
"Benarkan apa yang kami katakan" tutur simon membuat semua mata yg melihat jejak itu kembali tersadar.
"ini hanyalah ilusi menurutku atau teknik rahasia agar dapat mengecoh orng tak berotak seperti kalian"
Tetua Ning tersenyum sinis.
Para tetua dan semua pendekar melihat ke arah simon dan Law.
" Sepertinya mereka ingin menipu kita dan seolah mereka mnganggap kita bodoh" Tetua Xing mencoba memprovokasi semua pendekar.
Lawran yg memiliki emosi di luar kontrol lansung mnyerang tetua xing dengan sebuah pukulan telak namun tetua itu membalas dengan pukulan juga sehingga membuat udara disekitarnya seolah berkumpul di antara mereka.
setelah beberapa menit beradu tenaga keduanya mulai mngunakan tenaga dalam. Seketika mereka terhempas mundur.
"tidak kusangka perguruan pedang kilat memiliki pemuda kuat sepertimu". Tetua Xing tersenyum pahit seolah tak percaya pemuda di hadapannya sanggup berhadapan imbang dengannya.
Tetua Ning yg mndengarnya seolah tak percaya, dengan setengah kekuatannya iya mncoba melancarkan serangan ke arah lawran mngunakan tenaga dalam, tongkatnya di pukulkan kearah law yg berjaran 20 meter darinya.
Law yg menyadari bahaya itu mengeluarkan 70% kekuatannya untuk menangkis serangan itu.
Tetua Ning melirik kearah tetua Xing.
Tetua Xing mngerti apa yg di maksud oleh wanita tua itu.
lalu keduanya menyerang bersamaan.
Simon yg melihat saudara seperguruannya terdesak maju dan memegang pundak Law.
Law mengerti bahwa Simon siap untuk membantunya.
lalu keduanya menyambut masing-masing serangan dari dua tetua itu. dengan segenap tenaga keduanya mnghempaskan serangan itu.
seketika Aura membunuh dari pojok lapangan masuk ketengah dan mengeluarkan tenaga dalam. Dia adalah Randy baw dari perguruan pedang Kembar.
__ADS_1
perguruan pedang kembar di ketahui memiliki hubungan persahabatan yang erat dengan perguruan pedang kilat.
"Hahahaha akhirnya tiba giliranku untuk unjuk kebolehan" Seorang Pemuda dengan perawakan kekar tersenyum di balik kerumunan pendekar. Dia Adalah Sem yang dikenal begis, ia merupakan perwakilan perguruan Raja kelelawar.
Sem maju kedepan kerumunan itu lalu mengeluarkan kedua goloknya.
Perguruan Raja kelelawar memang sejak dulu memiliki masalah dengan perguruan Pedang Kembar.
Randy hanya tersenyum lebar, dalam hatinya inilah waktunya untuk membereskan salah satu musuh perguruannya.
Hal besar ini membuat seluruh pendekar yang hadir menjadi waspada.
Perang dunia persilatan tak mungkin bisa di bendung lagi.
Tanah mulai bergetar membuat puing-puing rumah di sekitar para pendekar bertambah hancur
Semua orng tau bahwa Tetua Sio yg dari tadi hanya menonton kini mulai tersulut api kemarahan.
"Hahahaha sungguh kekuatan yg dasyat" Seorang yg berjubah putih dengan topeng emas tiba-tiba muncul di atas mereka.
"apa? topeng emas, bukan kah dia seorang pendekar pahlawan yg terkenal sangat hebat dan menurut kabar dia merupakan seorang bangsawan dari kerajaan Nusan". seseorang menambahkan.
"hehehe akhirnya muncul juga orang yang sangat menarik sepertimu" Tetua Ling dari perguruan Semeru yg dari tadi hanya diam membisi membuka suara.
"hahaha Tetua ling sungguh berlebihan" Si topeng emas mengeluarkan suara merendah.
"Baiklah aku tau kalau Tetua Sio sungguh orang yang hebat dan seluruh pendekar di sini memiliki kekuatan yang luar biasa, namun memulai perang hanya akan menimbulkan korban yg tak terhitung jumlahnya". Si topeng emas mncoba mndamaikan.
"sungguh hal langkah bisa melihat pendekar hebat sepertimu" Tetua Sio yg mulai tenang memuji Si topeng emas.
"tetua sio anda terlalu berlebihan menilaiku" si topeng emas kembali merendah.
"hahaha apa yang menyebabkan seorang bangsawan hebat sepertimu hadir di tempat kumuh ini. apakah engkau menginginkan meteor itu juga" Tetua Xing berbicara dengan nada meremehkan.
__ADS_1
"hmmm Aku tak tertarik dengan hal kecil seperti ini, kehadiranku kali ini bertujuan untuk jalan damai di antara semua perguruan baik yang hadir di sini maupun tidak" pria bertopeng emas yg tadinya berada di atas mereka kini turun di permukaan tepat di hadapan Randy.
"Aku tau kalian menginginkan sumberdaya untuk memperkuat perguruan kalian, sehingga meteor yg kalian cari dinilai sangat berarti. Namun alhasil meteor itu tetap tak ada disini dan kalian ingin mengunakan intrik ini untuk memulai perang". pria bertopeng itu lalu melihat seluruh wajah para pendekar yang hadir.
"Aku mewakili kerajaan untuk menyampaikan bahwa Kerajaan Nusan akan mengadakan kompetisi Antar pendekar yang akan di adakan Lima tahun kedepan" pria itu menambahkan.
" hemmm apa untungnya bagi kami, mungkin ini siasat kerajaan untuk memperlemah perguruan-perguruan yang ada di kerajaan ini" Tetua Xing menimpali.
"bukan kah kalian membutuhkan Sumberdaya untuk memerkuat perguruan kalian masing-masing, aku yakin sekalipun meteor itu ada di sini pasti perang akan tetap terjadi karena memperebutkannya". pria bertopeng itu mncoba memberi penjelasan.
"betul juga yang ia katakan" beberapa orng mengatakan hal demikian.
Suara mulai saling bersahutan semuanya mncoba mendiskusikan hal yg di katakan pria bertopeng itu.
"baiklah kembali ke masalah kompetisi, kerajaan akan menyediakan sumberdaya yang tidak kalah menarik dengan meteor itu berupa hal langkah seperti Mutiara matahari, ginseng api, bunga naga, tulang naga, jamur dewa dan lain-lain" pria itu brnafas lega setelah melihat ekspresi sebagian besar pendekar yg terlihat bersemangat.
"bagaimana mungkin Kerajaan memiliki semua barang langka itu, pasti engkau ingin menipu kami kan?" tetua Ning mengatakan itu dengan nada bicara sombong.
"hahaha bukan kah kerajaan memiliki kekayaan melimpah dari tambang emas yg melimpah, saya yakin Tetua Sio dan Tetua Ling serta perguruan Raja kelelawar mengetahui itu hal itu. sehingga dengan kekayaan itu kerajaan membeli semua barang itu dari berbagai kerajaan tetangga".
"lalu apa untungnya bagi kerajaan". Tetua Sio memberiakn pertanyaan yang mewakili rasa penasaran semua orang.
"Seluruh dunia persilatan yg ada di kerajaan Nusan tau bahwa kerajaan ini sangat terancam akibat tambang emas yg ada, sehingga kerajaan memerlukan uluran tangan dari dunia persilatan untuk membatu apa bila trjadi perang antar kerajaan nantinya". tutur pria bertopeng itu.
" masuk akal jga". Tutur Tetua Sio.
Seluruh pendekar menganggukan kepala.
"kerajaan juga akan tetap memberikan bantuan sumberdaya kepada seluruh perguruan yg ikut berpartisipasi meski mereka tak menjadi juara". pria bertopeng kembali menmbahkan.
Seluruh pendekar yang hadir tersenyum cukup lebar tidak terkacuali tetua Ning dan Tetua Sio.
Seluruh pendekar tak lagi memiliki aura membujuh dan mulai mnyimpan senjata masing-masing.
__ADS_1
"hahaha aku ingin seluruh pendekar yg hadir melakukan JANJI PENDEKAR untuk ikut terlibat dalam kompetisi 5 tahun kedepan" seluruh mata tertuju pada asal suara itu.