memaksa mereka melakukannya.


Atas permintaan terakhir itu, ketiganya masih menepatinya hingga sekarang.

__ADS_1


Patriark secara alami melakukan semua itu demi menjaga perasaan Ding Xiang, putri kesayangannya, yang dapat dipahami oleh mereka.


__ADS_2