
Sesi ke 45 mengejutkan seluruh Penonton. Karena terdapat 4 arena yg menampilkan pertandingan yg tidak di sangka-sangka.
Pertama Pertandingan Seorang pemuda dari perguruan Harimau yg menang mudah dari lawannya
Sama halnya dengan perguruan Malaka. Perguruan Harimau juga merupakan salah satu perguruan kecil di kerajaan Nusan.
Kedua pertarungan Susy vs Bety yg dramatis
"jurus seribu bunga" Susy mengeluarkan jurus membuat Bety yg sejak tadi hanya menyerang dgn membabi buta tak dapat mengelak Jurus yg dilancarkan Susy sehingga Bety terhempas ke sisi arena dan memuntahkan banyak darah. Melihat Kondisi Bety yg hampir tak pingsan Panitia lngsung menyatakan Susy sebagai pemenang. Setelah semenit akhirnya sadar kembali. Bety yg kalah telak mencoba menyerang Susy yg sedang lengah karena akan menuruni arena. Bety yg tidak terima kekalahannya dan tersulut api kemarahan tak dapat mengontrol tubuhnya dan hampir jatuh dari arena. Namun Susy malah menyelamatkannya. "uhuk uhuk Aku bukan orang yg suka berutang budi,,sebagai balasannya aku akn melupakan dendam di antara kita" ucap Bety sambil terbatuk. Susy hanya membalas dengan senyum lalu menutup tubuh seksi sambil memperbaiki rambut hitam panjang bety yg terlepas dri pengikat rambutnya dan mulai menaikan bertubuh gadis itu kepunggungnya lalu menuruni arena. Semua orang bertepuk tangan,, "Suuuuiiiit suit".
Pertarungan Ketiga juga tak kalah menghibur.
"Sihir Air" seketika air dari botol yg dibawa oleh Jony membentuk Sebuah bola. Melihat itu Bado mulai waspada.
"Wah penyihir Air rupanya,,pantas mukanya keruh seperti air" Tetua Shaman berkomentar.
Sebenarnya wajah Jony tidak lah keruh melainkan terlihat Teduh namun pengaruh pukulan dari Sinta membuat mukanya terlihat demikian.
Bola air itu kemudian terbang menyerang Bado dari segala sisi.
"Juruk Badak" Bado memperkuat kuda-kudanya Lalu berlari kearah Jony tanpa menghiraukan semua serangan dari Bola Air. "Langkah Malaikat" Jony menghindar dengan cepat. Sebaliknya Bado Malah tak dapat mengendalikan tubuhnya dan hampir terjatuh dari atas arena. "huhh huhh" Bado mengelus Dadanya. "Aman" pikirnya. "Tendangan maut" Tiba-tiba Jony menendang pantat Bado. "Ahhhhhhh" Bado pun terjatuh "Curang".
"Menang Tetaplah menang" Jony melompat-lompat kegirangan.
Terakhir adalah pertandingan Pangeran Nara dan Darel dari Lembah Setan.
__ADS_1
"Jangan kira aku tak berani membunuhmu, meski engkau adalah pangeran" Darel mencoba memprofokasi Pangeran Nara agar ikut Emosi sepertinya.
"jurus Pedang Setan" Darel mengayunkan Pedang Besarnya ke arah Pangeran Nara. Tetapi Nara hanya salto belakang untuk menghindari serangan itu. "Sial,,,bagaimana dia bisa mnghindari jurus pedangku semudah itu". Pikir Darel dalam hati. "Jurus Membelah Bumi". Ia kembali melancar serangan ke arah Nara. melihat serangan itu Nara pun mencabut Pedangnya yg bercorak emas
"Jurus pedang air,,,Langkah malaikat,, dann jurus Tetesan Embun" Pangeran Nara melancarkan serangan dari tiga gabungan jurus. Serangan keduanya saling berbenturan. Serangan Darel seketika hancur sedangkan serangan Pangeran Nara tetap mengarah ke Darel. melihat serangan Nara Darel Mengarahkan pedangnya kedepan untuk menyambut serangan itu. Taaannnnkkkkk...Tangan Darel bergetar menerima serangan itu dan berusaha setengah mati untuk melemparkan serangan itu. Namun belum Berhasil ia lakukan Pangeran Nara kembali menyerang dengan Jurus baru.
"Jurus Tebasan Embun Beku" Pangeran Nara kembali melemparkan serangannya. Saat serangan itu menggapai Pedang Darel. Pedang itu pun patah dan Darah mengucur deras dari tubuh Darel sebelum akhirnya membeku. Darel langsung terkapar pingsan.
"Luar biasa pangerannn" ucap Pria bertopeng emas menyemangati..
"Anak ini Luar biasa dia menguasai Jurua pedang Air khas Perguruan Air Abadi,,dia juga menguasai langkah malaikat dan yg lebih mengejutkan Dia menguasai Dua jurus dari pendekar bertopeng emas" Tetua Shaman memuji Pangeran Nara lalu menoleh ke arah Pria bertopeng yg duduk di jejeran paling ujung. Tapi pria bertopeng itu tak merespon.
"Mari Melangkah Ke Sesi berikutnya" Ucap Pendekar Vais.
Sesi ke 46 berlangsung cepat dan hanya Lian Anak Tang san yg terlihat menarik, Namun Lawannya malah pilih mengalah.
"Siapa Pemuda perkasa itu ia bahkan tak bergerak ketika di serang" penonton mulai heboh.
"Sepertinya dia menutup mata"......
"Apa dia tidur"....
"entahlah kurasa dia hebat sekali".
"coba lihat lawannya sejak Tadi mengayunkan pedang tapi tak dapat menyentuhnya"
__ADS_1
"benar seolah ada dinding tebal yg membungkus tubuhnya"
Penonton bertambah heboh.. mereka mulai saling bercakap.
"Lapisan tenaga dalam yg luar biasa" ucapan Yan Sin membuat mata di sekitarnya Menatap sinis...
"Bocah kecil jgn asal bicara" seseorang meremehkan..
"Anak kemarin sore tau apa sih,,,,**kencingmu saja belum sampai ketanah,,,**sudah sok tau" seseorang menambahkan aksi meremehkan itu.
Yan sin Hanya tersenyum.
BOAAAAAHHHHH.
Pemuda di atas arena yg tadi diam, kini mengerakan tubuhnya lalu menguap dgn mulut terbuka lebar. seketika bajunya sobek.. Tubuhnya yg penuh luka terlihat jelas... otot-ototnya lebih besar dari Tony.. Lawanya pun Memilih menyerah
"Jadi dia orangnya" Tetua Sio memandang Tetua Shaman. sementara Tetua Shaman hanya mengangguk.
"Dia yah yg Di juluki Pendekar Petualang" Nona Mey yg ada di antara mereka mencoba memastikan.
"Aku ingat,,,Sepertinya memang Dia orangnya,,Karena beberapa tahun lalu Aku sempat bertemu dengannya yg baru saja selsai membantai sekelompok Bandit Gunung". Pendekar Vais menjelaskan dgn detil.
Setelah Sesi itu berakhir. Beberapa sesih setelahnya hanya menampilkan pertarungan biasa. dan tak terasa 50 Sesi telah berakhir.
Panitia kembali menskors pertandingan untuk istrahat makan Siang.
__ADS_1
"Bukan kah ini sudah lewat jam makan siang" seseorang memberi komentar.
"harusnya sejak tadi di lakukan donk...perutku mulai terasa sakit" Simon memegangi perutnya..