PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
7. INGATAN III


__ADS_3

Wuuuusssssss


Kon mendarat di depan pintu gua menyebabkan angin kencang menghempaskan dedaunan membuat pepohonan seolah bergetar. "Sungguh elang yg perkasa" ketus Yan sin dalam hati.


^^Apa tidak salah ini akan menjadi rumah kita untuk sementara?^^ tanya kon pada bayi yg seharusnya ada di punggungnya.


krakkk "iya apa ada yg salah dgn tempat ini?" Yan sin yg tiba-tiba muncul di depan Kon lansung bertanya balik pada kon.


^^Tidak sih, tapi menurutku Gua ini mempunyai banyak misteri^^ Kon menatap mulut gua dan bulu-bulunya seakan gemetar.


"hehehe burung perkasa sepertimu tidak seharusnya memiliki rasa takut berlebihan seperti itu" Yan Sin tertawa kecil melihat tingkah Kon.


Yan sin dengan kaki kecilnya mulai melangkah masuk ke dalam Gua sedangkan Kon hanya memandangi langkah kaki Yan sin.


"Hei Burung, apakah engkau ingin jadi santapan monster di luar situ atau menjadi ayam bakar" Yan sin memperingatkan kon dari dalam gua.


Langkah kaki Kon terhenti setelah beberapa meter memasuki gua.


"jadi cahaya dari permata-permata ini yg menyebabkan Gua ini di sebut Gua Cahaya". kon menatap seisi ruangan dengan takjub.


Setelah hampir seratus meter di kedalaman Gua, Yansin melihat sebuah batu permata di sudut gua dengan panjang 4 meter dan lebar 3 meter serta tinggi 1 meter. Yan sin Yakin itu adalah tempat Kakek Guru biasa beistirahat.


Tubuh kecil Yan sin seakan melayang dgn sendirinya menuju batu itu. Kon yang sempat melihatnya begitu keheranan.


Beberapa jam memejamkan mata di atas batu permata itu membuat ingatan dari petapa tua yg biasa di sebut Kakek guru oleh Yan sin Terbuka lalu di susul ingatan milik sang Naga.


"Sungguh luar biasa batu ini mampu menetralkan hawa dingin dan panas dalam tubuh sehingga membuatku dapat fokus membuka kedua ingatan" Yan sin tersenyum puas.

__ADS_1


Kon mulai tertidur beberapa menit yang lalu. terlihat jelas bahwa ia begitu kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.


Yan Sin Kembali mempelajari semua hal yang di ingat oleh sang Naga maupun sang Petapa.


Pertama Yan sin mempelajari ingatan naga yg berkaitan dengan cara memperoleh kekuatan Tubuh Naga sejati. Hal ini menjadikan Tubuh Yan sin perlahan mulai membesar.


Dalam beberapa jam Tubuh Yan sin berubah mnjadi bocah berumur 1 tahun, namun Yan sin tersadar bahwa ada yg salah dengan tubuhnya.


EARRRR


"Ternyata perutku butuh makan juga". kini Yan sin tahu bahwa menambah ukuran badannya memang bisa cepat tapi memerlukan asupan nutrisi dan energi Qi murni yg cukup banyak. sehingga ia memerlukan beberapa tahun untuk memeliki tubuh manusia remaja.


esssssss sss sssss ssss


Kon yg tadi tertidur melompat mundur karena ketakutan setelah merasakan Aura mengerikan dari Kedalaman Gua. sedangkan Yan Sin tidak menghiraukan aura itu.


Belum Sempat Kon melihat Sosok yg mengeluarkan asap racun itu..tubuhnya telah terlebih dahulu jatuh ke lantai gua.


~>Anak kecil apa kau tak takut Kumakan.?<~ tanya sosok itu.


Sosok itu merasakan ada sesuatu yang sangat kuat di sekitar bocah di hadapannya yg membuatnya sdikit merinding.


Sebuah bayangan keluar dari tubuh Yan Sin


"Nagin ini adalah pengantiku dia akan menemanimu untuk sementara waktu. Ia lebih Kuat dariku jadi jangan meremehkan tubuh kecilnya" ucap bayangan itu lalu menghilang seketika.


~>Petapa Tua apa maksudmu bocah kecil ini lebih kuat darimu?<~ Nagin menelan ludah seakan tak percaya bahwa ada mahluk yg lebih kuat dari sang petapa Tua, yg mnjadikannya tak masuk akal bocah kecil dihadapannya.

__ADS_1


Tak ada penjelasan yg lebih lanjut dari sang Petapa namun Nagin Kini merasakan Aura Naga Sejati dari tubuh Bocah di hadapannya.


~>Ba ba bagaimna mungkin Bocah ini memiliki aura Naga sejati<~.. Nagin bertambah ketakutan namun ia sadar bahwa tak ada Niat membunuh dari bocah itu.


Nagin Adalah Seekor Ular Raksasa yg menjadi salah satu penguasa hutan kegelapan Raja monster pun menghargai dia karena racunnya yg sangat mematikan. Nagin memiliki Hutang Pada Petapa Tua karena di selamatkan ketika ia dalam keadaan kritis saat menghadapi gempuran ribuan pendekar golongan hitam yang sangat Kuat beberapa tahun yang lalu.


Nagin adalah Satu-satunya yang mengetahui kondisi petapa tua yang sebenarnya.


Karena merasa bocah di hadapannya kini terlihat sangat menarik, Nagin tak henti-henti memendang bocah di hadapannya yg sejak tadi menutup matanya.. perlahan Nagin mulai tertidur.


Yan sin yg sejak tadi menutup mata kini mulai fokus begitu dalam pada sebuah ingatan.


"Kakek Guru Sungguh orang yang hebat ilmu pengatur Jiwa miliknya sungguh luar biasa". ucap hati kecil Yan Sin.


Ilmu pengatur jiwa merupakan ilmu untuk mengontrol tenaga dalam maupun jiwa silat atau bahkan hawa keberadaan pemilik ilmu ini, dengan ilmu ini Yan bertekat mengontrol kekuatannya agar tidak mngundang perhatian jika ia di daerah keramaian. Karena dengan kekuatannya yang luar biasa ia Akan sulit menemukan teman. itulah yang ia pelajari dari ingatan masa lalu Petapa Tua itu.


Setelah beberapa jam Ia berhasil menguasai ilmu Pengatur Jiwa.


Mata Yan Sin seolah bercahaya saat ia membuka mata.


Krak krak.......


Yan Sin membunyikan tulang-tulangnya karena merasa pegal setelah duduk di atas permata ini cukup lama. Matanya mulai melihat sekeliling dan mendapati Kon dan Nagin tertidur sangat pules.


Yan sin telah mngetahui Tentang Nagin dari ingatan Petapa tua, yg membuatnya tak percaya adalah ukuran Nagin yg terasa jauh berbeda dengan yg di lihatnya dalam ingatan Petapa Tua.


Yan Sin melangkahkan kaki menuju Pintu Gua. Ia berusaha mencari udara yang sedikit sejuk karena itu dapat membantu mempercepat pemulihan Qi Murninya.

__ADS_1


Langit di penuhi bintang, angin bertiup cukup kencang suasana begitu tenang, terasa berbeda dengan Sore tadi saat mereka Mendarat di depan Pintu Gua Cahaya.


__ADS_2