PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
ARCADA 0001


__ADS_3

Benda yang diberikan adalah sebuah batu berukir Petroglif. Ini adalah gambar yang dibuat dengan membuang bagian permukaan batu lalu mengukirnya. Petroglif dapat ditemukan di seluruh dunia, tapi ini tidak selalu berhubungan dengan masyarakat prasejarah.


Elliot membawa batu itu tanpa berbasa-basi, merasa sudah mendapatkan apa yang dia ingin cari tahu, dia tidak ingin mengurus hal lainnya yang berkaitan dengan kastil ini. Yang pasti pada saat ini ada satu kata yang akan mereka segani, yakni ‘Pegasus’


Melihat pintu tinggi besar di buka, Will pun bernapas lega, “Apa mendapatkannya?” tanya Will.


“Sudah … tapi belum!” jawab datar Elliot.


“Ah, artinya kita masih dalam setelan perburuan,” imbu Will dengan sedikit tertawa.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung masuk ke mobil. Elliot masih terdiam sejenak memikirlan perkataan si pria bertopeng sebelum dia benar-benar meninggalkan koridor sempit tadi, pria itu berkata jika pecahan itu ada empat, itu artinya ada tiga kata sandi yang harus ditemukan dan empat kata sandi yang harus dipecahkan.


Teringat dengan kelompok Arcada 0001, ini merupakan kelompok hacker dan kriptografer misterius yang sering membuat teka-teki yang sangat sulit untuk dipecahkan. Teka-teki yang disebar biasanya berupa gambar yang di susupi data atau informasi rahasia.


Kriptografi ini dibuat untuk menjaga keamanan pesan ketika pesan tersebut dikirim dari suatu tempat ke tempat lain. Teka-teki rumit akan digambarkan pada elemen kriptografi, matematika, literatur, pesan rahasia, dan filosofi. Kata-kata pada gambar harus disusun sehingga memiliki arti. Informasi pada gambar tersebut merupakan pemecah kode ke tahapan selanjutnya dari permainan teka-teki mereka.


Merasa jika Petroglif ini hampir serupa dengan Kriptografi, sama-sama menyusun gambar, jadi Elliot merasa membawa batu ini ke Arcada 0001 maka adalah hal yang tepat. Elliot pun berkata, “Kita akan terbang ke USA, siapkan semuanya!”


Setiap hari tidur hanya beberapa jam saja, membua Elliot dan Will kelelahan, dalam perjalanan Tuan Foster itu pun memejamkan matanya. Ketika sampai, Will menoleh ke belakang dan melihat jika Tuannya itu sedang tersenyum dalam tidur.

__ADS_1


“Ada apa dengannya?” pikir Will.


Elliot sedang bermimpi sedang berlari, bekejaran dengan Lea di padang rumput hijau. Pada saat ini dia benar-benar sudah rindu dengan gadis kecilnya itu, jadi ketika dia bermimpi bertemu dengan Lea, wajahnya pun langsung tersenyum.


Merasa laju mobil terhenti, maka Elliot pun langsung terbangun, “Oh kita sudah sampai!”


Will hanya mengangguk, sedikit menahan tawa karena ini pertama kalinya dia melihat Elliot tidur nyeyak seraya tersenyum. Keduany pun masuk ke Villa tempat mereka tinggal sementara selama di Italia.


Elliot berkata kepada Will, “Kau tidurlah dulu! Meski sebentar, itu akan sangat berarti bagi tubuhmu!”

__ADS_1


Merasa jika memang lelah, maka Will pun segera masuk ke kamarnya sementara para bawahannya sedang sigap mengatur kepergian dua orang penting untuk terbang ke USA.


Elliot juga masuk ke dalam kamarnya, dia merebahkan tubuhnya di ranjang besar besprei putih polos. Merasa baru saja memimpikan Lea. Merasa rindu berat, dengan tanpa berkedip dia menatapi foto gadisnya itu seraya memanggil namanya beberapa kali, lalu memeluk ponselnya, hatinya sudah tidak tahan lagi ingin bertemu, ada banyak kata yang ingin dia ucap kepada Nona kedua Atkinson itu.


__ADS_2