
Para prajurit Kembali menyerang Gara namun hanya Kembali pula mereka di sapu oleh Ratusan pedang yg seakan menari di udara.
Dua pendekar Level Legenda Terpaksa turun tanga untuk menekan Gara.
"Anak Muda cukup sampai di sini aksimu". Ucap Salah satu dari pendekar itu sambil Mengeluarkan jurus yg dapan membuat dinding tebal yg terbuag dari tanah.
"Hahaha,,Di Luar sana memang banyak pendekar legenda,,Namun Kalian bukan apanya di bandingkan 100 pendekar lengenda di kerajaan Nusan". Ucap Gara.
"Haaah,,Anak ingusan sepertimu tau apa tentang Pendekar Legenda". Ucap Pendekar yg Mengeluarkan Spirit Monster tipe Racun.
"Lautan Pedang". Gara mundur sambil memperkuat Tenaga dalamnya, membuat Pedangnya bertambah banyak.
Di Sisi Lain, pendekar Vais terus bertukar serangan dengan lawannya.
Pada bagian Belakang Simon kini terkepung sendirian, Puluhan Prajurit dan pendekar Level Ahli mencoba menekanya dengan jumlah.
"Kalian Meremehkanku rupanya". Ucap Simon sambil menghindari serangan banyak musuh.
"Baiklah,,Mungkin saatnya serius, Pedang Gaib Membesarlah". Simon mengangkat pedangnya ke langit. Perlahan Pedang itu Seakan Menutupi Cahaya dari atas para musuhnya.
"Apa itu,,Cepat serang dia sebelum pedangnya semakin besar". Ucap Seorang komandan.
Semua pasukan musuh yg berada di dekat Simon Menyerang bersamaan.
"Hmm,,Terimaaaa ini" Simon Merendahkan Pedangnya dan membuat badannya berputar sangat cepat.
WUS WUS WUS
Semakin Lama semakin cepat pula simon berputar. Banyam munsuh yg terpotong menjadi dua. Sementara sisanya melompat-lompat laksana kodok yg di simpan dalam botol,, Hanya dapat melompat tapi tak dapat keluar dari pusaran angin yg tercipta akibat putaran pedang Simon.
"Sialaaaannn Hentikan ini,,,Aku pasti akan membunuhmu setelah ini berakhir Huh Hah Huh Hah". Ucap Pendekar yg berusaha untuk mencari cara agar dapat keluar dari tekanan udara itu.
"Saudara Tang,, Cepat Bantu anak yang lain serahkan Sisanya padaku,,,Kau juga botak,,Cepat bantu Anak-anak". Dango Menahan Serangan seorang Pendekar Legenda dengan pedangnya dan menendang seorang pendekar level Master.
"Baik,,Jaga dirimu" Tang San menurunkan tekan tenaga dalamnya,,Kapaknya yg baru selsai membelah seorang Pendekar level ahli kembali ketangannya.
__ADS_1
"Jangan Sok Kuat,,Awas Saja kalau kau Terluka,, Aku akan mengunduli Rambu Jelekmu itu". Ucap Tetua Bio sambil mengikuti Tang San yg lebih dulu meninggalkan Dango.
"Crewet,,cepat pergi sana". Ucap Dango.
"Meremehkan kami rupanya". Seorang pendekar Level Master Melemparkan Sebuah Pisau yg mengenai kepala Dango.
"Hahaha,,,kekuatan lemah seperti itu,,beri berlaga di depanku". Ucap Pendekar itu.
"Bodohh,, jgn tertipu ilusinya". Ucap Pendekar Lengenda yg tadi bertukar serangan dgn Dango.
"Badai Ilusi". Seketika Dango memperkuat tenaga dalamnya dan membuat sebuah lingkaran Besar.
"Mari kita Lihat siapa yg meremehkan siapa". Ucap Dango.
"Lingkaran Apa ini,,,Bertarung lah secara serius,,,jangan Bermain layaknya Anak kecil". Ucap seorang pendekar.
"Sudah, Kubilang Jangan meremehkan Dia". Ucap Pendekar Legenda yg berdiri di bagian paling depan.
"Terlambat" Dango menghilang seketika.
"Dia di sana,,Cepat bunuh dia". Ucapan salah satu pendekar,,Membuat Pendekar yg Lain menyerbu Dango.
SHAT SHAT
Tubuh Dango terpotong menjadi dua dan kepalanya. mengelinding di tanah.
"Dia di sana,,Sialan itu Hidup kembali". Ucap salah Satu pendekar.
Kejadian itu terulang terus menerus hingga jumlah mereka semakin Sedikit.
"BERHENTIIIII".Teriak pendekar level Legenda itu. "Sudah kubilang Jangan gegabah menghadapi dia, Pendekar ini sangat berbahaya".
"Itu Diaaaa". Bukannya mendengarkan Perintahnya, Pendekar yg Tersisa malah Menyerang Pendekar Level Legenda itu.
"Sialan,,Kalian ingin mati rupanya". Dengan kecepatan Tinggi Pendekar Level Legenda itu Membunuh semua rekannya.
__ADS_1
"Cepat Keluar,,Hadapi aku,,jangan Jadi pengecut". Ucap pendekar itu.
Dango, Tiba-tiba muncul sambil mengeluarkan tebasan jarak dekat.
"Sampai kapan Ilusi bodohmu ini akan bertahan". Ucap pendekar itu.
"Sampai Kau menemui ajal" ucap Dango
Keduanya berpacu dalam Pertarungan hidup dan mati.
UAAAAHHH
Mayat para pendekar dan prajurit Mulai berjalan ke arah pertarungan. Dango mundur dalam kerumunan Mayat hidup itu.
" Hey pengecut, Dari mana kau Belajar ilmu Si iblis Merah". Ucap pendekar itu sambil menebas mayat yg terus menyerangnya.
"Pedang Ilusi" Dango memfokuskan Tenaga dalamnya pada satu titik.
Sebuah Pedang Besar menusuk Jantung Lawan Dango.
Dango melangkah Menuju musuh di luar lingkaran, Di ikut oleh mayat hidup di belakangnya.
"Lingkaran itu iblis itu menuju ke arah kita". Ucap Prajurit yg di luar lingkaran.
"Sampai Kapan Lingkaran itu bisa bertahan" Ucap seorang Komandan.
"Kudengar Di kerajaan Nusan Memiliki Pendekar Ilusi yg di segani, Bahkan Oleh para Pendekar kuat Sekalipun,,,Katanya Jurus miliknya tak memiliki ujung sama sekali,,Dia Sangat berbahaya bagi lawan maupun kawannya" Ucap Seorang Pendekar Master.
"Biarkan Aku yg Mengurusnya,,,Kalian Menjaulah dari Lingkaran itu". Ucap Kakek Tua Sepuh yg memakai tongkat.
"Baik Tetua". Ucap Pendekar level master. "Kalian ikutlah denganku untuk mengurus yang lainnya.
Dari Sisi yg berbeda, Seorang Pendekar Melompat Dengan sangat cepat anehnya setiap dia berpindah dari sebuah bayangan, Bayangan orang itu akan menghilang Lalu tubub pemilik bayangan itu langsung terbakar dan hanya tersisi tulang belulang.
"Apa yg terjadi dengan Mereka". Ucap seorang prajurit.
__ADS_1
"Cepat tangkap orang itu". Ucap seorang pendekar.