
^^Boss kecil....ingatlah Niat Awalmu.. jgan larut dalam emosi Atau kita akan mendapatkan Sedikit kesusahan melawan semua pendekar ini^^...Kon mencoba memberi nasehat pada Yan sin melalui Fikiran...
Burung kecil,,,sombong juga kmu,,,,Pikirmu mudah melawan semua pendekar ini ucap Roh pedang itu Dalam fikiran Dalam fikiran Kon dan Yan Sin. ^^Pedang bodoh,,Aku adalah Elang Perkasa,,jdi jgan menyebutku kecil^^Kon kesal dirinya di sebut burung kecil. Dia Memberiku nama Bara,,,karena Bara semangat yg berlebihan saat jiwaku menebas banyak musuh ,,jadi berhenti memanggilku pedang Bodoh atau aku akn mencabuti semua bulumu jelekmu itu. Terlihat Keduanya masih mempermainkan Kolo Sambil berbicara mengunakan Nalar.....
"Hehe Aku tak Emosi kok hanya kakiku saja yg sedikit kram dan susah di gerakkan"...Yan Sin tertawa kecil seolah tak terjadi apa-apa namun Semua orang tau bahwa suasana hati bocah kecil ini berbeda.
Yan Sin Duduk di pojok arena ia terlihat mulai rileks..ia kini hanya menikmati tingkah konyol Kon dan Bara.
Melihat Murid Perguruannya yg terdiam mematung Tetua Xing Langsung melompat ke Dalam arena.
Yan Sin Tak bergeming dari duduknya.
Kon terbang ke sisih arena sementara pedang hitam masih asik mempermainkan Kepala Kolo...
Tetua Xing hendak menyerang Yan Sin yg masih Duduk tenang di sudut arena. Namun tertunda karena Tang San, Simon dan Lawran Melompat ke sisi Arena bersaman...
Tetua Hen juga terbang ke arena,,di susul oleh Pendekar Vais dan Pendekar Owen.
Menyadari itu Tetua Xing membatalkn niatnya. Ia hanya mengunakan sebuah jurus dan tiba-tiba ia menghilang dan muncul ke di depan Kolo lalu memegang Pedang hitam. Seketika Tangan Tetua Xing seolah Tersambar petir hitam lalu perlahan menyerap Kekuatanya. Tetua Xing mengeluarkan Seluruh tenaga dalam untuk melepaskan diri. Pedang hitam pun terpental dan hampir mengenai pipi Kolo sebelum mencapai kerumunan penonton Pedang Hitam kembali terbang kepungung Yan Sin.
Melihat kejadian itu Pendekar Vais melangkah maju kearah Tetua Xing dan mencoba mengalirkan Tenaga dalamnya untuk menolong Tetua Itu yg sejak tadi Merintih kesakitan.
"Nak cepat panggil Mao Sun untuk keluar,,,Aku tau dia bukan pengecut" Tetua Hen mencoba menekan Yan Sin dengan Aura hebat yg memancar dri tubuhnya. "Aku tau Hanya dia yg memiliki ilmu Tinggi untuk menyembunyikan Auranya". Tetua Hen Mulai mengendurkan Tekanan Auranya pada Yan Sin.
"Maaf Kek Aku tak tau apa yg kakek maksud" jawab Yan Sin Pelan.
Tetua Hen mengamati Wajah Yan sin. "Anak ini jelas memiliki Aura Petapa Gila,,,namun Wajahnya menunjukan ia memng tak mengenali Si tua gila itu... Atau Aku mungkin Terlalu merindukan kunjungannya". Tetua Hen Membayangkan wajah Petapa gila.
__ADS_1
Puluhan Pendekar tiba-tiba meloncat Ke arena.
"Hey Bocah cepat serahkan Pedang itu" ucap salah satu dari pendekar itu.
Yan Sin Hanya diam.
Kembali puluhan Pendekar memamasuki Arena.
Sebagian Besar Mulai menyerang Yan Sin sebagian kecil mencoba menangkap Kon Namun Serangan mereka yang mereka arahkan pada Yan sin di tahan oleh Tiga Orang dari pedang Kilat.
Tak tererasa Sepuluh Arena mulai di penuhi lautan Pendekar.
"Kon....Bara ayo Cari jalan Agar kita dapat meninggalkan Arena Kontes ini bahkn Perguruan ini". Yan Sin Melirik Kon.
"Jadi Bos Kecil mengizinkan ku Berubah"...
"Tapi Gimana cara mnghadapi Pendekar Sebanyak ini??" Kon Mulai Resah.
Beberapa Menit kemudian Pertarungan tak terbendung lagi....
"i i ini kan ikatan pertarungan" Kakek An berkomentar terbata-bata.
"Bocah apa yg coba kau lakukan,,jangan bilang ingin melawan mereka semua" Pendekar owen merespon Tingkah Yan Sin.
Yan Sin Hanya diam,, Sementara Kon dan Bara,,,mulai aksi memukau Mereka dengan Cepat. Sementara Yan Sin Hanya memberikan Arahan pada Kon dan bara dengan Nalar dan berbicara melalui fikiran,,, tetapi Arahan yg diberikan Yan Sin membuat Semua serangan Efektif dan berhasil melumpuhkan beberapa pendekar.
"Konnnn..Bara...cepat mendekat Kemari". ucap Yan Sin tergesah-gesah.. Keduanya pun mulai mendekat.
__ADS_1
"Terpaksa Aku harus mengeluarkan ilmu itu atau aku tak dapat menahan diri lebih dari ini dan akan menimbulkan Ribuan korban jiwa yg tak bersalah". Ucap Yan Sin dalam hati.
"Teleportasi Ganda".
.
Yan sin menghilang seketika bersama kon dan Pedang Hitam.
"Mana dia,,,mana dia" Semua mata Mencari Bocah Berwajah bayi itu...
Tang San, Simon,Lawran, Pendekar Vais, Tetua Hen, Dan Owen yg membatu melumpuhkan Beberapa pendekar,,, Juga berusaha mencari Yan sin.
Tetua Xing Masih bergetar,,tubuh besarnya Seakan menjadi seperti karet. Sementara Kolo tak dapat bicara badannya membatu celananya mulai berbau pesing atau Air kencing. Tenaga dalamnya terkuras habis. Sarafnya rusak. Di perkirakan dia tak akan menjadi pendekar normal lagi. Rambutnya seperti Pepaya Labo-Labo atau pepaya yg hanya di kupas tak beraturan. Rambut kulit rambut kulit rambut kulit rambut kulit seperti itulah keadan kepala Kolo.
Randy, Lery dan Seorang Dari peserta, ikut masuk ke arena.
"apa yg ingin si jaka itu lakukan,,,,Dia pikir, menghadapi pendekar tahap master itu semudah melawan Peserta Kontes" Sinta berbicara pada seorang peserta dari Perguruan Bunga Es
Tetua Sio yg hanya diam tiba-tiba melompat ketengah arena kontes membuat bumi bergetar hebat..
Nona Mey Juga mulai melayang ke arah arena.
Pendekar Bertopeng, Tetua Shaman dan Kakek An hanya diam menonton.
"Siapa yg masih Ingin Berperang mari kita lanjutkan" Tetua Sio berteriak cukup kuat. beberapa pendekar menelan ludah.
"Tetua Sio Jgn memperkalut masalah ini" Nona Mey mencoba menenangka Tetua Sio.
__ADS_1