
Tetua Wan dan Tetua Wen yg ada Tadi ikut bertarung, Kini fokus untuk menyembuhkan beberapa murid dan pendekar senior yg terluka.
"Senior,, mungkin ini waktunya untuk memasang dinding sihir, agar menahan musuh sementara waktu". Ucap Tetua Shaman Sambil memainkan spirit pedangnya.
"Kurasa juga demikian" Ucap Kakek Sunan. Ia kemudian Mengeluarkan sebuah dinding sihir.
Dari Arah Selatan Pendekar Jing menghadapi Puluhan Pendekar Level Ahli dan Prajurit.
Pendekar Jing Bergerak dengan sangat Lincah menebas menendang dan memukul lawannya. Sedangkan Pendekar Bai yg tak terlalu jauh dari Pendekar Jing, Terus menebas lawannya sambil berbicara untuk mengompori lawannya. Serangan Capatnya sangat mematikan.
Pendekar Sinta Atau Bunga Bercadar Masih Asik memamerka ilmu pedang bunganya. Susy turut meniru apa yg di lakukan gurunya.
"Kita sebaiknya,, segera melenyapkan mereka" Ucap salah Satu pendekar musuh.
"Baiklah kita serang secara bersamaan" Ucap Seorang Komandan.
SERANGG
Para prajurit menjadi bersemangat saat mereka maju serentak. Namun Hanya menyetor nyawa bagi para pendekar dan murid-murid yg masih bertahan.
Beberapa Murid Pria yg di sebelah utara juga mengalami gempuran yang sama. Beruntungnya Man dan Dale mengunakan jurus andalan mereka untuk menahan serangan. Sedangkan Yg lainnya fokus untuk menyerang balik.
"Mana Bala bantuan,,Jika terus berlanjut jumlah pasukan kita akan semakin berkurang". Ucap Seorang Jendral.
"Benar yang di katakan Jendral Kerjaan Batavia,, Kurasa kita hanya di jadikan Anjing Uji coba" Ucap Seorang pendekar.
SERBUUUUU
Tidak lama setelah percakapan jendral dan seorang pendekar
__ADS_1
Ribuan Pendekar Musuh maju untuk membantu.
Pihak Perguruan Nusantara Kini sangat terdesak Oleh Jumlah dan keganasan para Pendekar Aliran Hitam dari kerajaan Batavia.
"Jendral,,maaf kami terlambat". Ucap salah satu pendekar yg baru tiba.
Gempuran Hebat itu memaksa Murid dan Pendekar Muda untuk mundur kedalam dinding sihir.
Pendekar Vais Kini semaikin Mabuk saat musuhnya bertambah,,,Seorang pendekar Yg tadi mengimbanginya kini mundur untuk memulihkan tenaga dalamnya yg terkuras habis demi mengimbangi kecepatan sang pendekar pemabuk.
Sama Halnya dengan Vais, Gara Juga tetap melanjutkan pertarungan, Jurus seribu pedangnya seakan tak tak tertandingi. Aksinya membuat beberapa pendekar musuh terpaksa meminta bantuan seorang penyihir untuk membuat segel yg membatasi ruang Gerak seribu pedang itu.
Di sisi lain Dango masih terus merepotkan musuh dengan lingkaran ilusinya.
Law di paksa bertahan oleh Beberapa pendekar yg mengunakan Elemen angin tingkat tinggi.
Simon menjaga di luar dinding sihir.
¤Bocah,,biarkan aku ikut bertempur¤.
Pedang Hitam yg tadi hanya diam di dalam jubah Yan Sin akhirnya meluncur keluar dan mulai menebas musuh. Yan Sin Masih tertidur sambil melayang. Tak ada anggota Perguruan yg menyadari keberadaannya.
Kon yg Berada di dada Yan Sin Hanya diam dan menunggu perintah.
Para prajurit tak menyadari jumlah mereka semakin berkurang.
"Berapa lama Bocah ini Membodohi kalian". Ucap Seorang pendekar Master yg baru bergabung.
Pendekar Jin, Pendekar Bai, dan Bunga bercadar memilih untuk berjaga di luar dinding sambil membasmi musuh yg berusaha mendekat.
__ADS_1
Di belakang Pendekar Vais, Pertarungan Combo, sepasang pendekar juga mulai mengundang ke perhatian pasukan lawan, pasalnya jurus pedang keduanya terlihat saling melengkapi, jika satu menyerang maka satunya bertahan dan keduanya bergerak dalam tempo dan irama yg sama. Gerakan mereka hampir serupa dengan tarian dalam sebuah sirkus. Terkadang mereka berpegangan tangan lalu si wanita akan melayang untuk memberikan tendangan dan tebasan yg sangat cepat.
"Jika kita selamat dari perang ini maka aku akan melamarmu di depan para guru dan kakakmu". ucap Randy.
Mendengar itu Wajah Lery jadi memerah, ia sangat tak menyangka, Ungkapan yg paling dia tunggu akan muncul di momen segenting ini.
"Hahaha,, Sebaiknya kau buktikan ucapanmu Nanti", Ucap seorang pendekar bermata elang yg sejak tadi hanya diam, sembil memberikan tekanan kuat untuk melumpuhkan musuh yg menyerangnya.
Menyadari keberadaan pendekar itu, Wajah Randy dan Lery memerah, semerah tomat.
"Jangan, Malu-malu di sini, apa kalian ingin terbunuh, Kembalilah untuk menjaga dinding sihir dan Biarkan aku membersihkan para sampah ini,,,Anggap ini sebagai hadiah pernikahan dariku". Pendekar Owen yg terkenal malas dan susah untuk di ajak serius kini bangkit dan mulai mengeluarkan tatapan mengerikan.
"Tidak Senior, Kami akan tetap membantu". Ucapan Randy terpotong ketika menyadari Tatapan mengerikan dari Pendekar Owen. Siapapun yg melihat matanya akan merasakan hawa membunuh yg berlebihan.
Pendekar Owen adalah pendekar pendiam dan acuh, yg terlihat pemalas. Namun dia merupakan orang yg cukup disegani oleh pendekar lain di Kerajaan Nusan, Hanya Pendekar Rambut Emas yg berani menganggapnya sepele, Namun itu hanya sebatas hubungan persaudaraan yg erat di antara mereka. Berdasarkan Rumur, Pendekar Owen memiliki Pedang yg tak Berwujut, Hanya dengan Pandangan mengerikan dari matanya akan membuat tubuh musuhnya terbelah.
"Sayang Turuti kata-katanya, Aku tak pernah melihat dia se serius ini ketika di perguruan Nusantara". Lery menarik Randy yg masih terdiam.
Pendekar Owen Berjalan Pelan kedepan, hingga sejajar dengan pendekar Vais dan Gara.
Keadaan terdesak kedua pendekar yg sejajar itu kini mulai sedikit berubah akibat tekanan besar dari Pendekar Owen, Karena menyadari keberadaannya para pendekar kuat yg membuat Vais dan Gara tertekan kini memilih sedikit mundur.
Di Dekat dinding Beberapa pendekar Sekutu mulai Mengeluarkan Kekuatan besar untuk menahan Gempuran beaar dari pasukan musuh.
"Inikah Kekuatan dari Seorang yg melegenda". Gumam Gara dalam hati.
"Hey nak,,Perhatikan Lawanmu saat dalam pertandingan,, jangan Mengingat Ular cantik itu terus menerus". Teriak Pendekar Owen untuk mengingatkan Gara yg kini di serang oleh beberapa pendekar.
"Kalian Mengira bisa menang dariku, Hanya dengan Dinding sihir selemah ini". Ucap Gara sambil menambah jumlah pedangnya.
__ADS_1
Para pendekar musuh mengira Gara lah yg terkepung dalam dinding sihir tapi kenyataannya Itu malah menguntungkan Bagi Gara.