
"Ayah Ramai sekali tempat Perguruan ini, kurasa sedikit lebih ramai dari perguruan Pedang Kilat" Lili mengikuti ayahnya sambil tersenyum memandangi keramaian.
"Aku ingin mendaftarkan anakku" Tang San mengeluarkan sebuah kantong uang berisi koin perak.
"Siapa nama anak senior Tang" tanya panitia yg bertugas mncatat nama peserta Kontes. ia jelas kenal dengan Pendekar Tang
"Namanya Lili".jawab Tang san Singkat.
"Maaf Senior apakah namanya benar Lili soalnya beberapa Hari yg lalu seorang Pendekar legenda mndaftarkan cucunya 13 tahun bernama Lily juga" Panitia itu terlihat sedikit bingung.
"Jadi Bocah berambut emas yg mulai terkenal sejak 3 tahun yang lalu kali ini akan ikut berpartisipasi tahun ini" ujar Tang san dalam hati, Ia membayang kan wajah Lily.
"tak usah bingung Tulis saja Nama anakku Lilian" jawab Tang san pelan.
Lili atau Lian memang nama yg biasa Tang San berikan saat memanggil anak gadisnya Namun saat kemunculan Cucu si Rambut emas 3 tahun lalu. nama anaknya seolah ikut terkenal, menyadari hal itu Tang San mulai sering memanggil anaknya dengan nama Lian
"Siapa gadis yg mencuri namaku ini, jika bertemu di Arena aku akan membuat perhitungan dengannya" ucap Lian pelan, wajahnya jelas menunjukan ekspresi kesal.
"apa kmu mendengar nama yg dikatakan panitia itu?" tanya seorang pemuda pada gadis yg berada di sebelah Yan Sin.
"iya aku jga dengar" seseorang pemuda di belang Yan Sin menjawab cukup kuat, seolah dirinyalah yg sedang di tanya.
"sepertinya kontes tahun ini akan jauh lebih menarik dari tahun sebelumnya" ucap gadis berambut putih dengan kulit sedikit pucat.
Dari pakaian dan wajah pucat serta lambang Bunga di baju mereka Yan Sin mengetahui bahwa ketiganya merupakan Perwakilan Perguruan Bunga Es.
Yan Sin memandangi sekeliling. Ia tersadar bahwa di antara kerumunan banyak lambang-lambang perguruan yg ia ketahui dari ingatan Petapa Tua.
¤Bocah dari mana kamu mendapatkan Aura Naga itu¤
__ADS_1
Suara yg berasal dari Nalar Hitam memudarkan lamunan Yan Sin.
Yan Sin mulai menyadari bahwa ada sosok yg memerhatikan Dia, namun yg membuatnya kaget adalah hawa keberadaan kekuatannya yg ia sembunyikan masih bisa di deteksi.
"ini hanya Hadiah dari Paman Naga, selebihnya aku tak tahu" Yan sin mngunakan nalar untuk menjawab.
¤sungguh Bocah yg menarik¤ Suara Nalar itu seakan menunjukan wajah senyum.
Yan Sin hanya tersenyum tipis.
¤Aku yakin dengan Aura nagamu bisa membebaskanku dari batu bodoh ini,,,,,,kamu pasti sedikit menyadari tentangku¤
Yan Sin menganguk pelan.
¤Bebaskan Aku, Sebagai gantinya Aku akan melindungimu dengan selurun kemampuanku¤
"Aku tak ingin menarik perhatian banyak orang saat ini" Yan Sin memberikan mencari alasan.
"Lagian Pedang hitam yg sejak dulu tertancap di batu Langit merupakan icon dari Perguruan ini, membebaskanmu dapat membuat perguruan ini murka" Yan Sin menambahkan alasan.
¤hahaha Sepertinya Tak Ada yg mengetahui maksud penempatan batu ini di dekat gerbang perguruan Pedang Kembar¤ nada kesal memancar dari nalar suara pedang hitam itu.
¤Batu bodoh ini merupakan kutukan bagi perguruan pedang Kembar Dahulu tuanku mencoba menghancurkan batu ini, Namun Aku malah tersegel di atas batu bodoh ini. Namun tuanku berpesan bahwa ketika Aku berhasil di tarik maka batu ini akan berubah menjadi Energi Qi Murni dan menjadi hadiah bagi siapapun yg berhasil menarikku¤
"Energi Qi Murni sepertinya keberuntungan besar telah tersenyum lebar padaku" ucap Yan Sin dalam hati.
Lalu Yan Sin memandang Pedang Hitam mengunakan mata batinnya karena Pedang itu di kerumuni banyak pendekar.
"Nak Apa kamu Mewakili Perguruan Elang Putih untuk ikut Berpartisipasi dalam Kontes". Seorang Pria berumur 30an berambut kecoklatan panjang dan cukup tinggi serta memiliki wajah karismatik dengan baju Khas Perguruan pedang kembar membuat Yan Sin Sedikit kaget.
__ADS_1
"Tidak.. Pendekar,, aku hanya datang menonton bersama mereka" Yan Sin menunjuk Ke arah Pendekar Tang Dan yg lainnya.
"Senior Maaf tidak menyambut kalian". Melihat Tang San dan 2 pendekar lainnya Pendekar itu buru-buru kearah mereka diikuti oleh Yan Sin di belakangnya.
"wah Pendekar Randy, sepertinya Tenaga dalammu meningkat banyak. pemuda berbakat memang luar biasa"..ucap Tang San sambil mengangkat tangannya.
"Senior Tang terlalu melebih-lebihkan" Randy sedikit malu-malu.
"Bagaimana persiapan Arenanya" Dango mencoba bertanya.
"Semuanya telah Lancar senior dan telah siap digunakan Besok pagi" Randy menjawab pelan, Rasa syukur terlukis di wajahnya yg berkarisma.
Semua pendekar Tersenyum puas.
"Senior Tang Apa Simon Dan Law tidak ikut kemari" Randy menanyakan Teman Se generasinya.
"Oh kedua Bocah itu yah,, kurasa mereka akan tiba sebentar Lagi bersama Rombongan yg Mewakili Pedang Kilat" Tang san membayangkan Simon dan Law.
"Oh iya, aku hampir lupa Senior Dan Beberapa jam yang lalu baru saja mendaftarkan Muridnya" Randy mengaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Tak ku sangkat Si bayang sial itu akan mengangkat seorang murid" Dango terlihat kesal.
"Hahaha bukankah Dia Pendekar bayangan yg mengalajkanmu 10 tahun Lalu" Tetua Bio mulai mngolok Dango
"Seandainya dia Tak menyama-nyamakan Nama kami, Aku pasti tak akan terbawa emosi dan potensi menangku akan sedikit lebar" Dango mencoba mengingat masa lalu.
"Alasan yg tidak masuk akal" Tetua Bio kembali mengolok Dango.
"Pendekar Dan memutuskan untuk mencari jalan sendiri dan mengikuti Jejak Pendekar Dango, mungkin pertarungan kalian menyadarkannya bahwa dia masih memiliki banyak kekurangan" Tang San mengingat mantan saudara seperguruannya.
__ADS_1
"Dia yah....tiga tahun lalu aku menyaksikan aksinya di desa Meteor, ilmu bayangannya luar biasa, di antara Para Tetua, hanya Si Rambut Emas yg menyadari keberadaannya.
Tang san dan pendekar yang lainnya seakan tak percaya penuturan Randy.