PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
53. PEDANG PUSAKA vs PEDANG ILAHI.


__ADS_3

Kakek An Menghalagi Pergerakan Pergerakan Weren.


"Apa Hanya segini Kemampuan Seorang Legenda di Kerajaan Nusan?" Weren Berusaha memancing Kemarahan Kakek An.


"Haha,,Jangan Terlalu Serius menghadapi orang tua renta sepertiku". Sebuah Pedang Emas Muncul di tangan Kakek An.


"Mana Ada Orang Tua Renta,,Yang Rambutnya tak Memutih,,,Kau Pasti Memiliki tenaga dalam lebih dari ini,,Capat Keluarkan Selagi bisa,,Atau kau akan menyesal saat pedangku menggorok lehermu".


"Kuharap,,Pendekar tidak terlalu Kejam pada kakek Tua sepertiku".


"Guru An, Biarkan Aku Membantumu". Simon Menebas Weren yg Sibuk mengimbangi Kakek An.


"Hemmm Ikan Teri, sepertimu hanyalah seekor sebut bagiku". Ucap Weren Sambil menangkis tebasan kuat dari Simon.


"Guru,,Kita Harus bekerja sama,,Kurasa orang ini Sedikit ceroboh,, sehingga kekuatan pedangnya tak efisien". Bisik Simon.


"Bermainlah 2 lawan 2,,Biarkan Aku bergabung". Ucap Seorang Pendekar Bermata satu.


"Labo, Jangan ikut campur dalam pestaku". Weren Mengancam Temannya sendiri.


"Dasar Maniak Perang,, Semoga kesombongan itulah yg membawamu segera masuk kedelam neraka". Labo menyumpahi Weren lalu melangkah ke arah Tang San yg sibuk menahan serangan lawan.


"Pedang Rinjani Hancurkanlah musuhku". Weren Mengalirkan tenaga dalam ke ujung Pedangnya. Kemudian Menyerang Kakek An dan Simon.


"Jurus pedang Gaib membesarlah". Simon Menambah tenaga dalam pada pedangnya.


"Jurus Pedang Ilahi" Kakek An Mengalirkan Tenaga dalam ke ujung pedangnya juga lalu sebuah Spirit pedang berwarna emas mengarah pada Weren.


Ketiganya berpacu dalam kecepatan yang tinggi.


KRAAAAKKK.


Pedang Simon Retak, pedang besar itu kini memiliki goresan yg sangat parah. dan tak bisa di gunakan untuk waktu yg lama.


Spirit Pedang Kakek An Terus melancarkan serangan pada pedang di tangan kanan Weren, Sedangkan tangan kirinya menangkis serangan Simon.


Simon, Tak Putus asa, Ia Terus menyerang sisi lemah Weren dengan mengunakan Beberapa pedang yg ia temukan dalam tumpukan mayat.

__ADS_1


"Hahaha,,,Kalian Berdua bukan Tandinganku". Weren tertawa saat kedua lawannya berhenti menyerang.


"Guru,,Aku akan menyerang dengan kekuatan penuh,,Cobalah untuk menyerang sisi lemahnya".


"Simon,,Jangan mengorbankan diri sendiri". Ucap Kakek An Saat melihat Tubuh Simon Mulai bersimba darah.


"Guru,,aku memiliki rencana". Simon memungut beberapa pedang dan pisau lalu memberinya tenaga dalam agar dapat ia kendalikan. Kemudian Melangkah mundur ke arah Tetua Sio yg Fokus menjaga dinding Batu Buatannya. Ia berbisik beberpa kata lalu mendekati Tetua Hen dan Tetua Han sebelum kembali ke arah Kakek An.


"Pisau Terbang". Simon Mulai Menyerang Weren.


"Haha,,Masih Mampu bermain, Rupanya". Weren kembali Menarik Pedang Pusakanya.


"Jurus Pedang Ilahi Dua". Kakek An Menambah Tenaga dalam pada pedangnya membuat spirit pedangnya Bertambah besar dan semakin cepat.


Simon Tak hentinya menebas mengunakan pedangnya. Sementara Tangan kirinya Sibuk melempar pisau dan pedang yg berukuran kecil.


Di tengah pertarungan simon melirik Tetua Sio dan Dua tetua lainnya.


LELE LOLENG LELE LOLENG. Bunyi gambus Tetua Han, Membuat tanaga dalam Weren teralihkan.


Tetua Hen menekan Bidak Caturnya membuat gerakan Weren sedikit terbatas


Simon yg sudah terluka parah malah bersemangat maju menebas Weren. Tapi Pendekar Tua itu sanggup menahan Pisau dan pedang yg di pakai Simon untuk menyerang.


SHAAAT


Spirit Pedang Ilahi milik Kakek An Berhasil memotong Tangan Weren yg memegang Pedang Pusakanya. Lalu spirit itu kembali menyerang ke arah leher Weren. Tapi di Tangkis mengunakan Lengan kiri yg memiliki Besi pelindung.


Simon Bergerak Cepat.


SHAT.


Ia berhasil Memenggal Leher Weren mengunakan pedang Pusaka yg di pungutnya dari tanah,,Namun Ia Harus Kehilangan Tenaga Dalamnya yg tersisa. Tubuh Simon yg penuh Luka terbaring Lemas di tanah, kesadarannya hilang namun Tangannya tetap memegang Pedang pusaka Milik Weren.


Kakek An dengan Gesit Menarik Tubuh Simon saat seorang pendekar Bermata Satu berusaha untuk menebas tubuh Simon.


Tang San yg tadi meladeni Pendekar Bermata satu itu, Kini Kembali mendesak Pendekar itu agar membuatnya jauh dari Simon.

__ADS_1


TAANK TANK


Kapak dan Pedang Kedua pendekar saling beradu dalam kecepatan yg tinggi.


"Jurus Pedang Rubik". Pedang milik Pendekar Bermata satu, tiba-tiba menjadi lentur, tapi kekuatannya malah bertambah.


KREAKK


Kapak Milik Tang San malah Retak dan patah. Ia Terpaksa mundur sesaat.


Tang San Menbaca beberapa mantra Lalu Auranya menjadi biru sebuah Kapak Bermata dua Muncul dari dalam tangannya.


"Haha,,,Jangan membuatku tertawa,, Kapak Besarmu sudah tak berguna, dan Kau putus asa hingga mengeluarkan Kapak Kecil itu,, jangan membuat malu para pendekar". Pendekar mata Satu menahan tawanya.


LIUU LIU LIU SHUUUUT.


Kapak Tang San Berbutar dan tampa disadari, Kapak itu berhasil membelah mata dan kepala musuhnya.


Beberapa pendekar yang menyaksikan itu langsung memilih mundur.


"Nak, Sadarkan dirimu" Kakek An Berusaha menyadarkan Simon.


Tetua Hen dan Tetua Han Membantu Pendekar senior lainnya.


Tang San yg baru selsai bertarung mendekati Kakek An dan Memasukkan Pil Obat yg pernah ia dapatkan dari Tetua Kembar.


"Aaaaaaayam Goreng". Simon Tiba-Tiba Sadar.


Kakek An dan Tang San Malah menahan Tawa saat mendengar Ucapan Simon.


"Perang Yahh, Ku kira sedang di ruang makan". Ucap Simon dengan polosnya.


"Haha,,Aku akan memberimu semua porsi Ayam goreng bagianku, jika kita berhasil selamat dari bencana ini". Ucap Tang San sambil Menarik Simon untuk berdiri kembali.


Dari Arah Depan Tetua Bio mengamuk menggunakan Mode raksasanya.


Beberapa Pendekar Musuh terlihat kelelahan di buatnya, sementara Para prajurit menjadi bahan mainan baginya, Di injak dan di tendang oleh Kaki besar milik Tetua Bio.

__ADS_1


"Kulitnya Sangat Keras, Pedang dan tombak maupun panah tak mempan pada kilitnya". Ujar salah satu komandan musuh.


Pergerakan Besar yg di lakukan Tetua Bio membuat Pendekar Vais dan Dango menjadi leluasa untuk beraksi. Pendekar Owen Di sibukkan oleh beberapa Pendekar Level legenda.


__ADS_2