
Kontes Arena Perlahan Mulai di padati kembali oleh penonton,, Gelak Tawa canda dan guraun saling bersahutan. Beberapa pasang mata Menyoroti Tempat para juri berharap Mereka segera tiba.
Setelah 30 menit penonton semua tempat duduk terisi penuh dan Peserta yg sejak tadi menunggu kini mulai tak sabar menunggu giliran sedang mereka yg lolos maupun yg gugur berusaha menyemangati rekan mereka.
"Mari kita lanjutkan Tiga sesi terakhir,,aku yakin semua yg hadir disini mulai tak sabar untuk melihat pertandingan seru ini" Pendekar Vais menerangkan setelah menarik nafas panjang.
"Tinggal tiga sesi,,mengapa tak di teruskan saja tadi,,,kan bisa menghemat waktu sehingga para pememang dapat segera beristrahat dan memulihkan diri " Ucap Pendekar Bermata elang kali ini ikut bergabung di meja juri."Junior Owen memng pandai,,,harusnya Sejak tadi kepandaianmu itu hadir di sini" Kakek An memandang Owen penuh makna.
"Maaf senior Tadi Aku sedang berlatih tanding dengan Tetua Hen." Owen mencari alasan yg di anggapnya masuk akal. "Kau pikir Aku bodoh,,,jika kalian berlatih tanding maka Perpustakaan kuno Pasti Tak sanggup menyembunyikan kekuatan kalian". Kakek An mulai kesal. Sedangkan Pendekar Bermata elang itu hanya menunduk malu-malu.
"Maaf Senior Owen tadi aku yg meminta pertandingan di skors" Nona Mey mengedipkan mata pada Owen." Nona Mey semakin cantik saja serasa kembali menjadi gadis berumur 30an" Owen menangapi Kedipan mata Nona Mey dan menghiraukan tatapan Kakek An. "ternyata Mulit manis Senior owen tetap seperti dulu". Nona Mey sedikit malu-malu. Pendekar Vais menelan ludah melihat tingkah Nona Mey.
"Wati dari perguruan Harimau vs Neni dari Pedang Kilat
"Kak Mat aku pasti menyululmu ke babak selanjutnya" Neni memandang Pemuda dari perguruan Harimau yg sebelumnya menang di sesi ke 45. Lalu perlahan Naik ke Arena 2.
"Lily Cucu dari Pendekar berambut Emas vs Ton dari Laba-laba Merah"
"Akhirnya kita akan melihat aksi dari Cucu Si rambut Emas" seorang Di dekat Yan Sin berbicara pada rekannya mereka terlihat Deg-degkan seolah merekalah yg akan bertanding.
"Soil dri Tapak Langit vs Gen dari Elang putih"
"Coi Dari Pedang Api vs Naim Dari Air Abadi"
Semua pertaruangan sangat menengangkan namun karena di adakan secara besar-besaran membuat penonton sulit untuk menentukan untuk melihat pertandingan yg mana.
Setelah Hampir sejam semua Pertandingan Akhirnya berakhir.
Arena 1 di menangkan oleh Xin dari Pedang Kembar
Arena 2 Oleh Wati Perguruan Harimau yg menang dari pertarungan sengit dengan Neni dari Pedang kilat.
Arena 3 jelas di menangkan Oleh Lily yg tak mendapat perlawanan berarti dari Ton.
__ADS_1
Arena 4 Menampilkan Aksi Saling balas jurus yg berlangsung lama dan berakhir imbang. Namun Soil berbesar hati memberikan kemenangan pada Gen dan Mereka sepakat menjadi saudara angkat.
Arena 5 memberikan kisah yg menyentuh. Di mana Coi yg di remehkan dan di perkirakan tak akan bisa menang bisa menang malah menunjukan kegigihannya dgn bertahan sampai akhir. ia juga menunjukan bahwa tak selamanya api akan langsung padam bila di siram air . Coi berjuang sangat lama meski tangan dan kakinya mulai gemetar menahan serangan,, ia tetap tak gampang putus asa dan setelah ia berhasil menguapkn Seluruh Aura air dari pedang Naim,,ia balik menyerang dan memperoleh hasil yg memuaskan.
Arena 6 Dimenangkan Pemuda dari perguruan Bunga Es
Arena 7 dimenangkan Gadis dari perguruan Gunung siguntang
Arena 8 Dimenangkan oleh Jio dari Raja kelelawar
Arena 9 Dimenangkan oleh Mex dari Lembah Setan.
Arena 10 Dimenangkan oleh pemuda dari Perguruan Tapak Langit.
Sesi Ke 52 Pun berlangsung Cukup lama karena Hampir memakan waktu 2 jam. Hal ini Di sebabkan oleh satu pertandingan yg menegangkan.
Sama Halnya dengan Sesi sebelumnya pertandingan ini memberikan hasil yg memuaskan
Arena 1 Dimenangkan oleh Erik dari Perguruan Bulan Sabit. Erik adalah satu-satunya yg Lolos dari sekian banyak peserta dari perguruannya,,,Erik akhirnya lolos ke babak selanjutnya setelah memperlihatkan Kemampuan silat serta jurus-jurus yg memanjakan mata.
Arena 2 juga menampilkan hal yang sama Rian menjadi satu-satuanyan perwakilan Perguruan Malaka.
Arena 3 Cukup mengejutkan karna Seorang peserta Dari Perguran yg baru dua tahun berdiri berhasil Lolos dgn kerja kerasnya.
"Perguruan Matahari????...sepertinya dalam ingatan Kakek Guru,,,,Nama perguruan itu tidak ada,, apa kakek guru melewatkan sesuatu" Yan sin Berusaha menggali ingatan Petapa Tua.
Arena 4 dan seterusnya juga menghasilkan pemenang yg cukup menarik meski beberapa di antaranya adalah para senior dari perguruan besar yg memiliki umur hampir 20 tahun.
"Predy dari Kerajaan vs Qabil Dari Semeru"
"Akhirnya sesi terakhir di mulai juga,,,rasanya Aku mulai lelah dan butuh istrahat secepatnya" Pendekar bermata elang pura-pura memijat pinggangnya..."Dasar Rubah tua,,,,Aku saja yg sudah renta dan puluhan tahun lebih tua darimu masih bisa menikmati tontonan yg mulai membosankn ini,,tak banyak keluh sepertimu apalagi kmu baru duduk di situ beberapa jam yg lalu". Kakek An mengomeli Owen. Pendekar Bermata elang itu kembali diam ibarat anak kecil yg baru selsai dimarahi ibunya
"Suman dari kerajaan/murid pribadi Pendekar Bai Gon vs Ulid dari Perguruan Elang putih.
__ADS_1
"Saudara Ali,,, itu kah senior yg kau maksud??" Sinta bertanya pada Ali dan Ali hanya menganguk.
"Kolo dari Lembah Setan akan melawan peserta ke 528 atau peserta terakhir,,,peserta ini adalah di rekomendasikan oleh Seseorang tanpa sepengetahuannya sehinga akan sedikit Sulit untuk menemukannya Namanya adalah Yan Sin.
"Siapa orang itu cepat maju penonton sudah tidak sabar melihat pertandingan terakhir ini" Ucap Owen dengan Nada suara mengema.
"Tak perlu menambahkan tenaga dalam pada suaramu,,,itu berisik tau" Kakek An Memarahi Owen.
"Apaaaaa,,,kenapa namaku di sebut" Yan sin refleks...semua orng yg di sampingnya kembali menoleh padanya.
"Orang disini" Sesorang di dekat Yan sin berteriak.
"Hei Bocah bodo cepat maju jgn membuat kami menunggu"
"iya capat cepat cepat"
"Nak tak perlu takut seseorang telah percaya padamu" Pendekar Vais memberikan dukungan.
Terpaksa Yan sin masuk ke arena.
"Hey Rubah Tua apa ini ulahmu lagi yg merekomendasikan anak itu". Kakek An melirik Owen. "Aku saja baru mengenalnya...mengapa senior mengangap itu ulahku"...
"Karena Mata burung di bahu anak itu sama dengan matamu"....
"Alasan macam apa itu...menuduk orang hanya karna mata burung"
"Usir Bocah Busuk itu dari arena ini dia tak akan mampu berdiri di atas arena atau dia malah akan mengompol di arena itu" Tetua Xing dari Lembah Setan marah besar melihat Yan Sin yg berwajah bayi dan semua unsur di tubuhnya yg serba hitam,,,,untungnya Yan sin memiliki kulit putih...jika tidak ia malah akn di sebut Bocah Hitam.
5 menit kemudian seseorang membawah kristal untuk menguji Yan Sin
TIT TIT TIT umur 3 tahun
TIT TIT TIT DUUUUNNKKKKK.
__ADS_1
Kristal itu meledak saat akan mendeteksi kekuatan Yan Sin.