
Ucapan Tang San membuat Para Tetua dan Pendekar Senior terdiam.
"Dari mana anak ini mendapatkan ide sebagus itu,,Apa dia Sedikit belajar ketika di luar sana" Ayah Tang San Bergumam dalam hati.
"Maaf jika ideku kurang baik". Tang San tertunduk malu.
"Buka itu maksud Kami,,,Menurutku ini akan menjadi nama yg Akan membawa perubahan besar di dunia persilatan". SunAn membuka suara.
Dango, Tetua Bio dan Bima langsung Memeluk Tang San.
"Tang Sejak kapan otakmu bisa se encer ini". Tetua Bio Memijik kepala Tang San.
Pendekar Vais Masih sibuk memandangi Nona Mey. Nona Mey sendiri sibuk mengosip dengan Bunga bercadar.
Simon dan Law Asik membagi cerita pada para juniornya.
Randy dan Lery Membuat Masakan bersama.
Pendekar Dan serta Beberapa pendekar melakukan latih tanding.
"Aku sedikit keberatan dgn istilah Tetua,,,,Bagaimana kalau kita mengunakan istilah Guru murid,, kakak adik dan Sesuatu yg bernuansa kekeluargaan". Penyihir Tua itu menambahkan.
"Aku Setuju,,,Tapi Kak Sun tolong jangan pelit Ilmu yahh" Tetua Sio Mencoba Mengoda Penyihir Tua itu.
Setelah menyepakati beberapa hal Rapat kecil itu akhirnya selsai.
Semua orang mulai di sibukkan kembali dengan aktifitas membangun.
"Siaaaagaaaaa" Penyihir Tua berteriak sangat Kuat.
Para pendekar menjadi waspada.
Simon Menarik Maju paling depan di ikuti Pendekar Dan yg bersembunyi di bayangan Simon.
__ADS_1
"Ada Dua Mahluk yg berhasil menembus dinding sihirku" Ucap Penyihir Tua SunAn.
Seorang bocah Yg diperkirakan berumur 12 tahun Mengunakan Pakaian serba hitam dan Burung Elang yg bertenger di bahunya melangkah pelan menuju arah mereka.
"Hey nak apa kamu Kawan atau Lawan". Simon Menancapkan Pedang besarnya ketanah.
" A aku hanya ingin mencari makan". Yan Sin memegang perutnya,,Ia pura-pura Lapar untuk menenangkan keadaan.
"Ayah,, Itu burung Yan Sin" Lian Menunjuk Burung di bahu Yan Sin.
Seluruh mata memandang Burung itu dan Beberapa orang langsung Teringat Sosok Yan Sin. Namun Dia Sedikit lebih tinggi dan wajahnya yg samar-samar dari Balik Kain hitam tranparan terlihat sangat jauh berbeda dengan Yan Sin sebulan yg lalu.
"Nak Siapa Namamu". Tang San ingin Memastikan.
"A Aku lupa". Ucap Yan Sin
^^Namanya Yan Sin,,,,Yan Sin^^. Kon Memperkenalkan.
"Ayahh,,benarkan itu Burung Yan Sin dia sesekali dapat berbicara". Lian Berlari Menarij Tangan Yan Sin.
"Jurus Apa yg di pakai anak ini untuk membuatnya tumbuh secepat itu dalam sebulan". Tetua Shaman membandingkan Yan Sin sebulan lalu dengan Yan Sin yg di hadapannya.
"Jadi tak ada sedikitpun niat jahat dalam hati anak ini,,membuatnya sangat mudah menembus dinding sihirku". ucap Penyihir SunAn dalam hati.
"Lian Berhenti". Tetua Sio Memandang Yan Sin.
"Nak Aku akan memberimu makan asal Kau mau jadi salah Satu murid di perguruan kami ini". Tetua Sio Menatap Serius. Yan Sin Hanya menganguk.
"Adik Sio apa maksudmu menerima murid baru,,coba gunakan matamu,,Anak ini Hampir tak Memiliki Tenaga dalam". Tetua Tang memperingatkan.
"Senior Jangan memandang buku dari Sampulnya" Kakek An yg berada di dekat Lily memandang Tetua Tang.
"Kak Yuan,,,Aku pernah bercerita tentang Bocah yg melukai Tetua Xing di Arena Kontes bukan?"..Tetua Tang Mengangguk. "Dialah Orangnya". Mata Tetua Tang seakan keluar.
__ADS_1
Tetua Tang Menggunakan Langkah Malaikat untuk mendekati Yan Sin.
"Kakek Tua Apa yg Kau inginkan" Tetua Shaman dan Pendekar Vais Kompak berteriak hal yg sama.
"Ayah,,Jgn menguji Anak itu".
Beberapa pendekar berusaha menghentikan Langkah Tetua Tang Namun tak bisa mendekati. Tetua Sio Hanya memegang kepalanya. Kakek An menutup mata.
Tetua Han Mengunakan Petikan Gambusnya untuk menekan gerakan Tetua Tang. Namun tak berefek sedikitpun.
"Hey Nak Kau Harus jadi muridku". Ucap Tetua Tang yg tiba-tiba muncul di belakang Yan Sin.
Lian sangat kaget. Sedangkan semua Yg melihat kejadian itu dan berfikir buruk pada Tetua Tang,,Kini mulai menarik nafas legah.
"Tua Bangka itu hampir membuat Jantungku copot". Ucap Tetua Shaman.
Yan Sin Hanya diam.
"Tang Yuan,,Jgn pilih kasih pada murid-murid nantinya,, Aku ingin Seluruh Murid baik Junior maupun senior Belajar tentang seluruh kemampuan kita meski hanya dasar-dasarnya". Penyihir Tua yg tadi hanya melihat aksi Tetua Tang Kini membuat keputusan baru.
"Lery Cepat sediakan makanan untuk Murid Baru ini".
"anak itu terlihat cukup Tampan,,tapi mengapa dia mengunakan topi bambu seperti itu yah" Nona Mey masih memandangi Yan Sin. "Mungkin dia Pemalu". Bunga Bercadar menebak sifat Yan Sin. "Aku lebih suka wajahnya sebulan lalu yg mirip seperti bayi". Nona Mey mengingat wajah Yan Si sebelumnya. "Kak Mey menurutku anak ini masih imut,,yg membuatnya berbeda cuma pipi tembemnya dulu yg hilang".
"Semuanya berkumpul,,,,ingat besok semua Murid Junior akan menjalani latihan berbeda dan Untuk yg senior masih harus membantu dalam Pengerjaan Beberapa bangunan, Tetua Tang, Tetua Shaman dan Aku akan Pergi mengambil Beberapa Kita Rahasia". Penyihir SunAn membagi tugas.
Lily, Jaka, Wang An,Toni, Ley dan beberapa pendekar muda menghampiri Yan Sin untuk berkenalan. Dian, Mimin dan QiQi asik bercerita Tentang beberapa Jurus silat.
"Nagin Pasti akan Suka berada di sini" Ucap Yan Sin dalam hati.
¤Aneh Juga bocah-bocah ini,, baru kenal sudah bercerita panjang lebar padamu¤
^^Manusia Memang sulit di pahami^^
__ADS_1
"Kalian berdua Diamlah,,terutama Kon,,Kmu belum Bisa membedakan Mana ucapan hati dan mana ucapan yg keluar dari mulut".