PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
27. KEKACAUAN.


__ADS_3

Gemuruh lautan Suara penonton seolah bergejolak memenuhi seisi arena.


"apa yg terjadi?,,,Mereka sama kuat,,Lalu siapa yg menang.?".


"Gadis yg itu masih berdiri aku yakin dia yg menang". Seorang penonton menunjuk Nining.


BRAAAKKK


Nining terjatuh dari arena. Seluruh penonton terkejuat. Sebaliknya Bima mengumumkan Kemenangan Lian sebagai Pertandingan terakhir di Babak Ke empat ini. Mendengar Namanya yg di nyatakan menang Lian Langsung bangkit dan memberi hormat pada seluruh penonton.


"Untuk Memulihkan Sedikit stamina para peserta yg lolos ke babak berikutnya maka panitia menskors pertandingan ini selama sejam". Bima membungkuk pada para penonton lalu meninggalkan Arena.


Sesaat sebelum babak ke lima di mulai panitia menetapkan Seluruh peserta baik yg telah kalah maupun yg menang sebagai Generasi penerus dan yg berhasil Lolos kebabak 5 di tetapkan sebagai generasi harapan.


"Lawran,,Simon,,Kalian cepat kembali Ke penginapan lalu kirim Pesan ini Ke Perguruan,, aku Akan mencari cara untuk memberi tahu Panitia dan dewan juri". Tang San memberi sebuah surat pada Law,,,wajahnya di penuhi rasa gelisah.


"Kak Tang Apa sebenarnya yg terjadi?". Law bertanya sambil menerima surat.


"Tak ada waktu buat memjelaskan seluruhnya" Tang San Membuat sebuah Kode mengunakan tangannya. Hanya orang Perguruan Pedang kilat yg mengerti kode itu.


Law segera menghilang setelah melihat kode itu. Simon melangkah pelan ke arah Adik-adik seperguruannya. Ia tak ingin membuat sesuatu yg dapat mengakibatkan kepanikan.


"Mari kita mulai babak Ke Lima ini,,,aku yakin seluruh penonton tidak sabar untuk melihat Bakat-bakat yg luar biasa". Bima menarik Nafas panjang.


"karena Para peserta mewakili perguruan tertentu maka aku akan mengumumkan nama serta asal perguruan mereka masing-Masing". Bima memandang seluruh peserta.


"Dimulai dari.....


Perguruan Semeru memiliki 2 Peserta yaitu Toni dan Qobil


Pedang Kilat Memiliki 2 peserta yaitu Lilian dan Han Bei


Perguruan Pedang Kembar diwakili oleh Xin An.


Perguruan Bunga Es diwakili oleh Mimin.


__ADS_1


Perguruan Dewi Surga diwakili oleh Dian dan Fini.


Perguruan Air Abadi memiliki 2 Peserta yaitu Sinta dan Jony.


Pergurua Raja Kelelawar Memiliki 2 peserta yaitu Gino dan Zion.


Perguruan Tapak Langit diwakili oleh Ali San.


Perguruan Laba Laba Merah diwakili oleh Tan Er


Kerajaan Memiliki 3 peserta yaitu Pangeran Nara, Susy dan Suman.


Perguruan Malaka di wakili oleh Rian


Perguruan Harimau di wakili Oleh Mat.


Perguruan Lembah Setan diwakili oleh Lex dan Say Yin.


Pergurun Pedang Api Diwakili oleh Halim dan Zion.


Perguruan Matahari di wakili oleh Ion.


Dan beberapa murid pendekar Mandiri yaitu Ley Yin dan Maro Lan". Bima menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.



"untuk menentukan Lawan tanding,,panitia telah menyiapkan Token nomor urutan bertanding dan peserta akan di minta memilih masing-masing 1 Token dan Lawan tanding masing-masing di tentukan oleh nomor Token yg memiliki angka sama". Bima memandang para peserta, lalu mengeluarkan sebuah kotak kayu.


"Peserta di persilahkan maju untuk mengambil Token dan dua orang yg mengambil Token nomor 1 untuk tetap di arena". Bersamaan dengan ucapan Bima semua peserta maju ke depan.


"Nomor 1,,berarti aku Tanding pertama,,siapa yg menjadi lawanku". Ley Menatap melirik Setiap Token yg di miliki oleh peserta.


Setelah semua peserta mengambil Token,,,,satu demi satu melangkah turun dari arena menyisahkan Seorang Pendekar Dengan Pakaian bermotif harimau.


"Pertandingan Dimulaiiiiiii". Sesaat setelah Bima Memulai pertandingan,, Mat Melompat kearah Ley dan melancarkan pukulan telak. Ley yg belum sempat Menarik Pedangnya,, hanya mampu Menepis Pukulan itu mengunakan tangan lalu melancarkan tendangan cepat namun Mat kembali melompat mundur.


"Lumayan juga reaksimu,,,Namun Aku pasti akan memenangkan pertandingan ini". Mendengar itu Ley hanya tersenyum.

__ADS_1


"Spirit Harimau,,mengamuklah" Mat Mengeluarkan Tenaga dalam yg besar,,bersamaan dengan itu, Seekor Harimau berukuran besar muncul dari belakangnya.


"Itu wujud asli dari spirit Monster" seorang pendekar berkomentar.


TAAANNNNGGGG.


"Jurus apa itu". Tetua Bio yg tadinya Kebingungan oleh sikap Tang san kini bertambah bingung melihat aksi Ley. Pendekar Dango yg mulai waspada tak menghiraukan pertanyaan Tetua Bio.


Mat Terpukul mundur. Ia hanya menangkis sebuah serangan tanpa tau dari mana asalnya.


"Lawanku kali ini bukan pendekar muda biasa". Ucap Mat dalam hati.


Spirit Harimau Menerjang Ley. Bersamaan dengan itu Mat Menghunuskan pedangnya.


DUUUUUUUUUAAAAAAAAAARRRRR.


Arena Hancur Seketika Semua penonton Panik.


Dango Melompat Ke arena bersama dengan seorang Pendekar dari perguruan harimau.


Bima yg merespon cepat Langsung Menerjang Sosok besar Di tengah puing-puing arena.


SSSWWAAASSSS


Bima mengayunkan pedangnya namun hanya di tangkis dengan tangan kosong oleh Sosok besar itu.


Bima memilih mundur setelah menyadari keberadaan seorang Berbaju merah di pundak Sosok Besar itu.


Dango dan pendekar Dari perguruan Harimau mengendong kedua peserta yg kini tak sadarkan diri lalu mengunakan Langkah malaikat untuk menjauh dari arena sementara beberapa peserta yg di dekat arena masih membersihkan debu di baju mereka.


"Lian, Han Cepat Gunakan langkah malaikat untuk mundur". Simon menarik kedua Juniornya yg berada cukup dekat dengan puing-puing arena.


"Guru ini serangan Dadakan,, cepat umumkan keadaan Darurat". Bersamaan dengan selsainya ucapan Tang San Kakek An yg sebelumya sudah sangat waspada Langsung mengumumkan Keadaan darurat tanpa menunggu respon Tetua Sio,,membuat semua pendekar waspada, namun di luar dugaan Tang San Ternyata musuh lebih banyak dari yg ia perkirakan.


Pendekar Vais Menghilang seketika lalu muncul di hadapan Monster besar Di tengah Puing-puing Arena sambil meminum araknya.


"Apa yg di inginkan Senior Barong di tempat kecil ini,,,Sehingga menimbulkan Kekacauan di perguruan yg terpencil ini".Ucap pendekar Vais, matanya merah menyala,,Hawa membunuhnya sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2