PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
JUNO JIRO


__ADS_3

Lea sudah bersiap memukul orang tersebut, dia mengangkat tasnya tinggi-tinggi. Tapi belum juga berhasil memukul, dia sudah malah kehilangan keseimbangan, dan hampir membuatnya tejatuh. Pada saat ini Will lagi-lagi merespon cepat dengan menangkap tubuh Lea.


"Hati-hati," ujar Will dengan suara berat magnetisnya itu.


"K-kau ada di sini ..." ujar Lea, seraya menstabilkan tubuhnya untuk berdiri dengan benar.


Will hanya terdiam, memandangi jejak-jejak wajah dari Nona Muda-nya itu, "Apa lama menungguku? Mengapa tidak menghubungi aku?" ujar Lea dengan sedikit bersungut bercampur nada protes.


"Takut mengganggu Nona bekerja," jawab singkat Will Arstrong.


"Hish ..." ujar Lea sembari sedikit memajukan bibirnya.


Ketika Will tiba di rumah tua Atkinson dan melihat Lea belum kembali, maka dia segera menuju ke toko mainan, menunggu Lea selesai bekerja. Tapi malah membuat Lea terkejut. Dan, bukan hanya dia saja yang terkejut, Will juga sama terkejutnya juga.


Merasa beberapa hari tidak bertemu membuat mereka berdua merasa canggung lagi , seperti baru pertama kali bertemu dan baru saling mengenal dengan pria tinggi tegap beraroma daun mint ini.


Mereka berdua pun segera menstabilkan situasi, mengetahui jika Will memang datang menjemputnya Lea pun segera mengajak Will pulang ke rumah tua. Banyaknya pekerjaan yang harus di urus, juga skandal yang dibuat oleh Claudia membuatnya benar-benar merasa letih.


"Ini kunci mobilku?" Ujar Lea seraya memberikannya kepada Will.


"Apa kau sudah makan?" tanya Lea.


Will menggelengkan kepalanya, menjawab jika dia belum makan malam, "jika begitu ayo, kita makan enak malam ini."


Lea ingin mentraktir dirinya dengan sesuatu yang mahal. Menghadiahi dirinya dengan sedikit merasakan kemewahan. Menjadi anak dari status istri simpanan benar-benar membuat Lea lebih berhati-hati di dalam menjaga harga dirinya.


"Apa kita akan makan di sini?" tanya Will.


"Tentu saja," jawab Lea dengan nada penuh percaya diri, meski belum pernah makan di sini.


Will sedikit mengernyitkan alisnya. setiap restoran selalu memiliki menu andalan dan berbeda dari yang lainnya, sehingga memberikan cita rasa baru bagi para pecinta kuliner.

__ADS_1


Biasanya, restoran dengan menu andalan terkenal memiliki syarat, yaitu reservasi terlebih dahulu sebelum datang.


Salah satu restoran dengan reservasi terlama adalah restoran Juno Jiro. Restoran ini menyajikan banyak menu sushi andalannya dan masakan barat, eropa. Restoran ini pun punya bintang tiga Michellin. Ini adalah gelar Bergengsi di Dunia Kuliner.


Karena kemewahan dan cita rasanya, para pecinta kuliner harus memesan tempat lebih dulu dan jika memiliki kerabat Jepang maka melakukan reservasi akan lebih di prioritaskan, karena menimbang warga Keturunan jepang yang rindu dengan sushi asli dari negeri sakura itu.


Setiap enam bulan sekali, Juno Jiro akan membuka reservasi yang dibuat untuk tiga bulan ke depan dan menyajikan menu-menu terbaiknya. Penerima tamu menahan Lea di lobi masuk, karena ketika ditanya nama, penerima tamu itu tidak menemukam daftar tamu dengan nama Lea Atkinson.


Lea pun terdiam ketika mendengar jika ingin makan di restoran ini maka harus memesan meja enam bulan sebelumnya, "Mengapa sesulit ini untuk makan," gumam pelan Lea.


Will berdiri di belakang Lea, mengeluarkan Aura dingin yang membuat penerima tamu itu sedikit bergetar. Baru saja Lea membalikan badan, suara berat dari seorang pria menyapanya.


"Nona, apa ulang tahunmu di bulan ini?" tanya pria yang berstatus menjadi manajer restoran Juno Jiro itu.


"Iya, tapi sudah terlewat," jawab Lea.


"Wah selamat ulang tahun ya, dan kami memiliki event spesial bagi yang berulang tahun di bulan ini maka bisa sepuasnya makan di sini secara gratis" ujar manajer restoran itu lagi.


"Ya Nona, silahkan ikuti saya," ujar manajer itu lagi.


Karena senang Lea langsung saja menggandeng lengan pengawal pribadinya itu, "Ini hari keberuntungan kita, ayo jangan sungkan."


Sangking senangnya Lea tidak memperhatikan jika beberapa staff menundukan kepalanya ketika mereka berdua berjalan menuju ke meja mereka.


"Silakan duduk di sini, menu spesial kami akan segera datang," ujar manajer itu penuh dengan sopan santun lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Merasa sudah benar-benar duduk di dalam, maka Lea berkata lagi, "Wah, aku ini adalah bintang keberuntunganmu. Jadi kau harus baik-baik menjagaku ya."


Will tersenyum kecil mendengar perkataan Lea, lalu tidak menunggu lama maka makanan pun datang. Itu adalah menu spesial dan menu termahal dari Restoran ini.


"Silakan dinikmati," imbuh manajer restoran itu, sambil berharap jika semua makanan ini disukai oleh Lea.

__ADS_1


"Terima kasih," balas ujar Lea dengan sopan.


"Selamat makan," ujar Lea dengan mata berbinar dan suara yang renyah senang bukan kepalang.


Will pun mulai memasukan satu potongan sushi ke mulutnya, mengunyahnya sambil memperhatikan wajah senang Lea, "Wah ini enak sekali, coba makan ini," ujarnya sembari menyuapi Will.


Seseorang mengenali Lea, lalu mengambil foto-foto ketika Lea sedang menyuapi pengawalnya itu. Dia merasa jika foto itu akan bisa menghasilkan uang. Nona kedua Atkinson baru saja putus hubungan tunangan, dan baru kemarin berada dipelukan pria lain. Sekarang malah sudah terlihat mesra dengan pria lain lagi.


Posisi Will, membelakangi si pengambil foto, jadi dia hanya bisa mengambil gambar dari tampak samping Will saja. Merasa sudah kenyang maka Lea pun bersandar di kursinya sambil menepuk-nepuk perutnya.


"Apa sudah kenyang?" tanya Will.


Lea mengangguk, manajer restoran pun mendekati lalu berkata, "Apa ada yang kurang dari pelayanan kami?"


Lea membenarkan posisi duduknya, lalu menjawab, "Semuanya sempurna, pelayanan, makanannya, semuanya sempurna. Kalian memamg pantas menyandang bintang tiga Michelin," jawab Lea seraya memberikan pujian dengan dua jempolnya.


Manajer restoran merasa lega dengan pujian survey kepuasan pelanggan dari Lea, "Jika begitu lain kali silakan datang lagi."


"Tentu ... tentu saja, tapi kali ini aku akan ikut antrian." Jawab Lea sembari tertawa.


Manajer hotel melirik ke arah Will, lalu tersenyum ketika melihat senyum samar di wajah Will, "Semoga hari Nona Menyenangkan," ujar manajer hotel itu seraya undur diri.


Lea menoleh kepada Will seraya berkata, "Ayo, kita pulang."


Will melajukan mobilnya, sambil sedikit-sedikit memperhatikan Lea yang sedang serius menatap ponselnya.


Pada saat ini Lea mencari-cari berita tentang dirinya, tapi itu seperti sebuah keajaiban, berita tentang dirinya yang di Framing sebagai penyebab gugurnya kandungan Claudia sudah benar-benar hilang bagai di telan bumi.


Will pun melengkungan senyumnya dan twelihat seperti lengkungan bulan sabit, agak samar tapi dia tersenyum lagi. Lea pun bernapas lega meski dia merasa bingung siapakah orang yang membantunya. Karena yang dia tahu Nenek Atkinson sudah mengupayakan berbagai hal, tapi berita skandal itu tetap saja muncul ke permukaan. Sungguh saat ini dia benar-benar merasa sedang dirundung kesialan bertubi-tubi.


Mengingat tentang kesialannya itu, lalu dia pun teringat dengan candaannya kepada Tuhan waktu itu, dia pun menoleh kepada Will dan berpikir apakah dia harus mencium pria yang ada di sebelahnya ini.

__ADS_1


__ADS_2