
Yan Sin Melangkah Ke arah kerumunan. "Nak Coba Kemari". Kakek An memanggil Yan Sin. Semua orang bergeser dan memberi Yan Sin jalan. Ia bertingkah Seolah Tak tau apa-apa.
"Nak Apa kau tau dari mana asalmu". Kakek An berbisik
"Saya Tidak terlalu ingat,,Tapiiiiii". Yan Sin Pura-pura berfikir. "Kalau Tidak salah di Pintu gerbang Desaku tertulis Nipa-Nipa". Gumam Yan Sin Pelan namun tetap Dapat di dengar oleh Seluruh pendekar.
π±π±π±π±π±π±
Seluruh pendekar senior Hampir mati mendengarnya.
"Di mana posisimu Saat Meteor jatuh". Giliran Tetua Sio yg bertanya. Tapi Yan Sin Hanya mengeleng.
"Apa Kamu yg merusak Kristalku" Tetua Shaman ikut bertanya. Yan Sin tertunduk lalu mengeleng
Kon dan Bara tertawa sambil mengejek di dalam fikiran Yan Sin.
"Ingatan Anak ini masih Belum Stabil jadi tak bisa mengingat segalanya,,umurnya mungkin Baru 6 atau tujuh tahun saat meteor itu jatuh". Kakek An Mencairkan Suasana.
Nagin Menatap Yan Sin dengan sangat serius. Dialah yg Tau jelas umur Yan Sin.
"Nak apa kamu mengenalnya" Kakek SunAn yg Melihat Tingkah Nagin langsung bertanya.
Yan Sin yg mengetahui isi fikiran Nagin mengunakan Nalarnya untuk memberi tau agar tak bercerita tentang Dia Namun Nagin Terlanjur Bicara.
"Dia yg merubah wujudku" Ucap Nagin Spontan Berharap Yan Sin Akan berhenti di tanya.
π±π±π±π±π±
__ADS_1
Kembali Seluruh pendekar senior hampir mati mendengar itu.
"Di Di Diaaaaaaaaaaa?" Tetua Hen pingsan Mendengarnya dialah yg Paling mengetahui Petapa Gila dan juga mengetahui Ilmu-ilmunya.
"Mao Sun Berhenti berpura-pura dan cepat jelaskan semua kejadian ini"
**hahahaha, Bod doh,,,Aku telah Lama mati, Hanya Rohku yg kutitipkan Pada anak ini,,Karena dialah Anak yg diramalkan**. Yan sin hanya diam Saat Roh Petepa Gila menjelaskan keadaan.
"Berhenti menipu kami, Kau jelas Penya ilmu Pemindah Jiwa, Ilmu pengatur jiwa dan beberapa ilmu lain untuk mengambil alih tubuh Orang lain yg sekarat". Ucap kakek An
hahaha,,Rembut emas,,kau benar-benar tak berubah masih keras kepala seperti dulu,,,aku tak butuh kepercayaan kalian hahaha****
ROOOAAAARRR
Bocahh sudah lama aku tak menyapamu.
**Nak Gunakan Darahmu untuk membuka Segel kitab-kitab itu** Roh Naga itu tertidur kembali.
"Siapa sebenya Anak ini?" Tanya Kakek SunAn dalam Hati. Dia masih Engan mendekati Yan Sin
"Roh Naga" Tetua Hen yg terbangun dari Pingsannya langsung menyadari kehadiran Roh Seekor Naga.
"Baiklah kurasa aku tak perlu menyembunyikan apa-apa lagi dari kalian,,,Aku sudah cukup yakin dengan kebaikan hati semuanya yg menganggap aku dan Nagin sebagai keluarga". Yan Sin Mencoba mencairkan suasana yg sangat tegang. Para pendekar Kini sedikit lega melihat raut wajah Yan Sin yg malu-maluππ.
Yan Sin Membuka Topi bambunya,,Wajahnya masih Terlihat imut layaknya Anak kecil yg berusia beberapa tahun namun Tetap terlihat tampan hidung Mancung,,Alis tipis yg sidikit panjang dan runcing, Bulu mata agak panjang serta mata hitam pada kedua bola matanya terlihat lebih Kecil dari pada mata hitam manusia pada umumnya.
"Namaku Yan Sin,,nama ini adalah Hadiah Terakhir dari kedua orangku,,,Umurku 3 tahun 2 bulan 10 hari 15 jam 20 menit 55 detik saat ini".
__ADS_1
π²π²π²
Semua mulut terbuka lebar mendengar Penjelaaan Yan Sin.
"Ibuku Meninggal karena tekanan meteor Aku berusaha keluar sendiri,,karena Ibuku sudah tak bernyawa saat itu,,Ayahku hanya Menatapku heran lalu berpesan beberapa kata kemudian menyusul ibuku yg terlebih dahulu pergi". Yan Sin Berhenti Sejenak untuk mencari tempat bercerita yg pas.
"Dari Mana Anak ini bisa tau tentang itu,,Apa si petapa gila yg memberitahunya" hati Kakek An di penuhi banyak pertanyaan.
"Kakek Guru memindahkan Roh dan ingatan Kakek Naga padaku,,Lalu dia melakukan hal yg sama pada tubuhnya Saat Dia menyadari tubuhnya yg telah sakit sejak dulu mulai sekarat". Yan Sin Memandangi para pendekar dan penduduk yg kini mengelilinginya,, Semuanya terlihat sangat penasaran dengan lanjutan cerita Yan Sin
"Tu Tunggu dulu Nak,,Dimana Meteor, Tubuh Kakek Gurumu dan Tubuh Naga itu?. Kakek Sun An Sangat antusias.
"Ituuuu,,Kakek Guru dan Kakek Naga yg menghancurkan Meteor itu dan mereka menghadiakannya padaku, Hal itu membuat tubuhku Tumbuh lebih cepat dari Manusia pada umumnya, Abu dan Tulang Kakek Guru,, Ku kuburkan Di Tempat kesukaanya Sedangkan Tubuh Kakek naga Berubah menjadi cahaya". Yan Sin Memanipulasi sebagian Cerita,,ia ingin di anggap orang biasa yg sederhana dengan kekuatan biasa juga. Ia sengaja menyembunyikan Kebeneran tentang Meteor yg di hancurkannya serta Tubuh atau Jiwa Naga Hitam yg tertidur di punggungnya.
Yan Sin Melirik Kon,,Elang itu langsung Terbang Dan berubah menjadi Elang Perkasa yg sangat Besar. Semua orang kembali dibuat kaget.
"Dia Sama dengan Nagin,,Mereka sudah ku anggap bagian dari Tubuhku"
Β€Bocaahhh jangan lupakan Aku" Pedang Hitam Meluncur dari balik jubah Yan Sin lalu berputar-putar Di udara. Semua orang kembali kaget apalagi Simon yg sangat menyukai pedang itu.
"Maaf aku hampir lupa,,,Aku Membebaskan pedang yg terbang ini. Dia dan elangku Adalah pelindungku,,Aku Sangatlah lemah jadi nyawaku tergantung mereka berdua". Yan Sin Berusaha untuk merendah dan menunjukan sisi lemahnya.
"Terus bagaimana caramu menjinakkan dia dan membebaskan Pedang Hitam Itu" Simon buru-buru bertanya sebelum Yan sin kembali bercerita.
"Kurasa mereka menyukai darahku,,,Hal ini juga menjelaskan Kasus Putri Sara". Yan Sin tersenyum pada Sara yg sejak tadi memeluk lengan Kakek SunAn.
"Aku Minta Maaf soal Kristal Guru Shaman,,kurasa darahku tak cocok dengan Kristal itu. Untuk pertempuran Di perguruan Pedang Kembar itu adalah ulah Pedang hitam,,,Sedangkan Aku hanya bersembunyi ketakutan". Yan Sin membungkuk Pada tetua Shaman.
__ADS_1
"Baiklahhhh,,,karena Dia,, kini merupakan salah satu keluarga kita, Kuharap semuanya memahami keadaannya serta Kalian harus menjaganya,,Dan Untuk Kedepannya semua Guru harus mengajari dia,,,Aku tak ingin Bocah ini terus berlindung pada pedang, burung atau bersembunyi dibawah ketiak Guru dan seniornya". Kakek SunAn Memandang semua pendekar baik murid junior, senior maupun para Tetua.