PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
48. TANGIS DALAM TAWA.


__ADS_3

Tang San dan 2 temannya menyerang bersamaan, Kapak Tang San seolah memiliki roh sendiri. Dango memainkan tehnik ilusi miliknya. Tetua Muda yg berkepala botak asik bermain dgn tongkatnya.


Murid-murid junior ikut dalam pertempuran,,mereka terlihat sangat menikmati pertarungan,, Banyak di antara mereka yg mencoba jurus baru yg baru beberapa hari di pelajari.


Lily, Lian dan Beberapa murid wanita bagaikan bidadari yg bergerak cepat untuk mencabut nyawa para prajurit yg kebingungan. Tanpa di sadari oleh Lily dan yg lainnya, mereka telah terkepung oleh ratusan tentara.


Susy mengikuti cara bertarung Gurunya yg memakai cadar,,mereka terlihat seperti sedang melakukan latihan praktek terbuka.


Toni dan Ley asik bersaing, seakan tak ada yg ingin kalah dalam jumlah musuh yg mereka bunuh.


"Mengapa bisa begini,,,tak ada satupun yg bisa kalian kalahkan dasar tak berguna". Seorang Pendekar muda berjubah Biru, mencabut pedangnya.


"Dia hanya bisa kabur,,kurasa dialah yg paling lemah,,cepat kepung dia?" Seorang komandan pasukan menunjuk ke arah Yan Sin yg masih tidur sambil melayang.


"Pemuda dengan tongkat itu juga terlihat lemah, ayo kita habisi yg paling lemah dulu". Ucap seorang pendekar.


"Kawan tolong lindungi aku" Jony bersembunyi di belakang Ali dan Halim.


"Tebasan Pedang Api" Halim Melancarkan Serangan yg membuat para prajurit terbakar akibat aura tebasan pedangnya. "Akan kubantu ucap Jony. Lalu memukulkan Tongkatnya "Sihir air".


"Bodohh,,Bukannya membantu, malah membebaskan musuh dari tebasan apiku".


"Tau,,Nih anak dia ngak belajar fisika kali". Ucap Ali.


Ketiganya membentuk segi tiga untuk saling menjaga dari kepungan musuh. "jurus Tapak Langit,,,Sebaiknya gunakan jurus yg di ajarkan Guru pemabuk itu untuk mempertajam tekanan airmu" Ucap Ali sambil mengeluarkan jurusnya untuk menyerang musuh yg mencoba mendekar.


"Pangeran,,Jgn terlalu jauh dariku" Ucap Gara. Namun ucapanya tak di respon. Malahan Pangeran Nara Bergabung di kelompok Jaka dan Bima.


Melihat itu Gara hanya menarik nafas lalu melayang di udara kemudian maju ke arah timur yg tak jauh dari tempat pendekar Vais yg sibuk Mengimbangi Seorang pendekar.

__ADS_1


Pasukan musuh yg tak berani terlibat di pertarungan Vais dan lawanya,,Kini menyerbu Gara.


"Jurus Seribu Pedang". Saat Gara mengeluarkan tenaga dalam yg kuat, Ratusan pedang muncul di atasnya lalu meluncur kebawah dan membunuh puluhan musuh yg mencoba menyerang,,sementara sisa pedang masi beterbangan menyerang musuh.


"Jadi Ini kekuatan Si topeng emas itu, Saat berada dalam kondisi stabil". Ucap Tang San yg melihat pertarungan Gara dari kejauhan.


"Minggir Kalian Bukan tandingan anak itu". Seorang Pendekar kekar dengan Dua Golok di pungungnya dan Lambang Kelelawar di Pengikat kepalanya, Melepaskan Hawa membunuh dan menendang Dua pedang yg hampir membunuh dua prajurit.


"Saudara Sem,,biarkan aku membantumu". Ucap seseorang yg mengunakan Jubah khas Lembah Setan.


"Penghianat,,Kalian tidak tahu malu,,Hari ini aku akan membinasakan kalian".


"Hemmm,, jika tak berkemampuan, jangan bicara terlalu tinggi". Seorang Pendekat Tua berdiri di antara Sem dan Pendekar dari Lembah Setan.


"Hahahaha,,Aku tak perlu capek-capek mencari para penghianat seperti kalian,,,Terutama si Tua dari Gunung sigutang yg terlibat langsung dalam penyerangan lalu".


"Jurus Tarian Seribu pedang". Gara Langsung menyerang dengan kekuatan penuh, Membuat tiga lawannya bergerak cepat untuk menghindari Ratusan pedang yg menyerang mereka.


"Jadi rumor yg mengatakan dia bisa meniru jurus perguruan lain adalah Fakta". Ucap Sem yg mencabut pedangnya untuk menangkis Serangan dari Gara.


"Tombak Siguntang". Pendekar tua dari Gunung Siguntang Mengunakan tenaga dalam yg kuat untuk menyerang jarak jauh,,Tombak itu membuat memancarkan Spirit, semakin jauh maka spirit dari tombak itu semakin membesar. Menyadari itu, Semua pedang Gara berkumpul untuk menyerang namun semuanya telah terlambat Tombak itu terlalu cepat.


DAAAAARRRR


Tombak itu Hancur saat mengenai Tubuh Gara.


"Aaaaaaaaaapaaaa". Ketiga orang itu sangat kaget.


Gara Menghilang secepat kilat lalu meraih dua pedangnya yg terbang dan menebas leher kedua musuhnya, dan menghilang kembali, kemudian muncul di depan Sem dan Menebasnya cepat Tapi di tahan oleh dua buah golok di tangan Sem,,Membuat sem perlempar Cukup jauh.

__ADS_1


Menyadari itu, Sem kabur secepat mungkin seolah dirinya sedang di kejar Malaikat maut yg siap mencabut nyawanya.


"HahaHaha, Pengecut" Gara tertawa tapi Air matanya malah menetes jatuh dari balik topengnya.


"Kak, Aku berhasil menghabisi dua orang yg menghianati kerajaanmu,,semoga engkau cepat tenang di alam sana,,hari ini aku akan mencincang orang-orang itu". Ucap Gara dalam hati.


"Ketua ,,Aku akan mengurus Si topeng emas itu". Ucap Seorang Pendekar yg mata kirinya tertutup.


"Mata Satu,,Jangan Gegabah,,masih ada yg lebih kuat di antara mereka, Coba lihat Bayangan itu,,Penguna ilmu itu sangat Berbahaya,,Jangan biarkan dia merusak rencana para kita,,Dan para Tetua mereka akan di hadapi oleh para senior kita".


"Baik ketua"


"Suruh mereka untuk menguras tenaga Si topeng itu, Dan Perintahkan Seluruh pendekar Berjubah Mereh untuk Bertindak"


"Siap, laksanakan ketua".


Pendekar Mata satu Itu menghilang cepat setelah menerima perintah.


"Ketua,,Sampai Kapan Aku di sini,,Tanganku mulai gatal,,biarkan Aku bersenang".


"Bodohh,,Kami membutuhkan Kekuatanmu Untuk Melenyapkan Dinding sihir". Ucap ketua mereka.


"Orang tua Bodoh,,Bagaimana denganku". Seorang Pendekar Berkulit hitam menarik kerah baju ketua mereka".


"Anak Sialan ini,,Jika bukan karena Ayah dan Gurunya,,Sudah pasti ku potong tangan dan lidahnya". Ucap ketua itu dalam hati.


"Tuan Muda,,,Kita hanya ditugaskan untuk membuat mereka kelelahan dan berusaha untuk menguras tenaga dalam para Tetua Musuh,,biarkan Para ikan teri itu di urus oleh prajurit, komandan dan jendaral, Serta para pendekar lainnya". ucap ketua itu Sambil melepaskan kerah bajunya.


"Hmmm,,Aku tak butuh Aturan seperti itu". Pendekar berkilit hitam itu Memacu kudanya ke arah pertempuran.

__ADS_1


__ADS_2