
7 Menit Setelah Kekacauan.
"Tetua Kami sudah menghabisi seluruh Pendekar maupun penduduk yg ada di sekitar Perguruan ini". Seorang Pembawa pesan Menghadap pada salah satu Pendekar tua.
"Sebaiknya kita Mulai mendekat Ke arena" Ucap salah satu Pendekar yg Berada di dekat Tetua mereka.
"Lapor Tetua Ada seorang bocah yg sedang tertidur di Atas pohon yg dekat dengan arena kontes".
"Bodoooohhh,,Sudah kukatakan untuk membereskan semua Musuh,,meski itu bayi yg baru lahir kemari". Tetua itu sangat marah
"Senior Cris tahan emosimu,,,,Dan Kau cepat bereskan bocah itu". Seorang pendekar Berambut Putih Mendekati Tetua mereka dan Membentak Orang yg melaporkan masalah itu.
Yan Sin Sedang Mengolah Qi Murni yg di perolehnya dari batu tempat pedang hitam Tersegel, sejak tadi Menyedari banyaknya musuh yg ada di luar namun ia memilih untuk diam sambil mengolah Qi murninya.
Tujuan Yan Sin Sederhana yaitu Mengubah bentuk tubuh dan wajahnya karena ia merasa penampilan tubuh kecilnya dan Wajahnya yg seperti bayi akan sangat menarik perhatian bila memiliki kekuatan yg terlalu dasyat.
" Cepat Pengal kepala bocah itu dan kita bawa di hadapan Tetua". seorang Pendekar Level master menyuruh Kawannya.
SAAT SAAT.
Dua kepala menggelinding layaknya bola. Darah Mengucur deras,,,
¤Kecoa Seperti mereka cukup berani mendekati anak ini¤
^^Bara jgn terlalu berlebihan^^.
¤Diam Kau Burung Sialan,,,Apa kamu ingin jadi burung panggang¤.
^^Hemm^^.
¤Aku sengaja menarik perhatian,,Seperti yg di perintahkan Bos Kecilmu¤
^^Alasan,,,,Lakukan lah sesukamu pedang bodoh^^.
"Apa yg terjadi pada mereka berdua". Salah seorang pendekar kaget melihat kawannya yg di perintah untuk membunuh bocah,,malah terbunuh dgn sadis.
__ADS_1
"Lapor Tetua Anak itu belum mati dan kedua orang tadi malah terbunuh".
"Apaaaaaaa"
Tetua itu langsung mengunakan jurus meringankan tubuh di susul anak buahnya yg mengunakan langkah Malaikat.
Tetua Cris Langsung Menyerang Yan Sin, Namun Bara menahan seluruh serangannya.
Kon Langsung Berubah ke bentuk Aslinya dan mulai memangsa satu persatu Musuh yg menyulul tetua Cris.
Banyak pendekar master Yg membidik Kon. Namun Saat hendak mengenainya Kon Lansung mengecil kembali Kemudian Membesar dan memangsa para pendekar Sementara pendekar Yg Ada di level Legenda hanya bisa menghidar sambil menyerang, Tetapi tak ada satupun senjata maupun Sihir yg mengenai Kon.
Beberapa menit berlalu Yan Sin Membuka mata dan melihat Bara masih menghadapi Tetua Cris. Sementara Kon Menyapu Ribuan Pendekar Level Master. Semakin Banyak Mangsanya semakin Cepat gerakanya.
"Cris menghindaaaar". Seorang Pendekar Tua Melepaskan Api yg sangat besar Ke arah Bara dan Yan Sin.
"Bocah itu di lindungi oleh pedang Aneh itu serta burung Besar itu". Tetua Cris Menunjuk Bara dan Kon.
"Bocah menyerahlah dan jadilah budakku maka aku akan mengapuni nyawamu". Seorang Tetua Di samping kanan Tetua Cris mengeluarkan Angin di Sihir angin Di tangannya.
Yan Sin Hanya diam.
Bara mencoba menghalangi tapi di tahan oleh Tetua Cris dan Dua tetua lainnya.
"Aku harus mendapatkan pedang Pusaka ini" Ucap Tetua Cris
"Hem Aku juga meninginkan pedang ini" Ucap Tetua yg berambut Agak pendek.
"Siapa yg mengalahkannya maka dia yg memilikinya". Ucap tetua yg satunya.
"Aku yg terlebih dahulu menemukannya" Tetua Cris Maju Menyerang dengan mode cepat.
Beberapa tetua dan pendekar Legenda mencoba untuk melumpuhkan Kon.
"Bagus Tak Ada lagi yg melindungimu bocah". Seorang Tetua yg sejak tadi mengeluarkan jurus angin mulai melepaskan tenaga dalam yg luar biasa.
__ADS_1
"Bakar saja lebih bagus" Seorang Pendekar Legenda Mengeluarkan api yg amat besar di tambah dengan angib yg sangat kencang membuat api itu bertambah besar.
"Tamat sudah riwayat bocah tidak tau diri itu" Ucap Pendekar berambut putih.
Yan Sin Melihat Ke Atas....
ACCCIHOOOOOOOHHH
Seketika Api yg Sudah sangat besar itu berbalik arah dan membakar sebagian besar pendekar yg berada Di dekat pendekar berambut putih. Mereka tak Sempat menghindar karena Tak menyangka hal itu bisa terjadi.
"Bara Terima ini" Yan Sin Mengalirkan tenaga dalam dgn sangat cepat.
Menerima Tenaga dalam Yan Sin pedang hitam itu membesar dan menhilang lalu memotong tiga pendekar yg sejak tadi berusaha mengalahkannya.
Tetua Cris sedikit beruntung namun ia harus kehilangan lengannya.
Melihat Kon yg kerepotan Yan Sin Menutup mata dan tiba-tiba muncul 4 elemen dasar sekaligus dan menyapu habis seluruh Pendekar yg merepotkan Kon.
"i i ittu pe pe pendddekaaar Aaabaaaadiii". Cris Sangat Terkejut ia langsung berusaha kabur Ke arah Arena,, namun Pedang hitam mengeluarkan tebasan jarak jauh,,membuat Punggung Tetua Cris Terluka parah sebelum akhirnya berhasil kabur.
Beberapa pendekar Legenda Kencing di celana. Sementara Sisah-sisah Tetua berusaha untuk kabur termaksud dua tetua yg menyerang Yan Sin, Namun Kon dan Pedang Hitam tak membiarkan seorangpun Selamat.
Yan Sin Mengambil Topi hitamnya yg terbuat dari Anyaman Bambu Lalu Duduk santai melihat Kon Dan pedang hitam yg saling membandingkan jumlah musuh yg mereka habisi.
BUUUMMM
Tetua Cris Jatuh di tengah puing-puing Arena.
"Tetua Cris Siapa yg melakukan ini padamu". Tetua Hoga Menghampiri Cris.
"C c cepat M mundur A a adaa pe pendeekar Dee................". Tetua Cris belum menyelsaikan kata-kata terakhirnya namun maut telah menjemputnya.
Tetua Hoga sangat marah Ia mengeluarkan Seluruh tenaga dalamnya dan melepaskan Api dan Angin serta membuat Tegangan Halilintar.
Vais, Nona Mey, Pendekar Dan, Pendekar topeng emas dan Law memilih mundur di dekat Tang San dan Dua tetua.
__ADS_1
"Bima cepat mundur" Pendekar Vais Memanggil Bima yg Masih memandang Tetua Hoga.
"Matahari beri aku cahayamu" Ucap Bima sedikit pelan.