
Dalam Hutan Kegelapan.
Para pendekar yg memasuki hutan untuk melakukan pelatihan kini telah menghadapi rasa takut di benek mereka. Pendekar Senior yg Mengawasi menyadari hal itu, kemudian mengunakan Sebuah Kertas Sihir. Perlahan Kertas itu Membentuk dinding pembatas.
Kelompok Hijau.
"Fokus pada pertarungan Kalian, Monster hanya bisa keluar tapi tak Akan bisa masuk dalam Dinding sihir ini,, Aku akan mengawasi monster Level Atas yg mencoba menerobos,,, Berusaha lah untuk Mengalahkan atau membuat mereka keluar dari dinding sihir itu" Sinta Si bunga Bercadar memperingatkan.
Susy dan Ley kembali tenang dan menikmati pertarungan mereka. sementara Lima teman lainnya masih terlihat cemas. Mereka Hanya bisa Menghadapi 1 sampai 2 monster Babi Level 3 dan Monster Babi yg level 4 atau 5 di tangani oleh Ley dan Susy.
Kelompok Kuning
"Bagus,,Terus Kalahkan Para Serigala itu". Pendekar Bai Terus menyemangati, Ia hampir tak henti berbicara sejak pertaruangan dimulai.
"Serigala ini lebih mengerikan dari pada Serigala yg pernah ku hadapi" Jaka mengajak Suman Berbicara di sela Pertarungan.
"Menurutku yg lebih mengerikan adalah mulut Guruku". Suman dan jaka tertawa Sambil terus melakukan kombinasi serangan.
Sinta Dan Mimin Melakukan Serangan kombinasi yg sangat indah. Sinta mengularkan jurus air yg membungkus para Monster serigala Level 5 sementara Mimin mengubahnya air itu menjadi es.
Tiga lainnya juga berkerja sama dengan baik. Terutama Gen dan Soil yg sebelumnya sepakat untuk menjadi saudara dan Halim Mengunakan Pedang apinya untuk membantu.
Kelompok Biru.
"Harimau-Harimau ini adalah Monster Level 5,,Anak-Anak ini Sangat berbakat dgn mudah mereka Menyerang dan menghindar dari sergapan". Ucap Pendekar Jing dalam hati.
Wang An dan Dale mendominasi pertarungan sedangkan Maro dan Ali melakukan kerja sama mengunakan Pola bertahan dan menyerang. Wati Mengunakan Spirit Harimaunya untuk menyerang. Ulid berlari di sisi lingkaran saat Monster menghampirinya Ion langsung menendang keras monster harimau itu untuk di keluarkan dari Dalam dinding sihir.
__ADS_1
Kelompok Hitam.
Pendekar Dan terlihat sedang Asik memainkan pisau kesayangannya.
Dian sangat bersemangat Menyerang Menyerang beberapa Monster Badak Level 4. Man Menghadapi pimpinan Monster Badak Sesekali ia Membantu Dian. Jumlah Badak tidak sebanyak monster yg di hadapi kelompok Lain Namun Kulit para Badak sangat kera sehingga Lima teman mereka sedikit kesusahan.
Kelompok Merah.
Tang San memasang dinding Sihir, Ia menyadari Banyak monster level Atas di sekitarnya.
Lian Bergerak Sangat Lincah untuk mundur dan menyerang. Di Arah depan Lily terus mengayunkan pedangnya sambil bergerak sangat cepat. Melihat Itu Lian menggigit bibir lalu mencoba untuk Bersaing dengan Lily. Toni juga tak ingin di kalahkan oleh para gadis, Ia membuka bajunya Lalu memutar Tongkatnya dengan cepat. Merka bertiga seakan sedang bersaing untuk membunuh Rubah Level 4 dan 5. Mat, Coi dan Predy menatap ke heranan. Jony Terus bersembunyi di belakang ketiga temannya. Ia hanya Sesekali memukul Rubah yg mencoba menyerang Ketiga temannya itu dari belakang.
Saat waktu Menjelang Sore, para Pemuda mulai terlihat kelelahan. Bisa Bertahan di dalam dinding Sihir yg di penuhi Monster merupakan prestasi yg sangat Luar biasa.
"LARIIIIIIIIIIIIII". Pendekar bertopeng emas Mengendong Pangeran Nara yg terlukan.
"Gara,,,Apa yg terjadi pada Pangeran". Tang San bertanya saat Pendekar Bertopeng masuk Kedalam dinding Sihir. Gara hanya mengatur nafasnya yg memburu. Lalu menurunkan Nara yg sejak tadi tak sadarkan diri.
Ribuan Monster Level 20 ke atas Mengelilingi dinding sihir, mereka mencoba menembusnya.
Tang San dan yg lain Menelan Ludah. Bertahan menghadapi Monster Level Menengah Mungkin Perkara Mudah bagi pendekar topeng emas dan Tang San, Namun menjaga dan Bertahan adalah dua perkara yg berbeda.
"Huh Huh Huh,,,Kak Tang,, apa Kamu Membawa Kertas Sihir Tipe peringatan milik Penyihir Tua?". Ucap Gara sambil Ngos ngosan. Tang San mengeluarkan selembar kertas tanpa mengucapkan sepatah kata.
Saat kertas itu mencapai Ketingian yg melebihi pepohonan Sebuah Cahaya Berkilauan layaknya bintang di langit pecah di langit-langit.
"Tolong Jaga Anak-anak Aku akan mencoba Menekan Para monster ini agar tak merusak dinding sihir ini".
__ADS_1
Pria Bertopeng Emas itu mengelus kepala Pangeran Nara. Lalu Terbang Keluar dinding.
10 menit Setelah keluar dinding Pria bertopeng itu Mulai terdesak, Melihat itu Tang San Geram dan Menatap Lian dan yg lainnya kemudian melangkah maju untuk membantu.
Saat Pria Bertopeng itu sangat Terdesak Seekor Monster Singa Level Tinggi Hendak melompat untuk menerkam. Namun Kaki Singa Besar berukuran Sangat besar itu mendadak gemertar. Satu per satu monster itu mulai bersembunyi di gelapnya hutan dan perlahan kabur. Begitu juga Monster Rubah yg di dalam dinding sihir.
Pria Bertopeng itu perlahan membuka mata, Ia menemukan Tang San berdiri di depannya sambil Menggengam Kapaknya.
"Kak Tang Terima Kasih,,Kondisiku sangat tidak bagus karena kelelahan menjaga Pangeran".
"Aku Tak yakin Ini pertolongan atau bukan,,Tapi Kehadirannya menjadi ancaman bagi Para monster". Tang San memandang Sesuatu di dalam kegelapan yg perlahan mulai mendekat.
"Maaf atas Kelakuan Teman-temanku,,Mereka Tak Biasa melihat Manusia Normal". Gadis Dengan Pakaian hijau berjalan menghampiri Tang San dan Gara yg hanya diam.
"Nona Tak perlu meminta Maaf,,Sepenuhnya adalah Salahku karena mengabaikan peringatan Tetua untuk tidak masuk terlalu dalam di hutan Kegelapan ini". Ucap Gara.
"Gadis yang sangat cantik". Ucap Tang San Dalam Hati Saat gadis itu Mulai terlihat jelas.
Mata para murid pria seakan membentuk love ๐
Gara Langsung Berdiri seolah lukanya telah sembuh seutuhnya. Ia buru-buru menghampiri Gadis itu.
"Namaku Gara,,,,Siapa Nama Nona?". Pria bertopeng itu mengambil tangan sang gadis untuk bersalaman.
"Na Nagiin". Gadis itu sedikit Malu-malu.
Selain Petapa Gila dan Yan Sin ini merupakan pertama kalinya ia di sentuh dengan lembut oleh manusia.
__ADS_1
"Apa kalian Baik-baik Saja". Pendekar Vais yg membawa kantong ruang berukuran jumbo mencoba memastikan keadaan. Di belakangnya di susul Oleh kelompok Warna yg lain.
Saat Menyadari keberadaan Nagin Seluruh pendekar Pria melotot๐ฒ๐๐ memandangnya.