PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
27. BABAK MENDEBARKAN.


__ADS_3

Babak Ketiga Akhirnya selsai, Menyisahkan 62 peserta yg akan bertanding di babak ke empat.


Karena matahari masih tinggi maka panitia melanjutkan pertandingan babak selanjutnya.


Pertandingan di awali dengan kemenangan manis dari Toni.


Sementara Ley Harus berkerja keras sebelum akhirnya menaklukan peserta dari Perguruan Raja kelelawar.


Dian dari perguruan Dewi surga memperoleh kemenangan telak dari seorang pemuda yg berasal dari pedang kilat.


Pertarungan yg menyita perhatian adalah Mat dari perguruan Harimau yg berhasil menang tipis atas Mex dari perguruan Lembah setan. Mex pada awalnya mendominasi pertandingan namun kalah stamina dan akhirnya terkapar tak berdaya.


"Sinta Dari Perguruan Air Abadi vs Yuni dari Perguruan Dewi Surga" Bima memanggil kedua peserta.


Sesaat setelah Bima memulai pertandingan kedua peserta bergerak sangat cepat bahkan hampir tak bisa di lihat oleh penonton yg besiknya bukan pendekar Ahli.


Jurus demi jurus di lancarkan keduanya tak ada yg memberi kesempatan pada lawannya untuk mengambil momentum.


"Yun cepat kalahkan dia". Bety yg dari kursi penonton mencoba mengamati namun malah membuyarkan konsetrasi Yuni.


SWAAAT.


Sebuah pedang yg terbuat dari air menghantam keras di punggung Yuni,,menyebabkannya terlempar keluar arena.


"Pemenangnya Adalah Sinta". Bima mengumumkan sambil berlari melihat kondisi Yuni.


"Bagaimana keadaanmu Nak,?". Tanya Bima pada yuni.


"Aku baik-baik Saja",,,, Yuni membalas pelan. "sepertinya saudari Sinta sengaja tak mengeluarkan tenaga dalam yg kuat agar aku tak celaka". Ucap Yuni dalam hati.


"Baiklah,,mari kita ke Peserta selanjutnya Erik dari Perguruan Bulan Sabit vs Coi dari Pedang Api".


Kedua peserta pun masuk kedalam arena lalu saling membungkuk untuk memberikan hormat.

__ADS_1


"Mulaiiii"


"Jurus Pedang Sabit". Erik Mengeluarkan jurus Andalannya.


"Jurus Pedang Api". Coi juga melancarkan serangan.


Keduanya bergerak Sangat lincah. Meraka memainkan pedang masing-masing dengan sangat terampil. Seluruh arena seakan di penuhi bayangan mereka yg saling menyerang satu sama lain. Tak terasa waktu hampir 20 menit,,Keduanya sudah di penuhi dengan luka.


Coi mengeluarkan tenaga dalam yg tersisa"Jurus Bunga Api". Melihat itu Erik Juga mengumpulkan Sisa-sisa tenaga dalamnya. "Jurus Cajaya Bulan".


DUUUMMM


Ketika cahaya dan percikan api bertemu dan meledak Cahaya menyilaukan memenuhi Seluruh Arena dan keduanya terlempar dan tak sadarkan diri.


"Apa yg terjadi,,,,siapa yg menang?". Tanya seseorang dari kursi penonton.


Bima memeriksa kondisi kedua peserta.


"Para juri Keduanya tak dapat melanjutkan pertarungan atau pun Dapat berlaga di babak selanjutnya. Tubuh dan tenaga dalam mereka sangat lemah. Butuh 2 minggu untuk pulih kembali". Bima menjelaskan pada juri dan seluruh penonton.


"Saya pendamping Dari Perguruan Pedang Api,, Memberi hormat pada dewan dan para tetua yg menjadi juri,,karena telah berlaku adil...Namun Perguruan kami tak ingin mengajukan Calon lain". Ucap Seorang Pendekar Yg Berumur 50an Dengan Pakaian serbah Merah layaknya Api yg membara.


"Saudara Tom sangat bermurah hati". Nona Mey tersenyum ke arah Pria yg menjadi pendamping Perguruan pedang Api,,,jelas mereka saling memgenal.


" Saya pendamping dari perguruan Bulan Sabit,,, Terima kasih atas perlakuan adil para juri,,Kami tak Akan melanjutkan atau menunjuk calon lain dari perguruan kami,,,ini merupakan pengalaman yg sangat berarti bagi Murid-murid kami". Mendengar itu semua Juri tersenyum dan mengangguk ke arah Pria yg menjadi pendamping perguruan bulan sabit..


"Saya rasa kedua belah pihak telah sepakat,,,Jadi mari kita lanjutkan pada sesi berikutnya". ucap Bima.


Pertarungan selanjutnya Di menangkan oleh Ali dari Tapak Langit.


Lalu selanjutnya Dimenangkan oleh Ulid Dari Elang putih.


Gino Dari perguruan Raja Kelelawar menunjukan aksinya dan berhasil menang dengan sangat cepat.

__ADS_1


Tiga Perwakilan kerajaan juga melaju ke babak selanjutnya.


Empat peserta mengundurkan diri sebelum bertanding,,mereka mempertimbangkan luka dalam yg cukup parah di pertandingan sebelumnya.


Total 27 peserta berhasi melaju ke babak selanjutnya tersisa Lian dan Nining dari perguruan Lembah Setan yg harus memperebutkan satu tiket untuk melaju ke babak selanjutnya.


"Lian dari pedang kilat vs Nining dari Lembah Setan, kedua peserta di persilahkan untuk maju ke depan".


"Mohon bimbingannya kak". Lian Memberi hormat pada Nining.


Gadis berambut hitam dengan panjang sebahu itu hanya membalas dengan senyum dan memberi hormat juga pada Lian.


"Tetua Sio cucumu itu harus melawan cucu dari tetua Xing". Tetua Shaman mengingatkan tetua Sio.


"Benarkah,,,Nining..Harusnya aku sadar Bahwa mereka memiliki kemiripan". Tetua Sio mencob membandingkan Tetua Xing di masa muda dengan Peserta yang akan menjadi lawan Cucunya.


"Kak Tang,,,Bagaimana menurutmu. apakah Lian Punya kesempatan untuk menang?". Law bertanya sambil memandang ke arah Lian.


"Pertarungan di mulaiiii". Bima membuka pertandingan.


"Langkah Malaikat, Jurus Pedang bayangan, Jurus Pedang Setan". Nining Melangkah cepat seolah ia menghilang dari pandangan.


Lian Memejamkan Mata lalu mencabut pedang putihnya dan mengalirkan tenaga dalam yg cukup kuat,,."*Tebasan Pedang K*ilat".


Nining tiba-tiba menghentikan langkahnya. Sebuah angin yg berbentuk pedang muncul secepat kilat.


"Jurus Pedang Iblis". Nining kembali melangkah cepat dan mengeluarkan aura berwarna merah pada pedangnya.


Lian berlari mengelilingi Arena lalu Menghimpun tenaga dalam. "Jurus Pedang Halilintar," Pedang Lian mengeluarkan aliran listrik.


Seolah dalam hitungan yg sama keduanya melemparkan serangan dari jurus mereka berdua.


TRAAANNNNGGG

__ADS_1


Keduanya terlempar mundur. Sebelum Mencapai tepi arena,, Lian menancapkan Pedangnya. Sebaliknya Nining Masih Berdiri Tegak.


__ADS_2