
Lea pun pergi ke kamarnya, tinggalah Nenek Atkinson dan Will di ruang tamu. Terdiam beberapa saat, barulah Nenek Atkinson berkata, "Kau berani menikahi cucuku?"
"Aku lebih tidak berani lagi jika melawan takdir," jawab diplomasi Will.
"Melawan takdir sama saja melawan Tuhan bukan?" Imbuh Will lagi.
Mendengar jawaban Will, seketika saja membuat Nenek Atkinsom terdiam. Lalu pertanyaan selanjutnya dilontarkan lagi kepada Will, "Apa yang kau janjikan kepada cucuku?"
"Penjagaan yang kuat," jawab Will tanpa ada keraguan di nada bicaranya.
"Apa kau memaksa dia untuk menikah denganmu?" tanya Nenek Atkinson lagi.
"Tidak, aku menikahinya karena dia bilang aku hanya bisa menikah dengan dia," imbuh Will.
Nenek Atkinson mengernyitkan alisnya, lalu Nenek bertanya lagi, "Sejak kapan kau menyukai Lea ku?"
"Sejak pertama kali aku melihatnya," jawab jujur Will.
"Jika aku bilang aku berkeberatan dengan pernikahan ini dan meminta kau unuk membatalkan pernikahan ini! Bagaimana?"
"Aku akan menolak dengan keras!" jawab Will.
"Jika aku bersikeras membatalkan, kau akan melawanku dengan apa?"
__ADS_1
Will berkata lagi, "aku sangat yakin bisa membahagiakan Lea."
"Apa kau punya Rumah?" Tanya Nenek
"Tidak," jawab Will.
"Apa kau punya tabungan?" tanya Nenek lagi.
"Tidak," jawab Will.lagi.
Nenek Atkinsin memijit-mijit kedua pelipisnya. Lalu dia berkata lagi, "Apakah kalian tahu, jika kalian berdua sangat berbeda?"
"Iya tahu," jawab will.
Dia pun menghela napas lalu berkata, "Akan banyak angin puyuh yang menghampiri kalian, aku harap kau bisa menepati janjimu untuk memberi penjagaan yang kuat kepada Lea ku."
"Jika kau tidak bisa menjaganya, maka aku adalah orang pertama yang akan mengambilnya darimu," ancam Nenek Atkinson seraya pergi.
Will pun ikut berdiri, saatnya pergi ke kamar menemui Lea. Di dalam kamar nampak jika Nona kedua Atkinson itu terlihat merasa cemas, begitu pintu terketuk, dia langsung saja membuka pintu kamarnya.
"Jadi bagaimana, apa kata Nenek, apa dia memarahimu?" tanya Lea tanpa jeda seraya menarik Will duduk di sisi ranjang besar miliknya.
"Nenek hanya bilang, jika tidak menjagamu dengan baik, maka dia akan mengambilmu dariku," jawab Will.
__ADS_1
"Nenek tidak marah?" tanya Lea lagi.
Will menggelengkan kepalanya, Lea pun berkata, "Syukurlah," sambil membaringkan tubuhnya karena hatinya merasa lega.
"Aku akan tidur di kamarku," jawab Will lalu bangkit berdiri dan pergi meninggalkan kamar Lea.
Melihat itu, Lea langsung terbangun duduk seraya bergumam, "Bukankah sudah menikah, tapi mengapa malah tidur terpisah."
Lea bangkit berdiri dan pergi ke kamar mandi. Dia mematut-matut diri di depan kaca, "Tidak buruk," gumam pelannya.
Lea sedikit membusungkan dadanya, lalu berkata, "Tidak kecil juga."
"Ah dasar pria," ujar Lea sedikit kesal.
Dia pun melemparkan tubuhnya ke ranjang besar itu, lalu menarik selimutnya dan mulai memejamkan mata. Keesokan paginya, Will dan Nenek atkinson sudah di ruang makan terlebih dulu.
"Apa aku terlambat?" tanya Lea seraya mencium Nenek Atkinson.
"Tidak, hanya saja kami yang lebih awal," jawab Nenek Atkinson.
"Duduklah," ujar Nenek
Lea pun duduk di sebelah Will tanpa memandang wajahnya, dia masih merasa kesal, semalaman dibiarkan tidur sendirian. Pada saat ini Nenek Atkinson meletakan sebuah kunci mobil di atas meja makan, "Ini hadiah pernikahan kalian."
__ADS_1