
Yan Sin Membuka Mata,,Beberapa pendekar senior dan para tetua masih Asik membahas lima kitab itu.
"Dia Sadaaar". Ucap Pria bertopeng emas yg sejak tadi memperhatikan Yan Sin, Suaranya membuat mata semuanya fokus pada Yan Sin.
"Gimana perasaanmu nak" Tanya Tetua Tang.
"Baiiik,,Aku hanya Bermimpi Mengangkap kodok". Ucapan Yan sin membuat yg lain tertawa. Semuanya Larut dalam kegembiraan.
Para penduduk sedang membantu Randy dan pendekar lain yg sedang Bersawah.
Lery dan Nona Mey sedang mengajar murid wanita, cara membuat masakan, sedangkan para murid Pria ikut membantu pendekar Vais dan Pendekar lainnya yg sibuk memasang Atap.
"Kakek masih ingat kan,,sama taruhan tadi". Yan Sin Mengingatkan Tetua SunAn. Kakek Tua itu Tersenyum.
"Apa keinginanmu sebutkan,,jika Itu bisa aku lakukan,,maka dgn senang hati akan kulakukan". Ucap Kakek Sun. Ia berfikir Yan Sin akan memintanya melakukan hal anah.
"Ingatan Roh leluhur,,banyak yg merujul pada kitab,,tapi aku lebih tertarik pada kitab itu,,semoga saja kitab itu yg ada pada Kakek ini" ucap Yan Sin dalam Hati.
"Apaaa Kakek punya Kitab berwarna Hitam?"
"Waduhhh dari mana bocah ini aku memiliki Kitab Hitam,, Hanya aku dan Raja terdahulu yg mengetahui kitab ini,,,Meski Kitab Hitam ini, Tak memiliki Kekuatan Khusus,,Tpi ini peninggalan Leluhur Kerajaan dan mengunakan bahan khusus, bukan Kulit seperti kitab lainnya". Ucap Kakek Sun dalam hati.
"Nak, Aku tak Tau, dari mana kamu mengetahui Kitab ini,,Namun Aku peringatkan,,ini hanya Sebuah buku kuno yg tak berati dan tak berharga sama sekali, Jika ingin Belajar, Kamu dapat memilih Salah Satu dari lima kitab tadi, itu lebih berharga dari pada buku yg tak bisa terbuka". Kakek Sun mengeluatkan Sebuah Kitab berwarna hitam dgn Gambar Sebuah Tangan di tengah pada kedua Sampul depannya.
__ADS_1
"Terima Kasih atas tawaran Kakek,, Aku bermimpi tentang Kitab itu,,Bukan yg lainnya". Yan Sin menegaskan sambil tetap tersenyum.
"Ok,,aku telah mengingatkan,,jadi jangan menyalahkan kakek nantinya". Ucap Kakek Sun. Mendengar itu Yan Sin langsung mengangguk lalu menerima kitab itu dari Kakek Sun.
"Kakek,,Aku juga ingin bebas Keluar dan Menjaga Dinding Sihir".
"Baiklah,Tapi sesekali Kamu harus menerima Ajaran ilmu dasar dari Para Guru". Kakek Kon merespon permintaan Yan Sin dan di balas dengan anggukan kepala
"Senior Semuanya, Aku permisi dulu" Yan Sin Membungkuk lalu berlari ke sebuah pohon dan melompat ke atas pohon itu. Semua mata yg melihatnya mulai sadar bahwa Pohon itu menjadi Pohon kesukaan Yan Sin. Selain tinggi Pohon itu memiliki sebuah Dahan yg besar,,di mana biasa Yan Sin duduk dan tidur.
Kon,,asik terbang membawa dua anak kecil di punggungnya, Tubuhnya berubah keukuran yg sedang untuk membuat kedua anak itu menjadi nyaman.
Simon berusaha mencabut pedang Hitam yg tertancap di tanah,,Namun Tak berhasil meski telah mengunakan tenaga dalam.
~>Selama keberadaanku masih di lingkup sini,,Tak akan Ada Monster Level 40 ke Bawah yg berani mendekat, tapi Keputusan Kakek Sun untuk tetap mengunakan Dinding ini juga sangat baik,,mengingat masih ada penduduk biasa, Dalam Perguruan ini<~.
"itu juga benar, Bagaimana tentang Kitab-kitab tadi"
~>Aku belum sepenuhnya mengerti,, Tapi berdasarkan penjelasan para guru,, Aku merasa Kitab Tubub baja itu Sangat menarik,,karena dapat menjadi Penjaga tubuh, serta Tak terlalu rumit seperti kitab lainnya<~.
Nenek Kio mengangguk.
Diluar Dinding
__ADS_1
"Senior,,menurutku pihak musuh Tak Akan menyerang Saat ini,,Karena mereka telah mengalami banyak Kerugian Saat menginjakkan kaki di hutan ini". Jaka mengajak Law untuk diskusi.
"Benar juga,,namun kita patut waspada dan terus melakukan penjagaan saat siang,,Bagaimana pendapat Kak Bima?" Law menatap Bima berharap mendapat Balasan.
"Aku setuju,,Menurutku Mereka tak akan berani menyerang Secara gegabah lagi Karena Ada Sosok mengerikan yg mendiami Hutan ini,,Aku Sendiri berfikir dua kali untuk keluar dinding saat Matahari telah terbenam". Bima Menghela Nafas. "Kemarin aku beruntung,,Karena tak ikut menjadi santapan Sosok itu,,Sedangkan di sisi selatan Dinding berhasil di atasi anak itu berat bantuan Pedang dan burungnya".
"Ngomong-ngomong tentang,,Anak itu,, gimana pendapat senior berdua". Jaka yg sudah mengenal dekat kedua Senior selama sebulan,,tak Sungkan untuk bertanya.
"Menurutku anak itu tidak sesederhana tampang dan pakaiannya yg serba hitam,,,Tapi Semua orang dapat merasakan hatinya yg baik". Law membayangkan Wajah Yan Sin.
"Setuju,,Aku suka dgn sikapnya yg suka merendah,,,Padahal dengan Pedang Hitam, Elang dan Gadis Ular itu,,Dia Bisa saja Menjadi salah satu pendekar Hebat yg mengemparkan dunia persilatan". Ucap Bima.
"Aku juga Setuju,,,Menurutku pengalamannya dalam berpetualang lebih baik dariku". Mengingat petualangannya.
"adik jgn terlalu merendah,,di usia yg sama denganmu dulu, kami berdua hanya Asik Berlatih,,dari bimbingan pata guru,,sedangkan Adik sudah berpetualang ke berbagai daerah". ucap Bima.
"Senior terlalu melebih-lebihkan,,,Oh Aku teringat tentang penjelasan ilmu Tubuh baja tadi,,Kurasa Hampir serupa dengan metode pertahanan tenaga dalamku". Jaka memegang dagunya sambil berfikir.
"benarkahh" Ucap Law, penasaran.
"Aku mengunakan tenaga dalam untuk membuat dinding penghalang di kulit Luarku,,,seolah ada dinding angin yg menghempaskan serangan lawan yg mengarah padaku,,Kurasa ini merupakan tahap dasar dari buku itu yg ku gunakan secara tidak sengaja saat berhadapan dengan para serigala dulu". Jaka menjelaskan pengalamannya.
"Aku tak sabar ingin berlatih ilmu itu,,bagaimana dengan kitab ilmu Abadi yg Kak Bima jelaskan tadi,,Aku belum mengerti detailnya" Law penasaran.
__ADS_1
"Dalam kasusku yg mengunakan Elemen Cahaya,,selama masih Ada cahaya maka tubuhku tak akan hancur dan nyawaku akan tetap selamat dari maut,,jika terkena cahaya matahari,,Sedangkan untuk Elemen Dasat seperti milik Guru Sio,,,Mungkin ia akan hidup kembali jika tubuhnya masih menyentuh tanah,,Sedangkan Elemen Dasar Lainnya aku masih belum tau cara kerjanya. Tapi Intinya akan sangat merepotkan jika berhadapan dengan pengguna ilmu ini". Bima sedikit gemetar membayangkannya.