PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
54. 12 PENDEKAR DEWA.


__ADS_3

Pergerakan Perguruan Nusantara membuahkan Hasil, Mereka berhasi Memangkas jumlah musuh, Saat Matahari mulai condong ke arah barat.


Meski Tenaga dalam Para pendekar terkuras banyak tapi Hasilnya cukup memuaskan.


Di tengah Kemenangan, Pendekar Owen yg Berada di bagian paling depan tiba-tiba melompat mundur.


"Senior,, mengapa mundur, kita sedang dalam posisi Menguntungkan Saat ini". Ucap Vais.


"Beritahu Para Guru, Agar Membawa murid dan pendekar yg terluka Menuju hutan". Pendekar Owen terlihat tak biasa, Pribadi santainya hilang seketika, Di gantikan dengan kepanikan yg tergambar jelas di wajahnya.


"Apa Maksud Senior".


"Laksanakan cepat,,Tak Ada waktu untuk menjelaskan".


"Baik Senior" Ucap Vais.


BAAAMMM.


Seekor monster Tipe Iblis perang berukuran Besar mendarat di Hadapan Tetua Bio. Meraka berDua yg berukuran raksasa, kini beradu kekuatan.


"Gerbang Kematian". Ucap Seorang Pendekar yg kini tak Jauh dari Tetua Bio. Ribuan Monster Tipe Iblis dan alien muncul dari sebuah gerbang Berwarna merah darah.


Si dekat Tetua Bio, muncul seorang pendekar pedang, Tekanan yg tadi di berikan Dango kini tak berarti menghadapi Spirit pedang pendekar itu.


Pendekar Owen Fokus pada pertarungannya dengan seorang Pendekar Tua.


"Kalian berani Membunuh Muridku,,, Kurasa sampah busuk memang harus di bakar dan binasakan". Seorang Pendekar dengan tenaga dalam tinggi Membuat Spirit Burung berbentuk cendrawasih yg dilapisi Api dan menekan Pergerakan Pendekar Bertopeng Emas.


"Ilmu serat Jiwa", Pendekar itu Mengeluarkan Tenaga dalam berwarna kehitaman yg Membuat Prajurit dan Pendekar di pihaknya kehilangan tenaga dalam, Bahkan tubuh mereka langsung membusuk.


Untuk menahan serangan Itu, Gara Membuat Dinding dari ratusan Pedangnya. Angin Dengan Aura Mengerikan berhembus kencang ke arah Gara. Sebuah Pedang Merah, Berhasil Menembus pertahanannya namun tak bisa menembus tubuh Gara,,Seakan Ada Lapisan Baja yg melindungi tubuhnya. Namun Tekanan Angin dan Aura kehitaman berhasil menembus dinding pedang yg di buat Gara, Membuatnya Terlempar jauh Kebelakang.


"Ukk", Gara memuntahkan darah.


Pendekar musuh tak Berhenti sampai di situ, Ia Terus mengunakan spirit Burung apinya Untuk melahap Gara.

__ADS_1


Sebuah Bayangan hitam Tiba-tiba menelan gara dan menghilang.


Tubuh Besar Tetua Bio di kerumuni Oleh Monster Iblis kecil yg menggigit dan Menusuknya mengunakan tanduk, Meski Tak menembus kulitnya, tapi cukup untuk mengalihkan perhatiannya sehinggap tak bisa fokus pada moster besar di depannya.


Dango Juga mengalami kondisi yg hampir sama dengan Gara. Ia di pukul keras oleh seorang Pendekar yg mengunakan pedang untuk menebas lingkaran ilusinya. Sebuah tebasan jarak jauh yg sangat cepat membuat Dango terlempar sangat jauh. Law yg melihat itu dari atas langsung menolongnya dan mundur secepat yg ia bisa, Namun sebuah Spirit Pedang tetap Mengenai bahu Law. Ilmu Tubuh baja yg ia pelajari hanya bisa mengurangi tekanan Spirit pedang itu. Darah mengucur deras di bahu Law.


Pemuda itu tetap berusaha terbang menjauh.


Kakek An yg melihat dari kejauhan menghilang sesaat dan Menangkis Spirit pedang itu mengunakan Spirit pedang Emasnya.


"Bertarunglah dengan pendekar selevelmu,, jangan mencoba memanen buah yg belum matang". Ucap Kakek An.


Pendekar Owen Masih bertarung imbang dengan Seorang Pendekar.


"Bahor,,apa kau butuh bantuan" Ucap Pendekar yg tadi mengalahkan Gara.


"Si mata elang ini, Bisa mengimbangku yg termaksud dalam 12 pendekar Dewa di aliansi 4 kerajaan". Pendekar Itu Seakan Sedang menari, Pedangnya menusuk dan Menebas udara, Seakan Ada sebuah pedang yg menyerangnya.


Mata Pendekar Owen terlihat semakin tertekan.


"Baik Pemimpin". Kedua Pendekar itu menyerang bersamaan, Membuat Owen di paksa ke posisi bertahan.


DAAARRR.


Tetua Shaman Melepaskan tendangan pada Pendekar yg mengalahkan Gara.


"Beraninya, main keroyok, Bermainlah dengan imbang 1 lawan satu" Ucap Tetua Shaman.


Dua Spirit Pedangnya kini Melayang di sampingnya.


"Pedang Kembar Yah,,,Sepertinya Aku akan di repotkan kali ini". Ucap Pendekar yg bangkit kembali setelah terpental mundur akibat serangan Tetua Shaman.


"Ilmu serat jiwa". Pendekar itu mengeluarkan Ilmu iblis dan spirit Burung Apinya bersamaan.


Tetua Shaman menyambut serangan itu dengan kedua Spirit pedangnya.

__ADS_1


JREENGG JRENGGG.


Seorang Nenek tua memainkan Kecapinya dan Membuat Tekanan Udara menjadi sesak. Pendekar Pihak Perguruan Nusantara Menjadi Kesulitan Bernafas.


TRENG TENNNNGGGG TENG TENG


Tetua Han Menyadari hal itu, lalu mendekat di tengah pertarungan kemudian memainkan Gambusnya untuk menghentikan tekanan pada udara dan membuat Pendekar di pihaknya kembali bernafas lega.


"Bermainlah beberapa melodi dan lagu bersamaku nenek tua". Ucap Tetua Han.


"Heh Heh Heh, Akhirnya kita Berjumpa kembali,,, Sebagai sesama pendekar Seniman yg menyukai musik, Bukanlah langkah yg bijak untuk bermain bersama, Tapi kurasa kau tak akan membiarkanku menyentuh Gambus di hatimu". Ucap Nenek tua itu sambil terus memainkan melodi yg sedikit pelan.


"Mereka Semua, Memang adalah Gambus sejati, yg sangat ku sayangi". Tetua Han Memandang Seluruh Anggotanya perguruan Nusantara yg sibuk Berperang.


"Kak, Biarkan Aku membantu" Teriak Tetua Hen yg tak Jauh dari pertarungan.


"Akulah Lawanmu, Jangan Menggangu Pertarungan".


Seorang Pendekar Berjubah Putih Muncul Tiba-tiba di hadapan Tetua Hen dan Membuat Sebuah Arena besar Berbentuk Papan Catur.


"Ku kira, pendekar Aliran Putih sepertimu tak Akan ikut melakukan hal se keji ini". Ucap Tetua Hen. Sambil Mengeluarkan tenaga dalamnya untuk mengerakkan Pion yg ada dalam Papan catur besar di depannya.


"Dunia ini Adalah Dunia yg kotor, Jika ingin bertahan hidup, maka Harus melakukan segala cara untuk bertahan".


"Hahaha,, Hanya pengecut yg Takut pada kematian".


"Jaga ucapanmu". Pendekar di hadapan Tetua Hen menambah Tenaga dalam Pada Pion yg ia gerakkan.


Gara, Dango dan Law, berhasil masuk ke dalam dinding Batu.


Di Dekat Dinding Batu yg perlahan Mulai Bergerak kearah hutan, Muncul Sepasang Pendekar Tua dari sebuah genangan air lalu mereka mengeluarkan tenaga dalam Tinggi yg Membuat Gelombang Air serta dengan cepat merubahnya menjadi Es yg meluncur bagaikan ribuan anak panah.


Pendekar Jing, Pendekar Bai dan Pendekar Vais Menghadang serangan Kedua Pendekar itu.


"Jangan Berusaha kabur dariku". Seorang Pendekar muncul dari Dalam tanah. Lalu membuat Tanah berbentuk segi empat bergerak kearah Tetua Sio yg Sedang berkonsetrasi pada Dinding pelindungnya.

__ADS_1


__ADS_2