
Nara memandang seluruh wajah yg hadir di pagi ini, Namun Tak Menemukan wajah Adiknya. Matanya mulai Basah dan ia menjadi lemas. Gara mendekati ponakannya yg terlihat tak bersemangat.
"Coba Jelaskan Apa sebenarnya yg terjadi"
"SENIOORRRRRR".
Belum selsai Kakek SunAn Bertanya Dua Tetua kembar berlarian Menghampiri kerumunan.
"Senior,,Tuan Putri Hilang" Ucap tetua Wen. Mendahului kakaknya yg juga ingin berkata sama.
"Apaaaaaa" Kakek SunAn Mulai Marah. "Siapa menjaga semalam cepat".
"KAKAAKKKK,,,,PAMAAAAN" Gadis Cantik yg mengunakan gaun kerajan dan Rambut hitam panjang menjatuhkan gelas di tangannya lalu berlari memeluk Kedua keluarganya.
Semua Mata melongo melihat gadis itu😲😲😲,,bukan karena kecantikannya tapi karena Gadis itu sebelumnya sangat kurus dan pucat.
"Hey Kembar apa obat mujarab apa yg kalian gunakan untuk menyembuhkan putri". Kaken An Bertanya dengan nada tegas.
Kakek SunAn, Tetua Tang dan yg lainnya kini memandang kedua tetua kembar itu. Tetapi Keduanya Hanya diam, Mereka berdua masih sangat kaget.
Gara Memeluk erat kedua ponakannya. Ia tak menghiraukan Setiap kata yg terucap.
Setelah beberapa menit Keadaan menjadi tenang. "Sejenak mari kita kesampingkan Urusan obat ini dan mari kita bahas masalah utama hari ini,,,Tapi sebelum itu Mari kita Sambut Tiga Keluarga Baru kita, Namun untuk Gadis cantik satu ini,,tolong kalian pahami keadaannya yg sedikit berbeda". Kakek SunAn Mengelus rambut Nagin. "Dia adalah keluarga sekaligus tamu kita jadi perlakukan dia dengan baik".
Pendekar Vais melambai pada Nagin, Namun Lambaiannya terhenti Saat Nona Mey Menarik telinganya.
Nenek Kio membungkuk lalu memperkenalkan diri. Tangan Kanannya mengengam tangan seorang anak kecil.
"Aku Yakin Kalian Telah mengenal Putri Kerajaan Nusan, Putri Sara". ucap Kakek An. membuat yg lainnya mengangguk.
"Emmm Namaku Nagin Aku Adalah Ras Campuran Monster dan Siluman,,,Aku tak perlu menyembunyikan ini karena Kakek SunAn dan Kakek An serta beberapa Guru telah mengetahui identitasku,,,aku beruntung seorang teman membantuku untuk belajar jurus Perubah wujud,,,,Ku hatap Teman-teman dapat menerimaku apa adanya". Nagin memperkenalkan diri.
__ADS_1
Para tetua saling Memandang.
Banyak yg saling mengobrol terutama para penduduk biasa, Walau demikian mereka tetap tersenyum tulus.
"Itu Adalah Salah Satu Ilmu Milik Petapa Gila,,,ini membuktikan Cerita mistis yg beredar tentang Petapa Gila yg menyelamatkan Dewi siluman Ular". Ucap Kakek SunAn dalam hati.
"Kak apakah ada Ras campuran yg tampan,,,Kalua ada tolong kenalkan Aku". Mimin menarik Tangan Nagin.
"Aku juga" "Aku juga". Para Murid Perempuan Berebut untuk Mendekati Nagin.
"Nona Manisssss,,,,Jika Ada yg secantik Kamu aku juga ingin satu". Ley mengedipkan mata pada Nagin.
"Ele ele,,Kukira Gayamu yg memakai cadar membuatmu tak suka wanita". Toni mengejek Ley. Keduanya saling mengadu kepala.
"Ok Cukup untuk perkenalannya,,,Kita harus cepat menyelsaikan Urusan utama hari ini". Ucap Tetua Shaman.
Kakek SunAn Menggunakan Sihirnya untuk Mengeluarkan Beberapa Kitab yg terbuat dari Kulit Hewan.
"Boleh Kakek Minta sesuatu pada kalian berdua,,Sebagai bayaranya,,kakek Akan Memberikan kalian ini". Tetua Tang Mengeluarkan dua kantong Permen Gula kelapa yg terbungkus dgn Kertas putih.
Kedua Anak itu sangat senang dan dengan cepat Tetua tang mengambil darah kedua anak itu mengunakan sebuah jarum,,Kedua anak itu bahkan tak sadar darahnya di ambil.
Tetua Tang Kemudian mengunakan darah kedua anak itu,,untuk membuka dua kitab berbeda,, yg berada di atas Potongan Pohon menyerupai meja. Sayangnya kedua darah itu tak membuat dua kitab itu bereaksi.
"Apa sebenarnya petunjuk yg kalian dapatkan" Kakek An mencari tau.
Kakek SunAn Hanya Memberikan kertas milik Sang peramal pada Kakek An. Ia tak mencoba menjelaskan.
Kakek An Memutar Otak. "Owen Coba Rangkaikan Makna dari simbol-simbol ini". Kakek An menunjukan Kertas itu Pada Owen. Tetapi Owen hanya mengeleng.
"Senoir An,,, Bisa aku melihatnya". Tetua Hen meraih kertas yg di berikan Kakek An.
__ADS_1
"Dik Apa kamu mengerti maknanya" Tetua Han memegang bahu Tetua Hen.
"Aku tak memahami maknanya tapi aku bisa merangkainya". Ucap Tetua Hen.
"Kalu begitu Coba bacakan Rangkaian katanya". Kakek An bersemangat. begitu juga dengan para tetua lainnya.
"Sebuah meteor akan menimpah sebuh desa. dan Seorang Anak kecil bertempur dalam Kekacauan Kerajaan Nusan". Tetua Hen Menghubungkan beberapa kalimat.
"Petunjuk ini di tulis sang peramal untuk Petapa gila,,,Petapa gila Hilang saat Jatuhnya meteor tiga tahun lalu, Dan petunjuk Lain Seorang Anak kecil yg bertempur" Ucap Tetua Tang.
"Bagaimana mungkin Seorang Anak kecil bisa bertempur" Ucap Kakek SunAn.
"Kakek Aku ingin Belajar Silat" Sara membuyarkan lamunan para tetua yg sejak tadi mencari jawaban.
"Oh yah,,Nak Siapa yg menyembukanmu" Tanya Kakek An. Gadis itu hanya mengeleng.
"Kakek,,,Semalam Aku melihat Seorang Bocah berpakaian serba hitam di tambah Topi Bambu berwarna Hitam memasukkan Setetes darah dimulut Adikku,,Tapi kukira itu hanya mimpi". ucap Pangeran Nara.
"Hahahahaha, Aku tau jawaban teka teki rumit ini" Kakek An lompat ke girangan. Lalu Memandang Tetua Sio.
Tetua Sio berfikir sejenak kemudian ikut lompat-lompat.
Semua orang mengangap mereka aneh
"Mana Yan Sin" Kakek An Bertanya serius setelah berhenti melompat.
Semua Mata mencari keberadaan Yan Sin.
¤Bocahhhh cepat bangun mereka mencarimu,,,jangan mengikuti kebiasaan buruk Si burung Bodoh itu¤
Yan Sin yg membuka mata dan melihat semua orang berkumpul Langsung Melompat turun dari Pohon tempat biasa ia tidur, Kon terbang mengikutinya.
__ADS_1