PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
55. PEMBAWA MAUT.


__ADS_3

BAAAAAAAAAAAAAAAAAMMMM.


Ledakan Besar Membuat getaran hebat pada Daratan di Hutan Kegelapan.


¤Bocah,, Cepat bangun Atau Mereka Semua Akan Binasa¤.


Pedang Hitam yg sejak Tadi menebas Prajurit di paksa Mundur ke dalam Jubah Yan Sin.


"Bagaimana ini bisa Terjadi". Guman Yan Sin yg baru membuka mata.


¤Iblis itu sangat Mengerikan,, Dialah yg Memukul mundur Seluruh pendekar Perguruan kita kedalam hutan kegelapan,, Nenek Tua yg Membuat Pelindung di dalam hutan menggunakan Benangnya juga berhasil di kalahkan, Kekuatan Pendekar ini di atas 11 pendekar Dewa lainnya, Belum lagi Gerbang sialan itu yg tak hentinya mengirim monster iblis¤.


"Buku Hitam, Kurasa Sekaranglah Saatnya untuk menunjukan kemampuan yg kau maksud tadi".


Buku Hitam Keluar dari Kepala Yan Sin dan Dengan cepat Mengeluarkan tulisan yg melayang di atasnya.


¤Kakek Guru Mengorbankan nyawanya Untuk Menahan Serangan Kuat dari Musuh sementara Guru Sio dan Diding batunya terseret jauh kedalam Hutan, Sisanya lihatlah sendiri¤.


Kakek Sunan Sempat Keluar Dari dinding batu Bersama Tetua Tang. Kemudian Menahan Serangan Dari Pemimpin Pendekar Dewa. Sebelas Pendekar Lainnya ikut terluka, tapi tetap mencoba Melumpuhkan Bima dan Pendekar Owen yg masih dalam tahap pemulihan karena Serangan Parah, Dari pemimpin Kedua belas Pendekar Dewa.


Ke sebelas pendekar itu cukup kebingungan, Sebab Owen dan Bima Sebelumnya telah Sekarat, tetapi dengan cepat mereka membaik.


Para tetua dan Senior Lainnya gak sadarkan diri dan yg paling mengenaskan Adalah Pendekar Bio yg ikut membantu Kakek An Menahan Sebuah ledakan Besar buatan Pemimpin musuh. Sedangkan Tetua Hen dan Tetua Han Kehilangan nyawa Saat Menolong Pendekar Owen. Begitu Juga pendekar Jing, dia menahan serangan musuh yg mengarah pada Bunga Bercadar.


Pendekar Dan membuat bayangan yg dapat menyembunyikan Keberadaannya dengan pendekar Vais yg sedang memulihkan diri, mereka Tak dapat di deteksi musuh untuk sementara waktu.


"Kita tak boleh menyisahkan seorangpun".


Beberapa Dari mereka melancarkan serangan berupa spirit pedang dan Spirit Burung Api.


"Kemana Mereka"


"Ada Apa ini"


Para pendekar itu bertambah binggun saat Bima dan Pendekar Owen Menghilang dari pandangan Mata mereka.


"Mereka juga Menghilang". Nenek Tua yg memegang kecapi berteriak dalam kebingungan.


Tubuh para pendekar ikut menghilang baik yg masih bertahan maupun yg telah meninggal.


Moster Raksasa Mencoba Memukil Dinding Batu.


"Dinding Batunya juga Lenyap". Melihat dinding itu hilang, Seorang pendekar yg mengalahkan Gara semakin menjadi bingung.

__ADS_1


"Keluarlah" Teriak Salah satu Pendekar.


"Bahor,,apa maksudmu?". Nenek Tua pemilik kecapi memandang pendekar yg baru berteriak.


"Entahlah,, kurasa Ada Seseorang yg menyembunyikan mereka".


Yan Sin Muncul dari sebuah Lingkaran Hitam di tengah Mereka.


"Bocah Busuk,,, mana Para Gurumu" Ucap Nenek Tua Pemilik Kecapi.


"Mengapa Ada anak Kecil Di dalam kekacauan ini,, dan Caranya muncul, bagaikan Pendekar yg mengerti Aturan Ruang".


"Dia Tetaplah Bocah" Pendekar Tua yg mengalahkan Gara menimpali perkatan Seorang pendekar yg mengontrol Gerbang Kematian.


"Guru, Dia yg Tertidur saat perang tadi". Ucap pendekar muda dari Keramaian Pasukan Musuh yg mengelilingi para Pemimpin.


"Kon Bereskan Raksasa itu". ujar Yan Sin dalam hati


^^Laksanakan Bos^^


Kon terbang kearah Monster Raksasa dan berubah menjadi Elang perkasa.


"Tetua,, biarkan aku yg menjadikannya Tahu goreng".


Ketua dari pasukan pertempuran pertama langsung Memgayunkan pedang menuju leher Yan Sin


SHUTT.


"Ke ketua Tewas,,,Siapa Anak ini sebenarnya". Ucap Salah Satu Komandan pasukan.


"itu pedang Milik Sang Penghianat,,


mengapa bisa ada pada Anak itu". Ucap Salah Satu dari pendekar dewa.


"Dia Hanyalah bocah, Cepat habisi dia". Pendekar Dewa yg membuka Gerbang Kematian mengeluarkan Tenaga dalam Tinggi untuk Mengontrol Para Monster.


"Api Hitam Berkobarlah". Yan Sin Membuat sebuah api hitam.


Sebelas pemimpin musuh langsung mundur.


AHHHKKKKKK.


"Toloooooonnnnggg"

__ADS_1


Para pasukan dan prajurit tak dapat menghindari api hitam itu. Mereka Lenyap seketika dan hanya menyisahkan tulang belulang.


Para pemimpin menjadi sangat waspada. Saat menyadari Yan Sin telah menghilang dari pandangan mereka.


"Gelombang Lautan, Petir Hitam". Yan Sin Kembali Mengalirkan tenaga dalam.


Salah Satu pemimpin Musuh, Tak berdaya menerima serangan telak Yan Sin yg muncul tiba-tiba di hadapannya. Pendekar dewa itu menjadi hitam, seperti habis tersengat listrik.


Gelombang air terus bergerak mengejar musuh yg Berusaha menjauh, sementata Petir berwarna Hitam Membuat apapun yg di sentuh Air itu menjadi hancur.


"Anak ini Mengerti Tiga Unsur elemen alam dengan Level yg setinggi ini". Ucap Pendekar yg mengalahkan Gara.


"Lubang Kematian". Sebuah Lubang Hitam muncul Dari Tanah dan Menyedot Banyak Pendekar dan prajurit.


"Apaaaaa?????, Dia Pendekar mencapai pendekar Level Dewa pada usia semuda itu". Seorang Pendekar Dewa memilih mundur.


¤Bocah,,,berikan Aku setetes dan aku akan membalas dendam Tuanku dulu¤.


"Sisahkan Sedikit Untukku,,,Aku ingin Melatih Gerakan Tubuhku". Ujar Yan Sin setelah Memberi Pedang Hitam Setetes darahnya.


☆Nak,, Apa Sebaiknya Kita Melepaskan Mereka☆


"Apa mereka dapat di kontrol"


☆Dengan Roh dan Raga Naga Hitam di punggungmu,, kuyakin Mereka Akan Menurut☆.


"Baiklah,, Tapi jangan Ada kesalah".


Pedang Hitam Kini Beraksi sendiri tanpa Di kendalikan Oleh Yan Sin. Ia Menyudutkan 3 pendekar Dewa.


Tiga Naga Bersayap Keluar dari Buku Hitam dan Membersihkan Para Monster iblis hanya dengan Semburan Api dari mulut mereka. Tak Berhenti Sampak di situ 3 Orang Pendekar dewa di paksa bertahan Oleh Para Naga.


"Sialan,,, Mengapa Bisa ada Naga yg merepotkan Di saat segenting ini". Ucap Nenek Tua Sambil Memainkan Kecapainya. Namun Para Naga Hanya mengaung untuk melepaskan pengaruh Kecapi itu.


Yan Sin Mengunakan Jurus dasar dari Semua Perguruan yg ia Pelajari dari Para Senior Maupun guru.


"Kita Terlalu meremehkannya,,,Hanya dengan Jurus dasar saja bisa mengimbangi permainan pedang dari 5 orang Pendekar Level Dewa". Ucap Seorang Pendekar yg sebelumnya Menghadapi Pendekar Owen dalam pertarungan


"Tenaga Anak ini Tipis, Namun Tak Ada habisnya". Seorang Pendekar Terus Menyerang Menginakan Elemen Tanah.


^^ini pertama kalinya Bos Bergerak dalam pertarungan, Aku juga tak mau kalah^^.


Kon mengibaskan sayap dan membuat angin bertiup kencang. Hembusan Angin Merobek Tubuh Monster Raksasa yg berusaha Menangkap Kon.

__ADS_1


__ADS_2