PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
5. INGATAN I


__ADS_3

Tiga hari setelah peristiwa jatuhnya meteor.


Seekor Burung Elang mengamati dari atas pohon yang sangat tinggi, ia seolah dapat melihat seluruh isi hutan terlebih lagi ia telah merasa lapar dati beberapa hari yg lalu menjadikan pandangannya semakin tajam.


Dari jarak hampir dua kilo ia telah merasakan sesuatu yg mendekat. Elang itu merasa bahwa rasa laparnya akan segera berakhir karna menurut nalurinya mengatakan ada mahluk yg cukup besar dan cukup buat memuaskan perutnya.


Elang yg tak dapat menahan rasa laparnya kemudian terbang mendekati mangsanya namun anehnya ia hanya melihat bayi manusia tanpa selembar kain yang menutupi tubunnya dan ada sebuah cicin yang melingkar di jari kecilnya.


^^Hah bukan kah tadi auranya sangat besar mengapa sekarang hanya bayi kecil ini yg ada^^ gumam Elang itu dalam hati.


^^Tak masalah untuk sementara bayi ini bisa mnjadi mangsaku dan bisa menunda rasa laparku^^ kembali Elang itu bicara dalam hari.


Bukan perkara yang kecil bagi sang Elang berhubung dia telah 10 tahun memangsa semua mahluk yg ada di gunung ini dan hanya seorang manusia yg tak bisa ia dekati apa lagi memangsanya. Elang ini merupakan Elang Mistis yang tingginya hampir lima meter dan besarnya hampir seukuran naga muda.


Dengan sayap perkasanya sang Elang melesat cepat ke arah bayi mungil di bawahnya. Tetapi ia begitu sial setelah berada di jarak satu meter dari bayi itu.


DUAARRRRRRRRR


Elang itu terhempas cukup jauh, tulangnya terasa remuk semua ditambah rasa laparnya yg terangat sangat.


"kamu lapar yahhh,, mengapa tak meminta baik-baik padaku"


Mata elang itu seakan keluar..ia tak bisa percaya ada bayi yg bisa berbicara dan bisa mengerti apa yang ada di fikiraannya.


"Minumlah ini maka rasa laparmu akan hilang"

__ADS_1


bayi itu mendekatinya dan perlahan setetes darahnya mengalir dari ujung jari kecilnya. Seketika Elang itu bangkit dan merasa tubuhnya penuh enegri.


Matanya mengeluarkn tetesan air mata di susul air liur yg keluar dari mulutnya. Ia merasa ini pertama kalinya iya merasakan sesuatu yg sangat nikmat dan ingin slalu menikmatinya namun ia sadar bahwa bayi ini bukan mahluk biasa.


"Aku tau apa yg ada di fikiranmu maka ikutlah denganku dalam sebulan aku akn memberimu setetes. Darahku telah bercampur dgn darah naga sejati sehingga setetes dapat memberimu kekuatan dan tak akan merasa lapar selama setahun". ucap bayi di hadapan elang itu.


Mendengar penuturan bayi itu mata sang elang seolah memiliki bintang berkilauan. Elang itu sadar bahwa ia tak perlu mncari makan selama setahun dan tetap di beri setetes darah setiap bulan.


"Aku belum bisa mengendalikan seluruh kekuatanku sehingga aku hanya mngandalkan ingatan dari kakek guru yg menolongku dan mengunakan sedikit tenaga dari naga yg menolongku untuk memperkuat tulang dan ototku sehingga aku bisa berjalan di umur dua hari."


Elang itu menahan nafas saat mendengar penuturan sang bayi.


"aku membutuhkan bantuanmu agar aku dapat sampai di Gua Cahaya tempat sang Kakek tinggal"


^^Apaaaaaaa Gua Cahaya itu adalah tempat yg sangat berbahaya baik bagiku maupun bagimu^^ ucap sang Elang Dalam hati


^^baiklah aku percaya padamu, tapi sebaiknya aku memberitahumu bahwa sekalipun Aku gagah dan perkasa namun di hutan sana masih banyak yang lebih kuat dariku^^ Elang itu mengingatkan dengan nada pesimis.


"aku memiliki ingatan kakek Guru dan Naga sejati, tetapi jika itu kurang meyakinkan maka aku akan memberitahumu sebuah fakta. Engkau pasti melihat meteor yg jatuh 3 hari yang lalu dan meteor itu menghilang seketika".


Elang itu menganguk pelan.


"Akulah yang menghancutkannya. dan selebihnya engkau pasti tau sendiri khasiat batu meteor"


Whattttt Elang itu hampir mati mendengarnya karna ia melihat sendiri kejadian itu dari radius 5 kilometer dan melihat seekor naga hitam besar tak berdaya menghalau meteor itu.

__ADS_1


"Sudahlah aku yakin kau mulai faham situasiku saat ini". bayi itu mncoba menenangkan sang Elang.


Elang itu akhirnya tersadar bahwa ia bukan hanya berhasil terhindar dari rasa lapar, lumpuh dan mendapat energi baru. tetapi ia juga berhasil selamat dari maut.


"Sebaiknya kita berangkat sekarang sehingga kita dapat tiba di gua Cahaya sebelum matahari tengelam". ucap sang bayi sambil tersenyum.


^^tak mungkin kita sampai di gua cahaya sebelum matahari terbenam, aku pernah mncobanya dan itu butuh sehari semalam^^.


Gua Cahaya memng sangat jauh, mungkin membutuhkan 1 minggu jika di lalui dengan cara berlari mngunakan tenaga dalam namun jika di lalui lewat udara hanya perlu sehari semalam.


"Tenanglah sekarang energimu cukup untuk melakukan itu" bayi itu kembali tersenyum.


Sang Elang mencoba terbang dan ia merasa tubuhnya lebih ringan. ketika ia sedang melihat sayapnya, bayi di bawahnya menghilang seketika dan punggungnya sedikit lebih berat.


"baiklahhhh kita berangkat sekarang".


Elang itu kaget bukan main. bayi yg lebih kecil dari jari kakinya memiliki bobot lebih dari 100 kg.


^^Jika energi yg kudapatkan darimu tidak sebesar tadi mungkin aku tak yakin bisa membawamu ke gua cahaya sesuai waktu yg engkau butuhkan^^.


Sang bayi hanya tersenyum tipis.


Dalam hati Elang itu ia merasa tak akan kesepian lagi mengingat ia akan memiliki teman bercerita nantinya dan ia tak perlu takut pada monster yg dahulu menjadi penyebab ia meninggalkan hutan kegelapan.


"cobalah terbang setinggi mungkin karena Aku tak ingin ada perguruan yg menyadari keberadaanmu maupun keberadaanku"

__ADS_1


^^Akan kuusahakan nak^^. Elang spontan memanggilnya nak. Ia tak sadar bahwa mereka berdua akan menjadi sahabat yg sangat erat nantinya.


__ADS_2