PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
47. AMUKAN SANG PEMABUK.


__ADS_3

Pagi ini begitu hening,,tak ada suara butung seperti biasaya Matahari yg baru terbit seolah memerah di arah timur.


Nagin, dan Nona Mey Menuntun para penduduk untuk Mengingalkan Dinding sihir dan menuju kedalam hutan.


Para pendekar melangkah ke arah timur.


¤Bocaaaahh¤ Yan Sin Terjatuh dari pohon saat Suara pedang hitam di otaknya,,Kitab Hitam di dadanya ikut terjatuh. Saat kakinya menyentuh tanah,,Kedua tangan menjepit Kitab Hitam.


WHUUUUSSSS.


☆UAHHH,,tidurku sangat nyenyak,,Petapa,,, apa itu kamu,,Mengapa tubuhmu kembali ke masa Remaja☆ Ucap Kitab itu dalam fikiran Yan Sin.


¤Ternyata begitu yah cara membuka kitab Tak berguna ini¤


☆Apa kau bilang,,Tak berguuunaaa,,Pedang kotor sepertimu,,Tak Akan mengerti dengan Kehebatanku☆


^^Bertambah lagi, Benda mati yg akan Merepotkan kita Bos^^.


☆Burung cerewet,,cepat Diam Atau aku akan mengurungmu Sampai mati☆


¤Aku akan memotongnya¤


☆Petapa,,Mengapa merekrut para Sampah ini,,Saat aku Tertidur lelap☆


"Halo,,Namaku Yan Sin"


☆Jadi Kamu keturunanya yah,,Coba kulihat apa yg terjadi selama aku tertidur☆Kitab itu Membuka Halaman.


☆Hmm,,,Jadi begitu Yahh☆


^^Bos,,Kita sudah di tinggal oleh yg lain,,cepatlah bergegas^^.


"Benar,,Aku penasran dengan perkembangan Latihan teman-teman yg lain,,Kitab aku ada urusan mendesak kita akan bicara setelah urusan ini selesai".


☆Baiklah,,Sebagai perkenalan,,biarkan Aku tinggal di dalam kepalamu☆


¤Buku sialan Apa tujuanmu¤

__ADS_1


☆Diam,,Aku tak bicara denganmu☆


"Selama tak merugikanku,,maka lakukan sesukamu".


Kitab Itu pun menjadi angin lembut lalu masuk kekepala Yan Sin.


Kon membesar lalu terbang saat Yan Sin telah berdiri di punggungnya.


"Adik Hen,,Kurasa, Bukan Hari ini mereka menyerang" Kakek Sunan Berkomentar saat matanya tak melihat satupun Musuh.


"Senior, Sepertinya anda Salah,,Menurut penglihatanku Jumlah Mereka Lebih dari 10 Ribu orang"..


"Apaa??,,Untuk menghadapi kita yg hanya berjumlah puluhan orang mereka sampai Menurunkan 10 ribu pasukan,,tapi mengapa aku belum melihat satu orangpun" Ucap Tetua Kakek Sunan.


"Kurasa mereka tak meremehkan kita,,karena Ratusan pasukan yg dulu di kirim hampir habis di mangsa oleh sesuatu". ucap Kakek An.


"Jumlah mereka terlalu banyak" Kakek Sunan kembali berkomentar.


"Aku mulai bersemangat" Ucap salah satu pendekar.


"Dengar semuanya,,Di medan perang hari ini,,kurasa Dinding Sihirku tak berarti jadi berhati-hatilah".


"Mereka Datang" Ucap Seorang jendral.


"Parah Sampah pengecut ini menyerah juga Rupanya". Kepala Pendekar level Master jatuh dari tempatnya saat ucapannya selesai.


Pendekar Vais yg sejak tadi Menahan diri, Mengeluarkan Tekanan kuat di tambah dengan bau arak yg membuat orang banyak pendekar dan Prajurit tak berdaya. Gerakannya seperti orang mabuk tapi tetap bergerak secepat kilat.


Puluhan Pendekar Level master tak bisa menahannya.


Aroma darah bercampur dengan aroma arak yg membuat banyak musuh memuntahkan isi perut mereka.


Kakek Sunan dan yg Lainnya Masih bingung melihat tingkah Pendekar Vais.


"I ituuu Pendekar Pemabuk" Ucap Salah Satu pendekar musuh.


"Menurut Rumor Dia Akan Mengamuk sampai musuhnya habis,,setelah Emosi dan kejiwaannya di kendalikan oleh araknya".

__ADS_1


"Bodooh itu hanya rumor cepat kepung dia"


Puluhan Pendekar Level Master Mencoba melumpuhkan dia namun hanya di bereskan dengan satu Tebasan.


Dua Pendekar Level Legenda menyerangnya Bersamaan. Namun Hanya di balas dengan Semburan Arak dari mulutnya yg membentuk Pisau air dan Membuat Dua pendekar lawan terlempar mundur.


"Gila,,dia Masih bisa bermain dengan araknya di tengah Gempuran dua Pendekar" Ucap Jendral musuh


"Jangan biarkan hidup,,Dia akan menjadi ancaman besar bagi kita nantinya". Seorang Pendekar Tua dengan Jubah Merah memberi perintah.


Saat 5 pendekar Legenda Mati-matian mengimbangi Amukan Pendekar Vais. Para prajurit malah menyerang pasukan perguruan Nusantara.


"Jurus Tangan iblis" Seorang pendekar menyerang dari belakang. Sebuah Tangan besar kemerahan mengarah pada Vais. Bersamaan dengan itu 4 pendekar Lainnya menyerang dari sisi yg berbeda. Parahnya Seorang yg menyerang dari atas mengunakan sebuah Jurus dengan bentuk kaki besar yg siap menginjak vais 3 lainnya mengunakan tebasan pedang. Hal itu membuat Pendekar Vais terdesak dan tak bisa menghindar.


BUUUUMMM


"Mati juga pemabuk Sialan itu". Ucap seorang pendekar yg menyerang dari arah atas. Di depan mata mereka tubuh Vais Meledak Menjadi Air Arak.


Air yg berserakahan di tanah tiba-tiba membentuk Bola air lalu membesar dengan cepat,, Bola Air itu memberikan tekanan mematikan yg membuat musuh tak dapat bergerak.


SHAAT SHAAT


sebuah Tebasan besar membuat 3 kepala musuh terpisah dari leher mereka dan melayang dalam bola air. Sementara tebasan satunya berhasil membelah dua Musuh yg menyerang Vais dari atas. Sedangkan yg menyerang dari belakang kesulitan dalam bernafas. Bola airpun pecah dan Vais muncul sambil mencekik leher lawannya.


"Huk Huk, Aku tak pernah Mencari masalah dengan Perguruan kalian di Kerajaan Borneo, Huk Huk Kalian malah Membunuh Saudara-saudaraku dan masih punya nyali untuk mengancam kami Huk Huk". Vais yg mabuk mengeluarkan tatapan mematikan Lalu Sebuah Aura putih dari tangannya menyedot darah musuhnya sampai habis. Kemudian melemparkan Mayat di tangannya ke arah musuh yg sejak tadi gemetar ketakutan melihat aksinya.


"Huk Huk,,Siapa lagi,, Huk,,Majulah bukan kah tadi ada yg mengatakan kami pengecut,,Huk Huk".


Seorang Pendekar Berjubah Ungu Melompat Kearah Vais Lalu melepaskan tendangan yg membuat Pemabuk itu terpental mundur.


Law Terbang mengunakan Sayap merahnya dan melepaskan puluhan anak panah.


Simon Mengayunkan pedangnya yg besar dengan kecepatan kilat membuat banyak prajurit terpotong setengah badan.


Bima Dan jaka menyerang dengan Kombinasi Cahaya dan Angin.


Kekuatan Bima dapat menyilaukan musuh, sementara Jaka mengunakan sayatan Angin tajam yg mengorok Leher Para musuh.

__ADS_1


"Serang Bocah yg sedang tidur sambil melayang itu" Ucap salah satu prajurit.


Puluhan Prajurit berlari Kerah Bocah yg sedang tertidur itu.


__ADS_2