
Xu Feng menanyakan lebih banyak hal pada Zhao Jun dan segera keluar dari kereta setelah tidak ada lagi yang harus dibicarakan. Saat berada diluar, Xu Feng bingung harus melakukan apa, lagipula dia tidak mengenal siapa pun di tempat ini selain Zhao Jun dan Zhao Quan.
Merasa tidak ada hal yang perlu dilakukan, Xu Feng kemudian memilih berjalan-jalan di sekitarnya sambil melihat-lihat keadaan setiap prajurit. Dia sedikit penasaran seperti apa struktur komando pasukan di dunia ini. Apakah mereka juga menggunakan struktur unit berjenjang seperti legiun? Xu Feng bertanya-tanya.
Dalam perjalanan, Xu Feng memikirkan kembali apa yang baru saja dikatakan oleh Zhao Jun dan segera menyeringai, “500 Batu Spiritual setiap bulan yah..”
Xu Feng tersenyum lebar mengingat jumlah yang sangat besar tersebut, dia tidak berharap Keluarga Kelas 2 akan memperoleh dukungan sumber daya sebesar itu.
“Pindah ke Kota Daun Jatuh sepertinya harus menjadi pertimbangan..” Xu Feng bergumam pelan, matanya memancarkan kilatan cahaya dalam sesaat. Mempertimbangkan situasi yang terjadi di Kota Batu Hitam, tetap berada di perbatasan sekarang menjadi hal yang berbahaya.
Xu Feng tidak akan begitu ceroboh menganggap dirinya mampu menghadang musuh yang mampu menghancurkan satu kota besar, setidaknya dia belum memenuhi syarat untuk saat ini.
Xu Feng juga samar-samar merasa apa yang terjadi di Kota Batu Hitam tidak sesederhana kelihatannya. Xu Feng yakin para penyerang itu tidak mungkin begitu bodoh untuk tidak mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan mereka, lagipula Ibukota Kerajaan Langit tidak mungkin akan membiarkan mereka begitu saja setelah peristiwa ini.
“Skenario terburuk, masalah ini sudah menyangkut sebuah kelompok yang kekuatannya mampu menandingi Kerajaan Langit..” Mata Xu Feng berkelebat dalam sesaat, dia yakin dugaannya bisa saja benar.
Agar orang-orang itu begitu berani menyerang Kota Batu Hitam dengan mempertimbangkan adanya amarah dari Ibukota menunjukkan dua hal, antara mereka bodoh untuk tidak menyadarinya atau ada dukungan kuat di belakang mereka yang membuat mereka tidak takut pada balasan Kerajaan Langit.
Dan Xu Feng tentu saja lebih condong mempercayai kemungkinan kedua. Karena alasan ini jugalah Xu Feng mulai mempertimbangkan untuk pindah ke Kota Daun Jatuh, dia harus pergi sejauh mungkin dari tempat yang mungkin berpotensi menjadi medan perang.
__ADS_1
Tapi tetap saja, hampir 70% pertimbangan itu sebenarnya didasarkan pada keserakahan Xu Feng akan Batu Spiritual.
“Hei nak, apa yang kau lakukan di tempat ini? Di sini bukan tempat yang seharusnya bagimu!”
Ketika Xu Feng sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba saja muncul dua orang yang menghalangi jalannya. Xu Feng terlalu fokus sehingga tanpa sadar memasuki area di mana pasukan mendirikan tenda sederhana untuk beristirahat.
Xu Feng menengadah dan menyipitkan mata, di depannya berdiri dua pria dengan postur yang kekar dan tinggi yang hampir menutupi seluruh bidang pandangnya. Mereka memakai baju besi tebal metalik, sekilas orang akan tahu kalau baju besi tersebut sangat berat. Hanya saja dua orang itu terlihat sangat santai seolah tidak merasakan sedikit pun beban dari baju besi mereka.
“Ahh, aku hanya bermaksud melihat-lihat..” Xu Feng menggaruk kepalanya sambil tertawa canggung, dia merasa sosoknya sangat kecil di hadapan dua raksasa ini.
“Orang luar dilarang memasuki tempat ini nak, kau lebih baik segera pulang ke rumahmu.” Salah satu pria mengingatkan, dia melirik pedang yang tergantung di pinggang Xu Feng dan segera menggelengkan kepala dengan lucu. Karena tidak bisa merasakan basis kultivasi Xu Feng, dia berpikir Xu Feng adalah pemuda naif yang mencoba terlihat seperti kultivator.
“Jadi begitu yah..” Xu Feng mengangguk dan tidak memaksakan diri untuk masuk, lagipula dia hanya sedikit penasaran, bukan hal yang penting jika dirinya tidak berhasil.
“Bukankah dia Ma Tao?” Raut wajah Xu Feng berubah gelap, dia hendak bertindak namun berhenti di tengah jalan, logikanya datang di waktu yang tepat.
“Tidak! Aku tidak tahu apakah ada orang lain selain Ma Tao yang menyusup..” Xu Feng mempertimbangkan dengan hati-hati dan segera membalikkan badan dan melangkah pergi agar Ma Tao tidak menyadari kehadiran dirinya. Xu Feng berpikir akan lebih bijaksana jika membiarkan Ma Tao berkeliaran lebih lama lagi, dia setidaknya bisa membuntuti Ma Tao untuk mencari siapa saja yang berhasil menyusup ke dalam pasukan.
Xu Feng kembali ke kereta, dia menemui Zhao Jun dan meminta sebuah jubah untuk menutupi dirinya. Zhao Jun bingung atas permintaan Xu Feng tapi dia tetap meminta pengawal untuk mengambilkan Xu Feng jubah, perbekalan yang mereka bawa di kereta cukup banyak, kebeteluan ada beberapa jubah juga di dalamnya.
__ADS_1
Setelah pengawal membawakan jubah, Xu Feng segera memakainya. Setelah itu, Xu Feng duduk dalam diam di atas kereta menunggu kedatangan Zhao Quan, dia membutuhkan bantuan orang tua itu.
Hari hampir malam ketika Zhao Quan tiba, wajahnya terlihat sedikit letih, sepertinya pertemuan darurat tadi tidak berjalan lancar.
“Tetua Zhao, bisakah anda membantuku memasuki barisan pasukan?” Xu Feng segera melontarkan permintaan yang menyebabkan Zhao Quan terkejut, dia tidak mengerti mengapa Xu Feng yang sebelumnya tampak tidak peduli pada apapun tiba-tiba menginginkan hal aneh itu.
Xu Feng sadar meski kekuatannya saat ini sudah tinggi, bukan berarti dia dapat melakukan apa pun sesuka hatinya. Xu Feng tidak bisa saja hanya mengandalkan identitasnya sebagai Tahap Keenam untuk memaksa masuk ke dalam pasukan.
“Tidak masalah…” Zhao Quan mengangguk pelan dan tidak mempertanyakan alasan dibalik permintaan Xu Feng.
Xu Feng kemudian mengatakan bahwa semakin sedikit orang yang mengetahuinya akan menjadi lebih baik. Mendengar hal tersebut, Zhao Quan memandang Xu Feng dengan bingung, dia semakin tidak mengerti.
“Jadi begini..” Menyadari tatapan Zhao Quan, Xu Feng lalu menjelaskan tentang keberadaan Ma Tao, dia menyebut identitas Ma Tao sebagai Kultivator Iblis dan bagaimana hubungannya dengan Tetua Luar Feng Yang.
Xu Feng memang dari awal berniat memberitahu Zhao Quan tentang masalah ini, lagipula semakin banyak orang yang bergerak di balik bayang-bayang untuk memantau Ma Tao semakin baik. Mereka mungkin bisa menangkap semua penyusup tersebut.
“Ini..” Mata Zhao Quan terbuka lebar mendengar cerita Xu Feng, dia tidak berharap pasukan yang bahkan belum memasuki wilayah Kota Batu Hitam sudah berhasil disusupi oleh musuh. Sepertinya situasi lebih berbahaya dari kelihatannya.
“Tetua Zhao, musuh yang kita hadapi adalah orang-orang licik, aku sarankan agar kalian lebih berhati-hati…”
__ADS_1
Xu Feng mengingatkan dengan serius. Xu Feng sendiri ketika pertama kali melihat Ma Tao sangat terkejut, dia tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang itu bisa menyusup ke dalam pasukan tanpa diketahui oleh siapa pun. Ekspresi wajah Zhao Quan menekankan hal itu, sepertinya bahkan para petinggi pasukan tidak menyadarinya sama sekali.
Dari sini saja sudah membuktikan seberapa licinnya musuh yang sedang mereka hadapi.