
Bima Mengeluarkan sisa Tenaga dalamnya lalu membuat tebasan Cahaya. Kakek sepuh yg di penuhi keriput di wajahnya terlempat mundur.
"Bodoooooh,,apa kalian ingin aku segera mati yah,,,mengapa tak membantuku". Orang tua itu Mengunakan tongkatnya untuk membuat tubuhnya kembali berdiri tegak.
Bima Mengatur nafas tubuhnya yg penuh luka,,Perlahan cahaya muncul di luka-lukanya kemudian sembuh tak berbekas,,hanya menyisahkan darah di bajunya.
Pendekar yg mengunakan panah hendak kabur tapi langkah terhenti oleh tebasan pedang hitam, yg di tahan mengunakan Busur panahnya.
KRAAAKK.
Busur itu Retak, tak kuasa menahan tekanan Pedang hitam yg sejak tadi terus menghimpun Kekuatan dengan menyerap roh yg di tebasnya.
Pedang hitam kembali menyerang Pendekar Pemanah.
Pedang Hitam ibarat bara api sekali menyala akan sangat susah untuk padam sampai ia berhasil membakar seluruh targetnya.
Pendekar Panah itu mengunakan kedua tangannya untuk menahan pedang Hitam namun tekanan yg di berikan oleh pedang hitam membuat Lengan dan leher pendekar pemanah itu jatuh ketanah.
Dua Pendekar sisanya di sibukkan dengan Topi Bambu yg Terus mengeluarkan Api dan petir secara bersamaan.
Pendekar berkumis yg menyadari tekanan api dan petir itu mendorong Kakek berambut putih yg botak atasnya.
"Bajingan Sialaaaannnnnn". Ucap Kakek itu Saat tubuhnya terkena petir dan Api hitam.
Pendekar berkumis tebal itu berusaha kabur,,Namun Nasibnya malang karena jatuh dalam Sebuah Lubang yg di penuhi mayat,,,Pendekar itu Hendak bangkit tapi tekanan Gravitasi pada lubang itu terlalu mengerikan.
Bima tak Menyadari Apa yg terjadi ia terus fokus pada penyembuhan Luka dalamnya.
Pedang Hitam Tak berhenti di situ. Ia kembali menyerang Kakek tua yg tersisa.
"Lubang Kematian,,Tertutuplahhh". Yan Sin Kembali Ke atas pohon.
Pedang Hitam Terus membully Kakek Tua itu.
"Bocahhhh sialan Kukira kau pendekar Suci yg murni,,ternyata menyimpan Pedang Terkutuk seperti ini". Kakek itu memaki Bima, ia mengira pedang hitam adalah milik bima.
SHHHHTTTT.
__ADS_1
Pedang hitam menebas kuat membuat tongkat kakek tua itu terpotong, Pedang hitam masih terus berputar di udara lalu mengeluarkan tebasan Jarak jauh,,Sebuah Bayangan hitam bergerak cepat ke arak kakek tua itu.
Kakek itu menahan dengan sisa Tongkatnya namun Tongkat itu hancur dan jari kakek tua iti terpotong habis. Kakek itu mundur beberapa langkah dengan sangat cepat ke arah Bima.
Pedang Hitam Langsung Menghilang.
Bima yg Sejak Tadi Fokus kini membuka mata karena menyadari ada sosok yg mengarah padanya.
Spontan Bima Menarik kembali pedangnya Lalu menebas leher kakek tua itu. Bima Mengira kakek itu hendak Menyerangnya.
Bima Sangat kaget melihat Dua Pendekar yg menyerangnya tadi kini terbaring kaku ditanah.
"Aaaaaapaaaa yg terjadi". Bima mencari Tiga orang Sisanya. namun tak menemukan apapun.. matanya kembali mencari Gerombolan Pasukan yg Tadi siap menyerang. Namun ia hanya menelan Ludah melihat banyak darah dan tulang yg berserakahan.
"Jadi,, Cerita Kuno Tentang Pemangsa serta Penjaga Gunung di hutan kegelapan ini Benar Adanya". Bima Langsung Bangkit.
"Aku Harus secepatnya bergerak, Jika tidak aku mungkin akan bernasib sama dengan Orang-Orang Dari Kerajaan Utara ini". Bima Mengunakan Kekuatan Cahayanya untuk Bergerak.
"Apa kamu sangat menikmati Pembunuhan itu". Yan Sin Melirik Pedang hitam yg baru masuk ke jubahnya.
¤Emmm,,Nak apa kamu tak merasa ada yg aneh dengan Burung bodoh itu¤.
"Tetua,,,Kurasa Burung Besar ini Sedang menjaga sesuatu,,Makannya ia sangat keras kepala". Seorang berjubah Abu-abu Menghampiri seorang pendekar tua.
"Diaaammm,,dan cepat serang,,Burung Ini sudah membunuh puluhan Pasukan kita". Pendekar Tua itu Sangat marah melihat Kon yg terus memangsa Murid-muridnya.
¤Bocahhh Mereka itu dari Kerajaan selatan Perguruan Mereka beraliran Sesat¤
"Aku Tau,,Cepatlah Bantu Kon,,Aku Akan Membantu kalian dari Kejauhan". Yan Sin Keluar Dari lingkaran hitam Lalu Duduk di atas pohon.
"Kon Ini makan Siangmu,,Cepat usir mereka". Yan Sin Melempar setetes darah ke mulut Kon.
Mata Burung Elang Itu Mengeluarkan cahaya,,Rasanya Kon Sedang Melayang di atas awan.
Tubuh Kon Sedikit bertambah besar.
^^Bos Coba lihat otot Dadaku,,Sekarang Aku mulai Terlihat Seperti Monster Elang Perkasa yg Dewasa^^. Kon Bergaya layaknya binaragawan yg memamerkan ototnya
__ADS_1
¤Burung Bodoh jangan Sok narsis,,,Cepat bereskan mereka dan jangan Lupa Gunakan Nalar untuk berbicara,,,Atau aku potong lidahmu jika mengeluarkan suara¤
^^Dasar iri,,,El el el^^. Kon memainkan lidahnya untuk mengolok Pedang Hitam.
Para Pendekar yg sejak tadi melihat tingkah Kon,,Sangat kebingungan. Sedangkan Pendekar Tua yg di panggil tetua Merinding Ketakutan menyadari Perubahan Aura Burung itu di tambah lagi Sebuah sosok haus darah yg mengintai dari kegelapan hutan.
"MUNNNNDURRRRR"
Pendekar Itu mengunakan Seluruh Kekuatannya untuk Kabur. Sementara beberapa pendekar master dan Murid masih kebingungan, Namun tetap Menuruti perintahnya.
SHHTTT
Pedang Hitam terbang dan meluncurkan serangan,,Beberapa murid dan pendekar yg Di barisan belakang menjadi korbannya.
"Baraaaa biarkan mereka pergi,,,Ku yakin Mereka tak akan berani menginjakkan kaki di hutan ini lagi dengan kekuatan sekecil itu". Ucap Yan Sin Menghentikan Aksi Pedang Hitam.
¤Hmmm,,Sama sekali tak asik menyisahkan Hidangan Siang Seperti itu¤.
"Sudalah Ini sudah masuk waktu sore,,Kita kembali untuk melapor dulu".
Kon Masih Memamerkan Otot dan sayapnya yg bertambah besar,, gayanya Mirip Orang yg baru selsai melakukan latihan keras,,Ia menatap setiap inci Tubuhnya yg bisa terlihat.
¤Bocahh,, coba lihat tingkah burung bodohmu itu,,Seperti Kerasukan Banci kaleng saja¤.
"Hahaha,,,Bukan kah dia Terlihat lucu". Yan sin tertawa keras.
^^iri....iri....iri^^
"Sudah...sudah jangan memulai pertengkaran lagi,,,Kon Beri aku satu lembar bulumu". Yan Sin Menghilang dari atas pohon dan muncul di punggung kon lalu mencabut sebuah bulu kemudian melemparkanya ke udara.
"Jurus Perubah Wujud". Bulu yg terbang keudara berubah menjadi Seekor Burung Elang.
"Ayo kita kembali Ke dalam Dinding sihir dulu".
^^Bos...Bosss,,,Kapan Aku bisa menjadi seperti Nagin^^.
¤Burung Bodoh jgn bermimpi ketingian¤
__ADS_1
^^Pedang Kotor,,cobalah Jujur,,kamu juga ingin berubah berbentuk kan..kan..kan^^.
Yan Sin melompat Turun saat hendak memasuki diding sihir dan kon berubah menjadi kecil.