
"Semuanya Harap tenang dan bersiaplah untuk Berlatih kembali, Jika ada yg tak bisa di mengerti langsung tanyakan pada orang yg lebih tau". Tetua SunAn menegur.
"Nak Tolong bantu kami membuka Segel Kitab ini" Kakek An memohon.
"Akun Akan berusaha tapi aku tak yakin benda yg tak memiliki roh dapat berpengaruh positif pada darahku,,contohnya Kristal dan pedang itu,,pedang Itu seolah memiliki roh membuatnya bereaksi positif sedangkan Bola kristal itu bersifat Semu dan tak memilik roh,,akibatnya Kakek pasti tau sendiri".
"Naakk,,jgn khawatir,,kitab ini tak memiliki arti jika terus terkunci,,,lagian ada lima kitab di sini,,, rusak Satu bukan masalah berarti, dari pada tidak berusaha sama sekali". Tetua Tang langsung merangkul Yan Sin, tangan kirinya memegang sebuah kitab untuk di perlihatkan padanya. "Dan jika kamu berhasil Aku akan mengajarimu ilmu perguruan pedang kilat". Tetua Tang S merayu Yan Sin.
"Bocah,,Aku jga berjanji Akan mengajarimu langsung Inti dari Pedang kembar". Tetua Shaman,, ikut memberikan iming-iming untuk mendukung Yan Sin.
"Jgn seenaknya,,mengambil keputusan Anak ini tdak memeliliki tenaga dalam yg bagus,,itu akan menghambat pelatihannya". Kakek SunAn mengingatkan Kedua Tetua. "Aku ingin bertaruh denganmu,,jika Bisa membukanya kamu boleh meminta apa saja dari Kami semua,,,kitab ini sangat berarti, untuk kelangsungan perguruan Perguruan Nusantara". ucapan Kakek SunAn membuat beberapa Tetua Mengangguk.
Yan Sin hanya tersenyum.
WUSSS.
Angin Bertiup kencang saat goresan luka kecil yg dibuat Yan Sin, Mulai keluar darah sedikit demi sedikit.
Sebuah kitab yg di tangan Tetua Tang mulai memancarkan Cahaya.
"Terbukaaaaaaa,, Bahkan hanya dengan Aroma Darahnya". Tetua Tang berdecak kagum. "Kultivasi Energi Semesta".Kakek An yg membaca tulisan di sampulnya. "Ini ilmu kuno yg bertujuan Meningkatkan pelatihan secara cepat,,mengunakan Energi alam semesta", Kakek SunAn mengigit bibirnya seolah tak percaya apa yg di lihatnya.
__ADS_1
"Kultivasi Spiritual, Bukan ini ilmu untuk memperkuat Roh Spiritual,,Luar biasa,, Dengan ilmu ini, Seorang Pendekar Tahap dasarpun bisa bertahan dalam tekanan mematikan yg di berikan musuh". Ucap Tetua Tang saat Setetes darah menyentuh kitab satunya.
"Haaaaa ini ilmu Tubuh Baja,,,,Siapa yg membuat kitab ini,,Dalam benua Tengah,,tak ada seorangpun yg tau tentang ilmu ini,,Aku merasa Kitab ini bukan milik Pendekar Benua Tengah" Kakek An ikut berkomentar saat membaca judul salah satu kitab, "Kalau tak salah Kitab Gema adalah Teknik suara Tingkat tinggi ini pasti cocok dengan Tetua Han" Kakek An menambahkan. Yan Sin Tertidur Sambil Berdiri,,saat darahnya menetes pada kitab terakhir.
"Hey Nak,,Buka Matamu,,Adik Wan capat bantu dia". Tetua Tang Sangat Panik.
~>Jangan Khawatir,,,Dia akan seperti itu, saat belajar sesuatu<~. Ucap Nagib saat Tetua Wan melangkah ke arah Yan Sin,,Membuat semua orang tak tau mesti berkata apa-apa.
"Hmm,,, Ilmu Abadi,, yg ini aku tak Tau,,Senior menurutmu ini ilmu apa?". Kakek An menyedorkan Kitab ditangannya, ke arah Kakek SunAn. Tapi hanya di balas dengan gelengan kepala.
"Inikan Ilmu guruku" Ucap Bima dalam Hati.
"Nak,,apa kamu yakin?". Tanya Kakek SunAn.
"Iya Senior,,,Guruku juga Berlatih ilmu itu, namun hanya mengerti tentang Unsur cahaya yg menjadi pondasi dasar Elemennya,,Guruku berkata orang yg menguasai ilmu ini akan Memiliki daya penyembuhan tubuh yg relatif cepat,, atau bisa di katakan Abadi, Tapi Seseorang tak dapat melatih ilmu ini jika tak memahami aturan elemen dasar". Bima Menjelaskan apa yg di katahuinya.
" Senior Sio,,Pemahaman Elemen tanahmu Sangat Luar biasa, Aku yakin akan cepat menguasi ilmu ini". Bima Memandang Tetua Sio.
Dalam Fikiran Yan Sin
☆Penantianku selama Ribuan tahun, Ternyata tak Sia-sia, Cucuku Siapa Namamu?, Berapa Usiamu? Dan Siapa Nama Ayahmu?☆
__ADS_1
"Namaku Yan Sin Saat ini aku berusia 3 tahun,,Nama Ayahku Yan Tian,,Terima Kasih Telah mengundangku ke Dalam ingatan Roh Kakek"
☆Nak,,,Namaku Yan Su,,Cucu Dari Petapa Yan,,Aku dan Saudara Sepupuku lah yg membangun Kerajaan Nusan,,Ketertarikanku pada dunia persilatan melebihi apapun,,Sehingga Aku menyarankan Na Yan untuk menjadi raja,,Karena aku lebih suka kebebasan. Na Yan adalah cucu dari anak perempuan Petapa Yan,,Sehingga Nama Kakek Yan di jadikan nama Belakang sedangkan Aku adalah Cucu dari anak laki-laki Petapa Yan dan mewarisi Namanya Menjadi Nama depanku. Silsilah ini terjadi ribuan tahun silam sehingga hubungan keluarga seakan terputus oleh waktu☆.
"Kakek,,aku masih tak mengerti mengapa mengundangku kemari"
☆Aku tau tentang roh dan ingatan dalam tubuhmu,,Aku bertekat menitipkan sisa ingatanku juga untuk padamu. Sedangkan Rohku tak bisa bertahan lagi,,Tetapi dengan sedikit sisa ingatan ini,, kamu dapat belajar Semua isi kitab-kitab itu dan tak usah lagi membolak balik lembaran kitab-kitab itu☆.
"Baik Kek"
☆Saat aku bertarung dgn Raja Monster dan Naga Hitam dulu,,aku bisa seimbang dengan mereka mengunakan ilmu 5 kitab itu,,Jadi pelajarilah dengan baik, Aku, Raja Monster dan Naga Hitam di tubuhmu sudah saling memahami setelah pertarungan itu,,Bahkan Naga Hitam bertekat untuk melindungiku serta keturunanku jika di hadapkan pada bencana besar☆.
"Hmmm,,jadi ini penyebab Naga hitam datang menghadang meteor itu".
☆Cucuku,,Giatlah berlatih,,Rohku akan kembali ke asalnya,,Aku Akan menceritakan semuanya pada Ayahmu di Alam yg berbeda sana☆
Yan Sin Hanya tersenyum bahagia mendengar itu.
☆Aku lupa Satu hal,,Mintalah Kitab Kakeku pada Penyihir iiiiiiiiiiiii☆.
Roh itu menghilang sebelum menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1