PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
RAMBUT YANG BASAH


__ADS_3

Elliot juga mengambil kesempatan dalam kesempitan dari Lea, dia tiba-tiba saja merangkulkan tangannya ke pinggul ramping gadis itu. Lea mencengkram tangan Elliot yang sedang merangkulnya seraya berjinjit, dan berkata, “Tuan Foster bisa lepaskan tanganmu tidak!”


Elliot membalas perkataan Lea dengan sedikit menunduk, “Tidak.”


Lea pun langsung melangkah pergi, dengan tangan Will yang masih merangkul di pinggulnya, “Mau ke mana, aku temani?” ujar Will.


“Menghindarimu,” jawab Lea dengan nada dan wajah mengkusut.


“Oh, kalau itu tidak bisa,” jawab Elliot.


Teringat perkataan asisten terhandalnya, maka Elliot pun langsung saja berkata, “Apa mau pergi ke Nenek dan mengatakan tentang apa yang terjadi ini?”


Langkah Lea terhenti lalu berkata, “Kau sungguh berani melakukan itu?” tanya Lea.


“Jika kau mau … aku hanya bertanya saja,” ujar Elliot lagi.

__ADS_1


Lea memicingkan matanya, “Baru kali ini aku melihat rubah jantan,” ujar kesal Lea seraya menghempaskan tangan Elliot yang masih memegangi pinggul rampingnya itu.


“karena tidak ingin Nenek tahu, maka kita akan tetap tinggal satu rumah,” ujar Elliot sembari mengejar langkah Lea.


Meihat Lea hanya diam saja, Elliot berkata lagi, “Karena kau tidak menjawab, maka aku akan menganggapnya iya, kau setuju kita tinggal serumah.”


Lea mengenali mobil Elliot, yang terlihat baru saja di derek karena parkir sembarangan, Lea pun bersedekap tangan seraya tartawa ketika Elliot berteriak, “Hei mobilku.”


Melihat ada taksi yang menepi, Lea langsung masuk dan berkata, “Jalan.”


Elliot mengeluarkan ponsel di sakunya, dan meminta asisten nomor satunya itu untuk segera mengurus mobilnya. Sepanjang bekerja dengan Elliot baru kali ini Will membuat kesalahan fatal, yakni menjawab ketika di panggil Tuan Armstrong, sehingga terbongkarlah panggung sandiwara mereka.


Will juga tidak pernah menyangka jika penyamaran mereka berdua akan diketahui Oleh Nona Atkinson. Dalam hati dia memuji Lea dan merasa paham mengapa Tuannya itu begitu ingin jika Lea yang menjadi Nyonya Foster. Karena gadis itu memang cerdas bukan hanya sekedar terlihat cerdas.


Elliot langsung saja membuka pintu taksi yang berhenti tepat di depannya, menuju kembali ke rumah. Begitu sampai dia langsung turun. Tapi alangkah terkejutnya ketika dia ingin membuka pintu tapi itu terkunci dari dalam.

__ADS_1


“Oh ya ampun, dia mengunciku,” ujarnya sambil melihat mengintip dari jendela.


“Sayang buka pintunya,” ujar Elliot sedikit mengeraskan suaranya agar terdengar.


Menekan bel berkali-kali, akhirnya dia pun pergi memutar ke halaman belakang. Dia melihat ke lantai dua. Lalu mulai melihat ke pilar besar yang ada di sisi bawah balkon kamar Lea. Dia pun mulai memanjat dan naik ke atas balkon dan membuka pintu balkon itu.


Lea baru saja selesai mandi, tadi begitu sampai dia langsung menyiram tubuhnya dengan air dingin agar rasa panas dari kemarahannya bisa menghilang, "Oh ya ampun," ujarnya dengan nada terkejut.


"Apa kau ini seorang pencuri?" tanya marah Lea.


"Kenapa kau mengunciku di luar?" Imbuh protes Elliot


"Sudah ku bilang, aku ingin menghindarimu," ujar Lea.


Elliot terdiam sejenak, lalu berkata, "Aku akan tetap memanjat balkon jika lain kali kau mengunciku."

__ADS_1


Elliot pun keluar dari kamar itu, ujung rambut panjang Lea yang basah membuat kimono mandi yang sedang di pakai jadi sedikit menegaskan bentuk tubuhnya. Elliot pun keluar dengan sambil menelan Salivanya.


__ADS_2