PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
25. SERI


__ADS_3

Satu demi satu pertandingan selsai begitu saja, Banyak pertandingan yg berakhir cepat, banyak pula peserta yg menyerah saat berhadapan dengan peserta Unggulan. Total 132 pertandingan di babak kedua berlalu dengan cepat.


"Demi menjaga stamina para peserta,, Hari ini cukup sampai di sini kita akan melanjutkan babak ke tiga besok pagi" Bima menutup pertandingan Babak ke dua.


"Semoga besok kita mendapatkan tontonan menarik dan mendapat kandidat Generasi terbaik". Ucap Nona Mey.


"Berdasarkan undian yg di tentukan, maka pertandingan pertama akan di awali oleh pertandingan Antara Cucu Senior An dengan Jaka yg lolos seleksi Kristal. Kurasa Besok akan menjadi Awal dari Pertandingan-pertandingan Puncak Generasi Harapan". Pendekar Vais Merasakan sedikit ketegangan.


Malam begitu tenang seakan semua unsur alam telah mati. Hanya rasa dingin dan cahaya bulan yg memberikan kesan hebatnya dunia.


"Cucuku aku berharap besok menjadi awal dari jalanmu menjadi pendekar yg di akui dunia persilatan,,namun bila terjadi sesuatu yg di luar kemampuanmu sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri,, Lily ingatlah bahwa Nyawa lebih berharga dari pada kemenangan". Kakek An mengusap kepala Lily. "Baik kek,,,Aku Akan berusaha agar tidak membuat malu nama besar kakek dan akan berusaha untuk menjaga diri sebaik mungkin". Lily yg berbaring di paha Kakek An menjawab pelan.


^^Bos Kecil aku rasa Ada sesuatu yg jangal di luar sana^^ ucap Kon yg kembali ke bahu Yan Sin.


"Aku juga merasakan hal yg sama,,ini mengingatkanku pada Kejadian 3 tahun lalu ketika Masih di dalam kandungan".


^^Bos aku masih tak mengerti dengan kehebatanmu,,menurutku sangat tidak masuk akal Bayi dalam kandungan dapat merasakan hal seperti itu^^. Kon Berfikir keras atas ucapan Yan Sin yg sering mengaitkan dengan ingatannya dalam kandungan. Yan sin yg duduk di Dahan sambil bersandar hanya tersenyum pada Kon.


"Sebenarnya aku ingin kembali secepatnya Ke Gua Cahaya namun Rasanya Hatiku masih berat meninggalkan Perguruan ini belum lagi Si Hitam masih tertidur". Yan sin Menyentuh Bara dengan lembut.


^^Terserah Bos kecil saja,,,mungkin ini Perasaan kita saja yg sedikit tertekan..Karena banyak Jiwa yg mencari keberadaan kita^^. Kon terbang menuju Atap gedung.


Matahari mulai memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru dunia. Yan Sin yg tersadar Hatinya mulai resah. "Mengapa hari ini Terasa berat" pikir Yan sin dalam hati. ^^Bos kecil Semalam aku mencari tau penyebab ke anehan ini^^. Kon membuat Yan sin terkaget. ^^Banyak Aura hitam yg bersembunyi dalam kegelapan,,,namun aku tak tau apa tujuan mereka^^. Ucap Kon melanjutkan Laporan sebelumnya.


"Kurasa kita Harus melihat langsung pertandingan hari ini". Yan Sin menoleh ke arah Kon yg berada di bahu kanannya.

__ADS_1


"Aku juga harus mengingatkan Paman Tang". Ucap Yan Sin dalam hati.


"Para hadirin sekalian di mohon ketertibannya,,dan Mohon untuk tidak terlalu ribut, karena kita akan segera melanjutkan Pertandingan Babak ke tiga". Pendekar Vais Berteriak cukup kuat,,seolah takut suaranya tak di dengar.


"Terima Kasih Bantuan Senior Vais". Bima memberi hormat pada para juri. "Pertandingan Pertama Lily vs Jaka,,,peserta silahkan masuk Ke Arena". Bima memanggil ke dua peserta.


"Kak Tang Menurutmu Siapa yg akan menang". Simon Bertanya pada Tang san yg sedang bercerita pada Pendekar dango.


"Dasar tidak Sopan,,,Apa kamu tak melihat kak Tang sedang sibuk dengan Pendekar Dango". Law memperingatkan simon.


"Kak mohon bimbingannya". Lily memberi hormat pada Jaka.


"Tak perlu sungkan,,sebenarnya Aku tak ingin memukul wanita,,,namun aku tau Dik Lily sangat kuat dan Kurasa adik akan tersinggung jika aku meremehkanmu". Jaka Langsung mengeluarkan Lapisan tenaga dalam untuk menyelimuti tubuhnya lalu menari Pedangnya. Lily Tersenyum pada Jaka


"Langkah malaikat, pedang Emas pinjamkan aku kekuatanmu". LiLy mencabut pedangnya dan melangkah cepat ke arah Jaka.


Keduanya terpental lalu bergerak secepat kilat sambil saling berbalas serangan.


"Anak ini tidak sesederhana penampilannya,,,menguasai Jurus pedang Api,,Khas perguruan Pedang Api bukanlah kebetulan,,,semoga saja Lily Bisa mengimbanginya". Pendekar Owen Melirik pada Kakek An Lalu kembali mengamati pertandingan.


Terlihat jelas ketegangan di wajah sebahgian besar penonton.


"Jurus pedang Ilahi" Lily mengeluarkan tenaga dalam lalu memfokuskan inti tenaganya pada ujung pedang.


"jurus Perisai baja, Jurus Pedang Angin". Menyadari Tekanan dari pedang LiLy,,jaka langsung mengeluarkan dua jurus sekaligus. "Jadi ini Jurus pedang Pendekar emas yg terkenal itu" ucap Jaka dalam hati.

__ADS_1


Setelah kedua serangan Mereka berbenturan,,udara seakan di serap ke dalam serangan Keduanya.


"Wahhh anak itu juga bisa jurus pedang angin,,sunguh anak yg berbakat" ucap Nona Mey.


BUUUUMMMM


Lily dan Jaka terpental mundur setelah ledangkan besar dari serangan merwka berdua.


"Sepertinya Aku harus menunjukannya disini" ucap Lily dalam hati.


"Gadis Kecil ini Sunguh luar biasa Aku sedikit meremehkannya" Ucap jaka dalam hati.


"Jurus Pedang Api, Jurus Badai Angin**".


"Hei hei kenapa dia bisa mengunakan jurus Badaiku". Toni kaget.


"Jurus Pedang Ilahi tahap Spirit Pedang, Pedang Terbang". Lely mengeluarkan tenaga dalam yg sangat kuat.


"ini Level Master Tingkat menguasai pedang" ucap bima dalam hati, Lalu melirik ke arah juri


"Spirit pedang yg sangat kuat" Pendekar bertopeng berkomentar.


"Spirit itu membentuk Pedang besar,,,sunguh luar biasa". ucap Tetua Shaman.


Pendekar Vais menganguk dua kali ke arah Bima.

__ADS_1


"Cukuuuuuup". Lily dan jaka berhenti mengeluarkan tenaga dalam keduanya memandang Wasit di tengah Arena."Seri" ucap bima


"Semuanya mohon tenang juri dan panitia memutuskan Lily dan Jaka Lolos ke Posisi 8 Besar.


__ADS_2