
“Nona Ding, aku pertama-tama turut berduka cita atas apa yang terjadi pada ayahmu dan Desa Xue..”
Xu Feng akhirnya bisa leluasa berbicara ketika gadis di depannya ini kembali ke penampilan awalnya. Selama Ding Xiang memperlihatkan sosok aslinya, Xu Feng yakin tidak akan pernah bisa fokus sepenuhnya.
“Terimakasih senior Xu. Jadi bagaimana, sekarang rasa penasaran mu terpuaskan. Desa Xue seharusnya berada dalam lindunganmu di masa depan kan?”
Suaranya kembali serak, Xu Feng bahkan tidak bisa membayangkan dia adalah wanita yang baru saja dia lihat. Kemampuannya dalam menyembunyikan identitasnya sungguh membuka mata.
“Tidak sesederhana itu. Ini bukan hanya tentang anda Nona Ding..”
Xu Feng menggelengkan kepala dan menjelaskan bahwa dia perlu mengetahui kondisi Desa Xue secara keseluruhan, seperti siapa saja musuhnya, siapa yang berada di balik kematian Patriark mereka dan juga segala hal yang menyangkut aset Desa Xue.
Keputusan Xu Feng tidak akan berubah hanya karena wanita, bahkan jika itu adalah Ding Xiang dengan pesonanya yang tiada tara. Dia bukanlah pria yang akan membiarkan dirinya terombang ambing begitu mudah hanya karena seorang wanita!
“Jadi, apa saja yang ingin anda ketahui?”
Ding Xiang tidak bereaksi apa pun atas jawaban Xu Feng, dia tidak marah atau pun kesal.
Bahkan dengan parasnya, Ding Xiang tidak pernah menganggap dirinya istimewa dan tidak menjadi sombong karenanya, dia sedari awal tidak ada pikiran agar Xu Feng akan tergerak hanya karena melihat wajah aslinya.
“Pertama, siapa yang membunuh ayahmu?” Xu Feng awalnya sedikit ragu-ragu ketika menanyakannya, dia khawatir ucapannya akan membuka luka di hati wanita itu.
“Mereka adalah salah satu dari Empat Jenderal Geng Mata Satu!”
Berbeda dari harapannya, Ding Xiang secara blak-blakan menjawabnya hanya dalam satu tarikan napas. Namun Xu Feng dapat merasakan kesedihan di balik wajahnya meski kini tertutup oleh kerudung.
“Ini..” Xu Feng sedikit tertegun ketika mendengar nama kelompok itu lagi, dia merasa seolah-olah semua yang dia alami seperti ditakdirkan.
__ADS_1
“Bagaimana dengan yang lain? Ada berapa banyak orang-orang yang sedang menatap Desa Xue kalian saat ini? Siapa saja yang bertanggung jawab atas menurunnya desa kalian?” Xu Feng melontarkan rentetan pertanyaan sekaligus.
“Kami tidak mengetahuinya dengan pasti, air di Desa Xue sudah terlalu keruh, tidak mungkin lagi mengetahui siapa saja mereka dan seperti apa motifnya.”
Ding Xiang menundukkan kepalanya tak berdaya, dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga apa yang ayahnya tinggalkan.
“Kami bahkan terpaksa memperkuat patroli selama 24 jam dan pada dasarnya mengisolasi diri dari dunia luar agar mereka tidak menyusup ke dalam desa dan menyebabkan kekacauan.
“Selama bertahun-tahun kami mengurung diri yang menjadi penyebab utama penurunan desa secara drastis. Tidak ada lagi penghasilan karena kami tidak mengizinkan satu pun orang asing memasuki desa.
“Meski begitu, kami terkadang masih mengalami serangan mendadak beberapa kali. Untung saja semuanya tidak dalam skala yang besar namun tetap saja banyak anggota klan kami yang meninggal, termasuk tiga Tetua.”
Pada titik ini Ding Xiang terdiam, dia sudah mengatakan semuanya. Kondisi Desa Xue ternyata lebih buruk dari yang Xu Feng pikirkan, jika mereka terus mengisolasi diri dari dunia luar, tinggal menunggu waktu sebelum desa itu hancur sepenuhnya.
“Senior Xu, aku mohon anda membantu desa ku! Aku siap melakukan apa pun yang anda katakan selama anda bersedia membantu kami.” Ding Xiang kali ini sedikit memohon, dia benar-benar sudah putus asa.
Sejujurnya, dia sempat berencana untuk menjual dirinya kepada tuan muda keluarga besar di Kota Daun Jatuh, dengan pesonanya, dapat dipastikan tidak akan ada yang menolak.
Pilihan itu adalah langkah putus asa terakhirnya namun tidak juga berhasil.
“Anda..” Belum sempat Xu Feng berbicara, pintu tiba-tiba terbuka ketika langkah kaki tergesa-gesa terdengar memasuki ruangan.
“Nona Ding, ini buruk!!” Wajah Xue Gong sangat panik, Xue Lan yang mengikuti di belakangnya tidak sama baiknya.
“Binatang Iblis! Gelombang Binatang Iblis menyerang desa!”
Xue Gong melaporkan tergesa-gesa dan menyebut bahwa tidak lama setelah mereka meninggalkan Desa Xue, ratusan Binatang Iblis tiba-tiba muncul dan membawa malapetaka. Untung saja seseorang berhasil kabur dari desa dan segera menyusul mereka untuk melaporkan situasi.
__ADS_1
“Kita perlu kembali secepat mungkin..” Pada titik ini Xue Gong sangat cemas, tidak ada satu pun petinggi yang berada di desa, kemungkinan tembok desa dibobol sangat tinggi. Dia begitu panik sehingga dia bahkan hampir beranjak pergi dan kembali ke desa.
“Tetua Xue Gong, jangan sampai penilaian mu dipengaruhi oleh situasi. Apakah anda pikir kedatangan mu dapat membawa perubahan?”
Xu Feng segera menghentikan lelaki itu agar tidak mengambil keputusan yang percuma. Kata-katanya menyebabkan Xue Gong tertegun dan langkahnya terhenti seketika, apa yang Xu Feng katakan menusuk langsung inti masalahnya.
“Senior Xu, bahkan jika aku tidak membawa perubahan, aku tidak mungkin hanya berdiri diam saja dan menunggu desa kami dihancurkan bukan?” Xue Gong mendengus, dia sedikit tidak senang Xu Feng menghentikannya.
“Xue Gong, apa yang senior Xu katakan benar. Dan juga, siapa yang bilang kita tidak akan mengambil tindakan sama sekali?”
Xue Lan segera menimpali, dia adalah orang yang cerdas, dia memahami arti di balik tindakan Xu Feng. Hal ini menyangkut masalah desa, masalah internal mereka tetapi Xu Feng angkat bicara akan hal itu, artinya secara alami berbeda.
Bahkan Huo Teng tidak berbicara sedari tadi karena dia memahami tempatnya sendiri terlepas dari mereka adalah kenalan, ini bukan karena mereka ditinggalkan, tetapi karena Huo Teng tidak ingin menganggu keputusan internal mereka kecuali jika mereka meminta bantuannya.
Ini sudah menyangkut masalah wajah dan kehormatan, tidaklah sopan jika orang luar ikut campur masalah internal seseorang secara membabi buta.
Tindakan Xu Feng menandakan dia sudah setuju untuk melindungi desa mereka.
“Senior Xu apakah anda..”
Ding Xiang sedikit bersemangat dan ingin mengatakan sesuatu tapi dihentikan oleh lambaian tangan sederhana dari Xu Feng.
“Tidak perlu ada kata lebih jauh lagi, kita hanya akan membuang lebih banyak waktu.” Xu Feng berbicara dan melanjutkan “Saudara Huo, aku mungkin akan merepotkan mu lagi, aku membutuhkan tunggangan.”
“Hahaha tidak perlu sungkan saudara Xu!”
Huo Teng tertawa lepas, dia senang karena Xu Feng akhirnya mengambil keputusan sesuai dengan apa yang dia harapkan. Tanpa membuang waktu, Huo Teng segera menuju istal dan mengeluarkan tunggangan pribadinya sendiri, ada dua dari mereka.
__ADS_1
“Ini adalah tunggangan terbaik yang aku miliki, Rusa Salju Remaja!” Huo Teng memamerkan dengan bangga, itu adalah Binatang Iblis yang berhasil dia tangkap dengan tangannya sendiri dan dijinakkan oleh penjinak terbaik di desa.
Rusa Salju Remaja adalah Binatang Iblis bintang satu, kekuatannya setara Kultivator Tahap Kedua. Menangkap Binatang Iblis adalah konsep yang sama sekali berbeda dibanding membunuhnya.