PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
APA KAU PUNYA PACAR?


__ADS_3

Will merasa agak risih karena di pandangi oleh Lea, dia pun terbatuk untuk membuyarkan lamunan lea ketika sedang memandanginya, tanpa sadar Lea bertanya, “Apa kau punya pacar?”


Kemudi Will agak sedikit terganggu, karena hatinya berdegup kencang ketika di tanya seperti itu. Will berusaha menstabilkan emosinya lalu menjawab, “Tidak.”


Lea tidak percaya lalu bertanya sekali lagi, “Apa tidak bohong?”


Will menjawab , “Tidak ada pacar, tapi sudah ada orang yang di suka.”


"Sudah ada orang yang disuka?" Gumam pelan Lea.


"Ceritakan padaku, dia wanita seperti apa?" tanya Lea dengan sedikit penasaran.


"Cerdas, lugu, polos, cantik." Jelas Will.


"Iya kah?" tanya Lea lagi.


"Ya, sangat-sangat cantik sampai-sampai bisa mengalihkan duniaku," jawab Will sedikit panjang kali ini.


Hati Lea pun menciut, will ini biasanya irit bicara, tapi ketika bicara tentang wanita yang dia sukai sungguh berubah menjadi aktif bicara.


"Kalian bertemu di mana?" tanya Lea lagi melanjutkan rasa penasarannya.


"Awalnya bukan dia, tapi setelah melihat dia, hatiku malah menuju kepadanya," jawab Will lagi dengan nada suara yang indah dan terdengar romantis.


"Wah dia beruntung sekali," ujar Lea seraya berkata lagi, "Apa kau akan behenti menjagaku karena sudah ada dia?"


Will terdiam, menaikan satu alisnya seraya memandang sekilas kepada Lea lalu menjawab, "Tidak."


Lea pun tersenyum mendengar jawaban will, meski Pada saat ini ada rasa sedikit kecewa ketika mendengar Will menaksir seorang gadis.


Setelah mendengar jawab Will, Lea pun berhenti bertanya. Dia merasa stock pria baik akan semakin berkurang.


Di pagi harinya, sikap Lea tidak seperti biasanya. Dia bersikap formal kepada Will. Ini membuat merasa sedikit tidak nyaman.


Setelah mendengar hal kemarin maka Lea sedikit menjaga jarak dengan Will Armstrong. Berusaha tidak main hati, karena dia sudah pernah merasakan patah hati sampai terpotek-potek hatinya.

__ADS_1


Sesampainya di toko mainan, Lea juga tidak bertanya kepada Will mau meunggu di ruang kerjanya atau tidak, sungguh benar-benar tidak seperti keseharian mereka.


Will mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan ke satu Grup Chat, "Jika seorang gadis mendadak dingin, biasanya karena apa?"


Satu persatu anggota grup membacanya, satu pesan tapi sanggup membuat satu lantai menjadi rusuh. Ada yang tersedak kopi yang sedang diminumnya, ada yang tersandung, ada yang ponselnya sampai terjatuh. Dalam hati mereka berkata hal yang sama, "Ini pesan macam apa?"


Grup Chat mereka ini memiliki aturan hanya membahas masalah pekerjaan saja, bukan masalah pribadi. Mendapatkan pertanyaan seperti itu tentu saja membuat mereka terperanjat, terkejut.


'Ding' satu pesan balasan masuk "Karena cemburu" jawab Elazar, disertai dengan link artikel yang tadi baru saja di cari di internet.


Wil membaca artikel itu dengan pelan-pelan, lalu dia mencoba mencocokan tingkah Lea dengan artikel yang sedang dia baca.


"Diam tanpa berkata-kata," gumam pelan Will membaca salah satu tanda wanita ketika sedang cemburu.


"Hmm ... pagi ini dia sudah melakukannya," pikir Will.


"Memberi jawab singkat-singkat," will membaca tanda-tanda selanjutnya.


Dia menaikan satu alisnya seraya berpikir, Perempuan sering kali tidak ingin mengungkapkan secara langsung kecemburuannya dan melampiaskan kekesalannya dengan cara lain. Misalnya dengan malas bicara dan cenderung menjawab singkat-singkat, "Ya ini juga sudah dia lakukan di pagi ini."


Will langsung saja mengusap wajahnya dab berkata, "Wah, apakah dia sedang cemburu karena percakapan semalam."


Will memasukan ponselnya ketika melihat Lea datang, "Apa kita akan pergi?" tanya Will yang melihat Lea memakai jaket panjangnya dan membawa tas nya.


"Eum ..." jawab Lea singkat.


"Kemana?" tanya Will lagi.


Lea menunjukan peta di ponselnya tanpa menjawab, Will membacanya, "Foster Grup."


Mereka pun pergi ke Foster grup, kedatangan Lea ke sini guna melengkapi administrasi investasi yang akan diberikan foster Grup kepada toko mainan Atkinson.


Lea berjalan di depan, Will berjalan di belakang. Tapi, tidak memanggilnya seperti kala itu agar berjalan di sisinya, jangan di belakangnya. Pada saat ini. Lea menyapa penerima tamu dengan sopan, "Halo, aku ingin bertemu dengan direktur keuangan. Kami sudah ada janji."


Penerima tamu itu memeriksa daftar tamu Direktur keuangan, lalu berkata "Nona Lea Atkinson."

__ADS_1


"Tuan Moody sudah menunggu Nona, baru saja tadi dia menghubungi, menanyakan," jelas penerima tamu itu sambil melirik kepada Will yang berdiri di belakang Lea.


"Ini," ujar Lea meletakan tanda pengenalnya untuk ditukar dengan kartu masuk pengunjung.


Lea menoleh kepada Will dan berkata, "Mana tanda pengenalmu?"


Raut wajah Will langsung berubah, staff penerima tamu pun langsung berkata, "Cukup satu orang saja, sudah cukup. Silakan Nona."


"Ah begitu ya,jika begitu terima kasih" imbuhnya dengan sopan.


Lea pun berjalan menatap kartu aksesnya, lalu pintu pun terbuka. Will ikut berjalan melangkah masuk di belakang Lea.


Salah satu petugas keamaan berkata seraya menghalangi lift, "Nona, lift yang ini sedang mengalami perbaikan. Sebaiknya pakai lift yang ini saja."


Petugas keamanan itu menunjuk kepada lift VIP, Lea pun terperanjat, "Apa itu diperbolehkan?"


"Tentu, tentu saja ... ini adalah perintah langsung dari direktur keuangan kami," jawab si petugas keamanan sambil melirik kepada Will Armstrong.


"Oh baiklah," jawab Lea seraya masuk ke dalam lift VIP tersebut.


Petugas keamanan itu mengantarkan Lea sampai ke lantai Direktur keuangan. Lalu pamit undur diri.


Will ingin ikut masuk ke dalam, tapi Lea melarangnya, "Kau tunggu di luar saja."


Langkah Will terhenti, Direktur Keuangan Forest Grup memandang kepada Lea yang begitu kecil dan imut, tapi terkesan seperti cabe rawit yang terasa pedas dan galak.


Dengan patuh Will pun berdiri di depan pintu Direktur keuangan Forest Grup. Beberapa kepala muncul dari balik pilar-pilar tinggi yang ada di lantai itu, memperhatikan Will yang sedang berdiri tegap di depan pintu.


Salah satu dari mereka baru saja tiba dan ingin menghampiri will Armstrong, tapi malah sudah di tarik oleh yang lainnya. "Apa kau mau mati, menyapa pria yang terlihat seperti es itu?"


Tanda tangan dilakukan dengan cepat, dalam seketika saja, rekening atas nama toko mainan Atkinson sudah langsung menggembung gendut.


"Terima kasih Tuan, senang dapat bekerja sama dengan Foster Grup," ujar Alea sembari menyalami Direktur keuangan yang mengantar Lea dan Will masuk ke dalam lift VIP lagi.


Sesampainya di rumah tua Atkinson, sikap Lea masih sama datarnya dengan di kantor tadi. Kesibukan Lea yang bertambah, semakin mudah membuatnya acuh tak acuh kepada Will. Meski tidak bermuka masam, dia hanya tidak ingin terlalu dekat saja dengan pengawal pribadinya itu.

__ADS_1


Kesibukan di toko pun semakin meningkat, di saat saham sedikit menurun, suntikan dana yang datang benar-benar menjadi penyelamat. Ini menjadi jalan untuk membangkitkan geliat Atkinson Grup lagi.


__ADS_2