
"Sungguh pertandingan luar biasa,,sepertinya Aku terlalu cepat menilai" Pendekar Vais melirik Para juri ia sedikit Malu-malu.
"Kakek An Bagai mana menurutmu" Nona Mey melirik Kakek berambut keemasan yg ada di jejeran paling Ujung.
"Aku masih mengharapkan sesuatu yg lebih dari ini" Kakek An merasa kurang puas."Ku dengar Dewan mengundang Pendekar Bermata Elang" Kakek An menambahkan.
"Benarkah" Tetua Sio sedikit terkaget mendengarnya.
"Harusnya Sih Orang tua itu duduk bersama kita sejak tadi" Pendekar Vais memandang kursi kosong di sebelah Kakek An.
"Jika demikian maka tak perlu mengharapkan kehadirannya secara Langsung. Karena Juniorku itu dapat melihat Pertandingan ini meski Hanya berdiri di depan Gerbang Pedang kembar." Melihat kerisauan Juri yg lain Kakek An mencoba menenangkan. "Kurasa Aku tau di mana dia saat ini" Kakek an Menutup mata sambil mencari keberadaan Pendekar itu mengunakan Rohnya."Dasar rubah Tua, Seenaknya Bermain Catur saat di minta menjadi juri"..Kakek An sedikit tersenyum.
"Caturrrr...Jadi ulah Si Tua Hen, bukannya membawa juri Ke Arena, ia malah mengajak Senior Owen untuk bermain" Tetua Shaman terlihat kesal.
" Nak Ling juga bersama Mereka" Kakek An kembali menambahkan
"Mengapa Dia juga disana,, selalu saja begitiu.. ia Tak memiliki kesadaran akan Tangung jawabnyanya" Tetua Sio melihat Peserta-Peserta dari Semeru.
Tak terasa Pertandingan Telah menyelsaikan 44 Sesi.
Sesi Selanjutnya di skors 5 Menit oleh Panitia Dengan alasan pembersihan Arena.
"Lihat itu Adalah Pangeran Nara Yan" Seorang Gadis Di Tempat Peserta menyadari kehadiran Pendekar Idola sebagian besar gadis yg hadir di Kontes ini.
__ADS_1
Nara merupakan pAngeran Kerajaan Nusan. Nara beserta Dua Pria muda dan 1 orang gadis cantik dengan penampilan khas bangsawan mewakili Pihak Kerajaan untuk berpartisipasi Dalam Kontes Generasi Harapan. Pendekar Bertopeng emas yg mewakili kerajan memberikan tepuk tangan.
" Apa yg dilakukan para anak manja ini,,,Apa mereka bosan atau tak menemukan mainan baru di kerajan sehingga datang kemari menyetor nyawa" seorang Pria Dari Lembah Setan memremehkan mereka. "Aku akan membuat mereka merengek seperti anak kecil" Seorang Gadis dari Perguruan Dewi Surga yg berada di sebelahnya menambahkan. Lalu mereka tertawa kecil. Beberapa orang Peserta terlihat tak senang melihat tingkah mereka.
"Sombong skali mereka.. Meremehkan Kak Nara bukanlah sesuatu yg baik" Sinta yg tadi hanya duduk mendengar kini mulai bereaksi sama dgn beberapa orng peserta. Ia kesal melihat mereka meremehkn orang yg ia kenal.
"Benar kak,,,memandang remeh parah bangsawan bukanlah perilaku terpuji" Seorang Pemuda Gagah dengan pakaian Khas Tapak Langit Mengangnguk pelan pada Sinta.
"Saudara Ali yahhh,,,,,,tadi pertandinganmu sangat mengesankan,, Jurus Tapakmu benar-benar yg terbaik di Kalangan Junior" Sinta tersenyum pada Ali. Mereka jelas saling mengenal.
"Itu tidak sepenuh nya benar Kak,,,Menurutku Mantan seniorku yg kini menjadi murid pribadi Pendekar Bai pasti beberapa tingkat di atasku". Ali memandang salah satu Pemuda yg bersama Pangeran Nara. Sinta pun ikut memandangnya.
"Kak,,,Gadis berbaju hijau itu sangat cantik,,Apa mungkin dia pacarnya kak Nara". Seorang Pemuda dengan setelan sama, bertanya pada Sinta.."Jon jangan suka menyimpulkan seenak hatimu" jawab Sinta Kesal. "Cie Cie kak sinta Cemburu yahh". Jony mngedip-ngedipkan mata pada sinta..Refleks Sinta memukul wajah Jony. Namun muka Sinta memerah seperti Buah persik, Menunjukan bahwa yg dikatakan Jony benar adanya.
"Peserta tahun ini 5x lipat lebih banyak dari dri tahun sebelumnya" Tetua Shaman mengajak Tetua Sio bercerita.
"Ku kira puluhan kali lipat,,,mengingat banyaknya pendekar Muda yg datang Ke perguruan ini"
"memang benar Tpi tanpa rekomendasi dari pendekar tahap Master keatas atau perguruan tertentu,, seorang Pemuda tak akan bisa berpartisipasi kecuali Lulus seleksi mandiri"
"Seleksi mandiri,,,,,,,sepertinya baru kali ini aku mendengarnya" Tetua Sio penasaran.
"Tetua Sio pasti Pernah mendengar Kristal pendeteksi"Tetua Shaman tersenyum lebar.
__ADS_1
"Jadi begitu yah,,,Tak ku sangka Perguruan kalian memiliki benda Mulia yg berharga seperti itu,,,Dengan Kristal itu maka Umur dan tingkat kekuatan orang bisa terdeteksi".
"Tetua Sio Benar Tapi coba tebak Berapa orang yg lolos dari Kristal itu" Tetua Shaman merasa bersemangat. "Mungkin Puluhan Pemuda", Tetua Sio menebak.
"Hahaha Salah" Tetua Shaman Mengeleng..."jadi ratusan". Tebak Tetua Sio. Tapi Tetua shaman kembali mengeleng.
"SATU"
"Apaaaaaa" Tetua Sio tak percaya. "Benar Satu orang,,,, Pemuda itu Hampir mencapai tahap Master seperti Wang An Namun Skil dan kecepatan Lebih baik dari Wang An... Kurasa dia sangat berpengalaman menghadapi banyak bahaya". Tetua Shaman Membayangkan Wajah Seseorang."Satu lagi,,,demi keamanan Para bangsawan yg mewakili kerajaan Kami juga melakukan tes pada Keempatnya dan hasilnya cukup memusakan" Tetua Shaman menambahkan.
"Nara Dari kerajaan vs Darel dari Lembah setan".......
"hahaha Tuhan Sangat perhatian padaku" Pemuda dari lembah setan yg tadi meremehkan Perwakilan Kerajaan kini terlihat sangat bahagia. Jari jempolnya di arahkan kebawah lalu melirik Nara kemudian mengarahkan jari jempol kelehernya sendiri.
"Jony Dari Air Abadi vs Bado dari Perguruan Malaka"
"Wah tak ku sangka perguruan kecil seperti itu tahun ini bersedia untuk Berpartisipasi" Tetua Sio keheranan.
"Kurasa ini untuk Persiapan dua tahun lagi,,Tetua Sio pasti masih ingat kejadian tiga tahun lalu dan Masih ingat tentang Janji Pendekar". Pendekar bertopeng emas memberi penjelasan.
"Bety dari Dewi Surga vs Susy mewakili kerajaan skaligus murid Pribadi dari Bunga Bercadar".
Hampir seluruh penonton Kaget mendengar gelar Bunga bercadar. Bety yg tadi menertawakan perwakilan kerajaan mulai terlihat gelisah.
__ADS_1