PENDEKAR TANPA TANDING

PENDEKAR TANPA TANDING
19. NIAT.


__ADS_3

Semua orang yg ada Di arena kontes berdiri untuk melihat Kristal yg telah menjadi Debu seolah-olah warna dan inti kristal itu masuk ke dalam tangan Yansin,, mata para penonton melotot.... mereka tak percaya akan Fakta di depan yg ada di depan mata.


"Apa yg terjadi dengan Kristal itu???,,,,siapa yg merekomendasikan bocah itu??? panggil kemari" Tetua Shaman panik....


"Bocah bau kencur...Sihir apa yg kw gunakan???...ingin Menakutiku yah,,,,kw pikir aku bodoh"...Kolo melototi Yan Sin.. Ia seolah akan menelan Yan Sin mentah-mentah..Yan sin tak menghiraukan..ia malah asik memainkan debu yg tersisa di tangannya...


Melihat tingkah Yan sin Kolo semakin tersulut api Kemarahan.


"Kolo,, Patahkan semua tulang Bocah idiot itu,,Aku ingin muntah melihat ekspresi wajahnya" Tetua Xing berteriak cukup kencang.


"Sepertinya Kristal itu palsu" Ucap Jony.


"Kurasa itu asli" ucap pangeran Nara yg masih menatap Yan sin.


"Jaka,,, Bagaimana menurutmu,,kurasa kmu lebih tau mengetahui Kristal itu dari pada aku dan Kak Nara" Susy mengingat kembali Aksi Jaka beberapa hari yg lalu..


"Entah lah,,,Yg jelas Sebelum aku di nyatakan lolos seleksi,,,Aku menyerang kristal itu sekuat tenaga mengunakan Pedangku,,,Al hasil Kristal itu tak tergores meski sedikit.....


"Tadi Kristal itu mencatat umurnya baru 3 tahun" Pendekar Bertopeng Emas mulai mencerna keadaan.


"Vais,,,,apa kristal itu pernah salah?? Nona Mey bertanya dgn nada bingung.


"Tak pernah meski sekali" Ketepatan informasinya 100% akurat.


"Ini baru pertama kalinya berkata baik padaku" ucap Pendekar Vais dalam hati.


"Senior An berapa tingkat kekuatanmu Saat memukul kristal itu" Owen menatap Kakek An


"973"


"itu Hampir sempurna,,,dan kurasa hanya Petapa Gila itu lah yg memiliki Kekuatan di atas sempurna. Pendekar Owen membayangkan Seorang Pria tua dgan pakaian Hitam.

__ADS_1


"Tetua Sio bagaimana menurutmu?" tanya Kakek An.


" Hemmmm,,, Kristal pengukur ini di juluki Kristal Legenda karena keistimewaan untuk mengukur pencapaian para pendekar legenda Sejak Zaman Nenek moyang dulu". Tetua Sio Menjelaskan. Semntara Kakek An dan Owen hanya menganguk. "Namun karena Rasa penasaran yg berlebihan membuat hampir seluruh pendekar ingin mngunakan Kristal itu untuk mengukur pencapaian mereka sejak dini". Tetua Sio Menambahkan.


Tetua Shaman yg tadi panik dan pergi meninggalkan meja juri kini kembali tergesa-gesa.


"Pendekar Tang Sebaiknya segera mengakui kesalahan lalu membayar ganti rugi atas kristal ini sebanyak 1000 Keping Emas" Tetua Shaman berbicara dgn cepat. Mendengar itu Tang San hanya menelan Ludah,,,Telinganya seakan pecah mendengar ungkapan dari Tetua Shaman.


"Kurasa mereka menjebakmu senior" Simon Membela Tang San.


"Bodoh.....Apa kau pikir Randy dan para Tetua dari Perguruan Pedang Kembar memiliki pemikiran sempit sepertimu" Law menyumpat mulut Simon dengan Kain.


Tang San masih tetap membisu.


"Lupakan itu dulu...Mari kita menuju ke pertandingannya" Pendekar Vais memberi tanda pada Tiga panitia yg masih setia menunggu di atas Arena.


"Langkah Malaikat, jurus awan, jurus halimun dan Jurus pedang Kilat" Predy melancarkan semua serangan bersamaan. sementara Qabil Hanya mencoba menangkis semua serangan dengan tongkat bambu yg di bawa bersamanya sejak awal. ia terlihat kerepotan menghadapi serangan itu.


"Jurus tarian pedang kembar" Predy menambahkan serangan.


"Tetua Sio benar namun itu juga membuat banyak celah pada pola serangannya". Kakek An menanggapi komentar Tetua Sio.


"Jurus Babu Kuning" Qabil mencoba menyerang saat melihat celah di serangan Predy.


Predy yg tidak siap untuk serangan balik malah terpaksa menerima pukulan Tongkat Qabil. "jurus tendangan Semeru". Jurus kedua tepat mengenai Perut Predy.


Predy masih menyimpan banyak tenaga namun Satu kesalahan fatal menjadi penyebabnya tak bisa berdiri lama, Seakan seribu jarum menusuk ulu hatinya.


Panitia pun menyatakan Qabil pemenangnya


Mata kini tertuju pada aksi kejar-kejaran.... Sejak awal pertandingan Yan sin hanya berlari menghindari setiap serangan yg di lancarkan Kolo.

__ADS_1


"Dasar Kutu bisanya hanya berlari dan bersembunyi di belakangku". Kolo yg tak bisa menangkap Yan sin bertambah marah.


Hey Bocah kamu memang penakut atau sengaja mempermaikannya Sesuatu di punggung Yan Sin mulai bicara dalam fikiran Yan sin..


*aku tak ingin menarik perhatian apalagi tampil mencolok,,, Karena Niatku hanya datang menonton bulan bertanding" ucap Yan Sin dalam hati..


^^Bos kecil,,,kita hajar saja dia,,,,beraninya dia menghina dan merendahkan Bos^^. Kon yg tetap berada di pundaknya juga menambahkan di fikiran Yan Sin..


"Sudahlah Aku tak masalah dengan hinaan kecil seperti itu,,,sebaiknya kita jgn menambah beban pada pendekar Tang" Yan sin kembali bergumam dalam fikirannya....


"Bocah idiot,,,Sebaiknya kamu pulng sana menete pada ibu busukmu" Kolo lagi-lagi mengejek Yan Sin.


Mendengar itu Yan Sin mendadak berhenti......


Pedang Hitam Terbang ke angkasa lalu turun menancap di tengah Arena... Kon terbang tinggi Lalu melepaskan Aura sejati miliknya...


"i i i itu Pe pedang Hitammmmmmmm" Simon berteriak terbata-bata.


Semua orang berdiri


Para juri melotot


"i i iniiii A Aura Petapa Gila" Tetua Hen tiba-tiba muncul dari langit...


Pedang Hitam kini melayang ke arah Kolo dan berhenti pas hampir menggapai lehernya.


Kolo tak sadar telah mengencingi celananya.


Suman dan lawan tandingnya langsung menjauh dari arena.


Kon terbang menghampiri Kolo dengan Niat membunuh namun hanya mencakar mulut Kolo...

__ADS_1


^^Bocah kau mengatakan sesuatu yg salah kali ini^^ Kon berbisik di telinga kolo lalu terbang kembali.


Pedang Hitampun menghilang dan seketika itu juga Rambut Kolo yg bagian depan habis terpotong.


__ADS_2