
Satu kilometer dari Gunung Kegelapan Sang Elang mulai merasakan hawa buas dari banyak monster yg mendiami tempat itu.
" tak Perlu resah karena ada aku mereka pasti mengenali aura Naga sejati dariku". Sang bayi berbicara dengan santainya seolah dialah penguasa hutan ini.
menurut Legenda Naga sejati merupakan Lelurur dari seluruh ras Naga namun keberadaannya tak ada yg tau. Naga sejati memiliki kecerdasan di atas manusia namun tetapi hanya beberapa orang yg mengetahui bahwa naga sejati dapat mengetahui apa yg difikirkan semua mahluk. Meski Naga sejati Teramat kuat, tetapi ia bukanlah yg terkuat. Dalam Catatan Kuno 3 mahluk terkuat pernah saling brhadapan namun tak ada catatan yg menyatakan bahwa salah satu dari mereka memenangkan pertarungan yg brsejarah itu. Selain naga sejati masih dua terkuat yg di yakini sangat kuat adalah seorang petapa dan Raja monster yg mendiami pedalaman hutan kegelapan.
"hei Elang besar apakah engkau tak bisa lebih cepat lagi". kalimat yg di keluarkan sang bayi mngagetkan sang elang yg dari tadi memikirkan banyak hal.
^^Nak aku juga memiliki nama yg hebat jadi jangan menyimpulkan namaku seenaknya^^. ucap elang itu dgn nada kesal lalu mempercepat kepakan sayapnya.
"oh ya? kalau begitu sebutkan siapa namamu?" bayi itu memasang wajah penasaran.
^^aku di juluki Sang Pelahap, karna menurut banyak pendekar aku suka melahap mangsaku dengan seketika, namun Nama asliku adalah Kon Kon, itu merupakan nama Pemberian dari Seorang Dewi Bulan 234 tahun yang lalu". Kon seolah teringat kembali dengan masa lalunya.
"Haaaa paaantaslah engkau sangat besar, ternyata kamu adalah burung tua". bayi itu sedikit kaget.
^^enak saja mengatakan Aku tua, bagi kami mahluk mistis 500 tahun merupakan usia remaja dan akan di sebut dewasa apa bila kami berumur 1000 tahun^^
__ADS_1
"Benarkahh?" ucap bayi itu seolah tak percaya.
^^bukan kah tadi kamu mngatakan bahwa ada ingatan naga di kepalamu, coba saja buka ingatan itu kalau tak percaya^^ Kon mulai sedikit kesal karna merasa di remehkan.
"aku bisa saja membukanya tapi saat ini belum tepat karna aku memiliki 3 ingatan saat ini".ucap bayi itu sambil memegang kepalanya yang baru di tumbuhi beberapa helai rambut.
Kini elang itu mulai bingung tak mengerti apa yg dimaksud bayi di punggungnya.
"sudahlah 1000 kali kujelaskan pun engkau tak akan mengerti"
"Sepertinya Aku lupa satu hal. sejak tadi kita berbicara panjang lebar namun aku belum mengenalkan namaku"
belum selsai bayi itu menjelaskan Kon langsung menimpali. ^^whaaaaaattt mana mungkin bayi berumur 3 hari sepertimu bisa memiliki nama, setahuku tak ada yg selamat dari kejadian itu, coba katakan siapa yang memberimu nama..??? ayo coba katakan siapa.??^^ Kon mulai sedikit marah, karena merasa di perbodohi oleh bayi ini.
"hahaha makanya dengarkan dulu ceritaku sampai selsai"bayi itu merasa lucu melihat tingkah elang yg di tungganginya.
^^hum..baiklah kalau begitu coba ceritakan kembali^^. kon masih tak percaya.
__ADS_1
"Kan suduh kukatakan Aku memiliki 3 ingatan dua di antaranya telah engkau ketahui dan yg satunya adalah ingatanku sendiri. Aku dianugerahi indera yg luar biasa otakku mulai mnyimpan ingatan saat aku 7 bulan dalam kandungan, Mataku dapat melihat apa yg di lihat ibuku, telingaku dapat mendengar apa saja dari kejauhan 1 kilo meter, kulitku dapat mengeras dan lentur serta lembut sesuai kata hatiku, lidahku dapat merasakan ada yg di makan oleh ibuku dan pada saat menerima 2 ingatan seketika itu juga lidahku dapat mengucapkan berbagai kalimat yg di inginkan hatiku. maka dengan itu aku mnyimpulkan bahwa ada 3 INGATAN dalam otakku. Ingatan pertama merupakan ingatanku sendiri yang kedua adalah ingatan naga yang di transfer oleh kakek guru dan yg ketiga adalah ingatan kakek guru sendiri. sejak awal aku telah bisa membuka ingatanku sendiri dan perlu beberapa bulan untuk membuka ingatan yg lainnya. Dengan kemampuan ingatanku Aku mengetahui siapa nama ayah dan ibuku beserta dengan wajah mereka. Berkat kemampuan mengingatku ini juga aku mngetahui nama yg di berikan oleh kedua orang tuaku. sayangnya Aku terlambat menolong mereka. ibuku memberiku Nama yang begitu indah karena mewakili bama kedua orang tuaku. YAN SIN itulah nama yg membuat ayahku tersenyum untuk terakhir kalinya."
Air mata menetes dengan sendirinya mengalir di pipi Yan Sin. sebenarnya ada yang kurang dalam ceritanya namun ia merasa belum saatnya mnceritakan itu pada siapapun.
^^hemmm ternyata bayi kecil dengan suara kecil sepertimu bisa sedih juga^^ ucap kon mencoba mencairkan suasana.
"Hahaha mana ada,, aku tak merasa sedih" Yan Sin buru-buru menyeka setetes air matanya.
^^hahaha jangan malu-malu meski engkau tak menangis tetapi hatimu tetap sedih dan setetes air mata itu menjadi bukti sekuat apapun kamu serta setangguh apapun ingatan dan fisikmu. hatimu tetaplah hati manusia, aku yakin itu^^ ucap Kon dgn nada percaya diri.
"sudahlah sekarang coba jelaskan apa kmu sudah menikah, punya anak atau kamu lebih suka pada burung cantik yg imut"tutur yan sin yg kembali bersemangat dgn rasa ingin tau yg sedikit konyol..
^^hahaha bayi kecil sepertimu menanyakan tentang nikah, anak dan masalah asmara..sunguh sesuatu yg lucu^^. kon tertawa keras yg membuatnya sakit perut dan keseimbangannya tergangu.
"hei burung jangan tertawa lagi atau kita akan jatuh". Yan sin memperingatkan Kon.
Pintu gua Kini mulai terlihat. Kon mnyadari bahwa iya hanya sekali melihat pintu gua ini namun ia cukup tau bahwa ada banyak bahaya di sekitar gua itu.
__ADS_1