PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
9. PENDEKAR KAPAK.


__ADS_3

Kon yg mendarat di hutan Dekat sebuah desa langsung merubah ukuran tububnya mnjadi elang pada umumnya setelah Yan Sin melompat ketanah.


Yan Sin mengeluarkan sebuah jurus membuat kekuatannya yg masih 10% seolah turun drastis menjadi hampir setara pendekar Pemula.


Dalam dunia Persilatan Pendekar dapat di golongkan menjadi 5 yaitu; Pendekar Pemula, Pendekar Ahli, Pendekar Master yang di kenal juga sebagai pendekar penguasa Elemen, lalu Pendekar Legenda. Dan terakhir Pendekar Abadi Atau lebih di kenal sebagai pendekar Dewa, karena seorang pendekar yg dapat menguasai seluruh elemen dapat mempertahankan bentuk tubuh serta dapat membaca isi fikiran orang lain.


Saat Seorang pendekar dapat menguasai lebih dari satu elemen maka saat itu juga ia di akui sebagai Pedekar legenda dan berdasarkan sejarah dunia persilatan baik di kerajaan Nusan atau seluruh kerajaan di Benua Tengah. Pendekar yang mencapai Tingkat ini masih bisa di hitung jumlahnya namun untuk Legenda teratas jumlahnya dapat dihitung dengan jari.


Pendekar Legenda terbagi menjadi 3 tingkat, pertama Legenda Dasar, Legenda menengah dan legenda teratas.


Sampai Saat ini hanya 1 orang yang di akui sebagai Pendekar Dewa. Namun keberadaannya tidak bisa di temukan sampai saat ini.


Pendekar Master terbagi menjadi 2 yaitu Master senjata dan Master Elemen. Master elemen biasanya di sebut penyihir. sedangkan tingkatan master terbagi 2 yaitu tingkat Memahami, dan Tingkat menguasai. Misalnya Seorang yang dapat membuat sihir dengan tenaga dalamnya maka ia berada di tahap memahami sihir dan seorang yg dapat mengontrol sihir sesuka hatinya maka ia telah masuk tahap menguasai sihir. Sementara untuk master Senjata, seorang pendekar yg telah menyatu dgn senjatanya maka ia baru master memahami senjata dan orang yg bisa mngontrol senjatanya maka ia di katakan telah masuk tahap menguasai senjata. contohnya pendekar pedang yg bisa membuat pedangnya terbang.


Pendekar Ahli terbagi menjadi 7 tingkat dan tersusun berdasarkan warna, mulai dari Putih,kuning, hijau, biru, merah darah, coklat, dan Hitam.


Untuk pendekar pemula biasanya hanya orang yang dapat menguasai seni bela diri atau silat maka dia di sebut pendekar pemula.


(alahhhh panjang amat penjelasanya)


Yan Sin berjalan layaknya orang pada umumnya. Tubuh kecilnya seolah terlihat seperti bacah biasa, yang membuat Kon memutar otak adalah tujuan yg di inginkan Bos kecilnya itu. Bukan kah semua Orang akan menaruh hormat pada bos kecilnya jika dia mengeluatkan kekuatan sebenarnya.


"Kon jangan berfikir berlebihan, suatu saat kamu pasti akan mengerti" Yan sin menanggapi isi fikiran Kon.


20 menit kemudian mereka sampai di gerbang sebuah desa. Desa itu cukup besar ada pasar kecil dan ada warung makan di antaranya.


Dalam ingatan Petapa Tua menjelaskan bahwa jika ingin memperoleh informasi tentang dunia Persilatan Maka salah satu caranya adalah berbaur di antara para pendekar dan pendekar biasanya memilih tempat makan untuk membahas masalah dunia persilatan.


Pandangan Mata penduduk desa tertuju pada Yan Sin.

__ADS_1


"Coba lihat pakaian bocah yg membawa burung Elang itu"...


penduduk desa mulai membicarakan Yan Sin. Banyak yg merasa bahwa dia adalah bocah yatim piatu yang bahkan tak dapat membeli baju sehingga terpaksa mengunakan kulit hewan untuk pakaiannya.


Belum sempat Yan Sin menyadari sesuatu yg salah padanya sebuah tangan mungil menariknya sambil berlari.


"Hei bocah imut apakah kau tak punya uang untuk membeli pakaian?" tanya gadis kecil yg merasa dirinya lebih dewasa.


"emm" Yan Sin Jadi serba salah.


Kon hanya memperkuat cengkramannya di pundak bos kecilnya


"Dasar bocah, apakah di usiamu saat ini kamu belum bisa berbicara" Gadis itu Mulai mengomel.


Melihat hal itu Kon tertawa dalam hati. Yan Sin melirik Kon agar tak bertingkah aneh.


"anuu" Yan Sin masih sedikit grogi. berhubung ini adalah kali pertamanya berbicara dengan manusia.


Sesampainya mereka di sebuah toko pakaian Yan Sin di suruh memilih.


Mata Yan Sin tertuju pada pakaian yg serba Hitam.


"apa kamu menyukai yang itu" Tunjuk gadis itu pada pakaian yg sejak tadi di pandang Yan Sin.


Yan Sin hanya mengangguk.


"Aneh sekali seorang bocah sepertimu menyukai warna yg menyeramkan, tapi sepertinya cocok juga dengan warna rambutmu yg sangat hitam". ucap gadis itu pelan.


"Aku ingin yg itu" gadis kecil itu menunjuk kembali pakaian yg di lihat Yan sin tadi.

__ADS_1


"Baik Nona, akan ku bungkuskan" jawab pemilik toko itu.


"Tidak Usah itu akan langsung di pakai oleh dia" gadis itu mndorong Yan Sin. lalu memberikan 2 keping perunggu pada pemilik toko itu.


"ini terlalu banyak Non" kata pemilik toko.


"Ambil saja itu smuanya untukmu dan cepat bawa dia mnganti pakaian karna kami sedang buru-buru" gadis itu kembali mendorong Yan Sin.


Kon terbang kesudur toko, ia mengerti bahwa Bos kecilnya akan mnganti pakaian.


"Lian Apa yg engkau lakukan di sini Ayah mncarimu sejak Tadi" Seorang pendekar dengan Kapak di punggungnya menatap Lian.


"Ayah aku sedang membantu seorang teman" ucap lian sedikit takut.


"Hmm baiklah, lain kali jangan jauh-jauh dari ayah". Lalu pendekar itu menarik Lian.


Lian yang menunggu Yan Sin dari tadi hanya bisa menoleh kearah ruangan tempat Yan Sin menganti baju. Ia berharap bisa melihat Yan Sin terakhir kali.


Yan Sin mengetahi semua hal yang terjadi meski terhalang oleh pintu.


Dalam Warung Makan


"Bukan Kah itu Tang san si Master kapak". seorang pendekar yg sedang menunggu pesanannya menelan ludah melihat Tang San.


"Iya benar itu si pendekar Kapak" seorang pendekar tak bisa berkedip melihat apa yang di saksikannya.


"Hahaha Sungguh luar Biasa bisa melihat seorang Master Senjata di desa kecil ini, Bukankah pertarunganmu dengan Dua pendekar dari Dari Perguruan Raja Kelelwar dan perguruan Lembah Setan baru terjadi kemarin". Seorang pendekar tersenyum pada Tang San.


"Ternyata pendekar Dango mengenalku" ucap Tang san Merendah.

__ADS_1


Keduanya duduk dan tertawa bersama.


__ADS_2