
"Tidak Ku sangka Lily Sudah mencapai Level itu". Owen memandang Lily penuh rasa kagum.
"Kamunya saja yg tak pernah ada waktu buat melihat kemampuannya". Kakek An memberi tangapan,,,wajahnya penuh semangat. Ia merasa puas akan pencapaian Lily. "Ternyata perhitunganku memang tidak salah,,,anak itu sangat berpengalaman dan memiliki wawasan serta ilmu yg mempuni. jika Wasit tak bertindak,,aku tak yakin Lily memiliki stamina yg cukup untuk mengimbanginya". Kakek An merasa bersyukur.
Pertandingan kembali di lanjutkan, Satu persatu peserta mulai menjunjukan kemampuan terbaik. Pertandingan Lily Dan Jaka memotivasi peserta lain.
Pertandingan ke dua Mimin berhasil memperoleh kemenangan dari seorang pemuda wakil Perguruan Pedang Kembar. di susul Lian yg berhasil menang setelah berhasil membuat seorang perwakilan Pedang Api menyerah.
Jony dari Air abadi beruntung bisa lolos, tapi Tubuhnya penuh Luka.
Dale Dari Laba-laba Merah Berhasil menundukkan Lawannya dengan sangat cepat.
"Wang An dari Pedang Kembar vs Jio dari Perguruan Raja Kelelawar".
"Itu dia Perdekar muda berbakat dari pedang kembar". Ucap seorang pendekar.
"Pertandingaaaaaannn dimulaiiii".
"Jurus Kelelawar" Jio menghilang tiba-tiba,,tersisa Beberapa kelelawar yg berterbangan ke segala sisi arena. Wang An hanya diam menutup Mata,, tangan kirinya masih di dalam saku,, tangan satunya memegang pedang kemudian ia meningkatkan tenaga dalam pada pedangnya lalu menghentakkan kaki ketanah. Tiba-tiba seekor kelelawar yg berada di belakang Wang An, terhempas ke sisi arena. Perlahan kelelawar itu berubah menjadi Jio.
"Aku tak boleh kalah di sini" Jio kembali berdiri. "Spirit Kelelawar kluarlah". Bayangan Seekor kelelawar Besar muncul di atas Jio. "Racun Semu". Jio mengeluarkan Asap raxun dari lenganya lalu spirit Kelelawarnya bersiap melahap Wang An.
Wang An berkonsetrasi penuh lalu Tangan kirinya meraih pedang kedua di pinggangnya.
"Langkah Malaikat, Tarian pedang kembar, jurus pengabungan pedang". Wang An bereaksi cepat menghindari asap racun lalu melancarkan serangan. pedangnya menyatu dengan sempurna lalu ia mengeluarkan tebasan panjang ke arah Jio.
Spirit Kelelawar milik jio berusaha menghentikan tebasan dari pedang gabungan Milik Wang An.
"Kapan Anak ini masuk Level Master Tingkat memahami pedang". Tetua Shaman cukup terkejut melihat aksi Wang An.
__ADS_1
DUAAARRR
Jio Terlempar keluar arena. Spiritnya tak sanggup bertahan lama saat menghadang Tebasan Wang An.
"Wahhh tahun ini sungguh mencetak pendekar-pendekar muda berbakat,, belum genap 20 tahun tapi sudah mencapai tahan Master,,Sungguh Generasi yg bagus". Ucap Tetua Sio.
"Wang An Di harapkan tetap di arena, menunngu keputusan juri" Bima menahan langkah kaki Wang An yg hendak Meninggalkan arena.
"Setelah bermusyawarah para juri sepakat Wang An lolos ke dalam posisi 8 besar". Pendekar Vais mengumumkan keputusan juri.
Wang An memberi hormat pada para juri lalu melangkah menuju tangga.
Pertandingan selanjutnya menampilkan Halim dari pedang Api yg berhasil menang dengan cepat. Kemudian di susul oleh kemenangan Ali Dari Tapak Langit.
"Paman Tang"..Tang san kaget bercampur bingung.
"Paman ini aku Yan Sin,,,ku ingin menyampaikan sesuatu tapi paman harus tetap menoleh ke depan sambil berbicara pelan". ucap Yan Sin.
"Paman Aku menemukan sesuatu yg jangal dan banyak Hawa membunuh yg bersembunyi di kerumunan penonton". Yan sin berbisik pelan pada Tang San.
"Benarkah,,, Namun kenapa Aku dan para tetua tak menyadarinya". Tang san bingung.
"Kurasa mereka mempunyai trik untuk menyembunyikan hawa membunuh itu". Yan Sin kembali berbisik.
"Apakah ada orang lain yg mengetahui hal ini nak" Tang San bertanya dgn suara sedikit keras.
"Tau apa?? kak" Simon bertanya pada Tang San,,,"Bu bukan Apa-apa". Tang san menjawab cepat.
"Kurasa Kakek dgn rambut emas itu sedikit menyadari ini tapi tak berani mengambil resiko,,,mungkin mengkhawatirkan para peserta" Yan Sin yg memakai jubah dan Topi hitam dari ayaman bambu melirik Kakek an. "Kurasa Ada Ancaman besar yg bersembunyi dalam bayang-bayang". Yan Sin menambahkan.
__ADS_1
"Apa sebenarnya yg mereka inginkan?,,,dan kenapa mereka hanya diam saja" Tang san mulai gelisah.
"Kurasa Mereka menunggu sesuatu" fikir Yan sin.
"Paman Aku tak ingin Menarik perhatian dan menyebabkan masalah lagi,,Aku permisi dulu". Yan Sin membungkuk memberi hormat lalu menghilang.
"Baiklah Mari kita Lanjutkan pertandingan berikutnya".
"Dian dari Perguruan Dewi Surga vs Wati dari perguruan Harimau".
"Itu Gadis yg memiliki jurus pedang angin sama dengan Jaka". ucap seorang pendekar.
"Spirit Harimau mengamuklah". Wati langsung inisiatif menyerang duluan.
"Tidak sabaran yah,,,Apa kamu ingin cepat kalah?"...Dian menghunuskan pedang ke arah wati."Akan ku kabulkan keinginanmu".
"Langkah malaikat, Jurus pedang Angin , Jurus Badai Pisau". Dian Bergerak gesit dia melancarkan serangan dari segala sisi. tangan kirinya melempar pisau-pisau kecil yg membentuk badai, sementara tangan kanannya terus memaikan pedangnya dengan lihai.
"Jurus Pedang Pembunuh". Wati mencoba menahan Serangan pedang Dian,,sementara Spirit Harimaunya mulai tak bisa mengimbangi Badai pisau milik Dian.
"Aku menyerah". Wati mengambil keputusan cepat setelah menyadari Dirinya mulai terdesak.
"pemenang pertarungan ini Adalah Dian Dari Dewi Surga".
Pertarungan selanjutnya di menangkan oleh 2 perwakilan kerajaan yaitu Suman dan Susy. Sementara Pangeran Nara harus bersusah payah Mengeluarkan Tenaga dalam yg banyak untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.
Toni Mewakili Perguruan Semeru berhasil lolos babal selanjutnya,,begitu juga Rivalnya Ley.
Perguruan Sinta dari Air Abadi juga berhasil menyusul Jony yg terlebih dahulu lolos ke babak sealanjutnya.
__ADS_1
Juri juga mengumumkan seorang Perdekar bayangan untuk Melaju ke 8 Besar dia adalah Man murid pendekar Dan.