
Lea pun kembali masuk ke kamarnya, tapi hal aneh terjadi, dia tidak bisa memejamkan matanya. Sebentar-bentar melirik ke arah jam dinding. Sampai dini hari, bahkan ketika sudah di pagi hari Lea tidak bisa memejamkan matanya.
Ketika turun untuk sarapan pagi, wajah Lea mengejutkan semua orang, "Oh ya ampun Lea, apa kau tidak bisa tidur?"
Lea hanya tersenyum saja, nenek Atkinson berkata lagi, "Lihatlah mata pandamu itu."
Lea langsung menepuk-nepuk wajahnya, "Tidak apa Nek, hanya sedikit lelah saja," jawab Lea.
Lea melihat-lihat sudut ruang makan, tapi tidak melihat pengawal pribadinya itu, "Apa sedang encari Will?" tanya Nenek Atkinson.
Lea sedikit menunduk malu, lalu menyesap jus jeruknya. Nenek Atkinson berkata, "Ada hal yang harus dia urus, jadi akan ijin beberapa hari," jelas Nenek Atkinson..
Lea mengangguk sembari menghabiskan sarapan paginya, Nenek Atkinson pun tersenyum, "jangan bekerja terlalu keras."
Dia tahu betul bahwa Lea bekerja sangat keras, meski begitu Lea harus tetap bisa mempertahankan keanggunannya, Lea seperti teratai putih yang indah, yang muncul dari air berlumpur, sehingga nenek Atkinson sangat mengaguminya.
"Nek, aku pergi sendiri saja," ujar Lea yang entah mengapa merasa jika itu bukan Will yang menjaganya, maka terasa aneh.
"Apa kau yakin?" tanya Nenek Atkinson.
"Ya, aku kan bukan anak berusia lima tahun," ujar Lea seraya tertawa.
Lea pun mengendarai mobilnya sendiri, sedikit ada rasa sepi di hati. Beberapa minggu berkegiatan dengan pengawal pribadinya itu, tapi sudah memberikan kesan mendalam.Mobil Lea berhenti di lampu merah, sambil bersenandung dia melihat sebuah berita di layar videotron.
videotron tampil dalam balutan layar digital LED penuh. Maka, sudah pasti langsung di-notice oleh masyarakat, termasuk oleh Lea.
"Dua Raksasa Supermarket Besar Merger, Ada Apa?"
Lea membaca judul berita yang tengah disajikan oleh berita di videotron itu.
Raksasa Foster mengumumkan rencana pembelian C&K senilai US$ 25 miliar atau setara Rp386,8 triliun. Rencana ini diprediksi akan mengubah industri ritel di Stockholm dan cara jutaan pelanggan membeli bahan makanan mereka.
Kesepakatan itu diperkirakan akan selesai pada bulan depan dan akan menggabungkan dua jaringan supermarket terbesar di negara itu dan menciptakan salah satu perusahaan swasta terbesarnya. Kedua perusahaan memiliki gabungan 710.000 pekerja, dengan 85 juta pelanggan yang kebayakan adalah sektor pelanggan dari rumah tangga.
penggabungan akan membuat perusahaan mwnjasi skala yang lebih besar lagi untuk menangkal persaingan raksasa ritel lainnya.
Lampu merah telah berubah menjadi lampu hijau, Lea pun melajukan mobilnya sambil bergumam, "Keren sekali Foster Corporation itu."
__ADS_1
Pada saat ini ponsel Lea berdering, itu adalah panggilan dari Eddie Baker, "Apa bisa bertemu?" tanya nya.
"Aku dan kau sudah tidak terkait lagi satu sama lain," jawab Lea.
"Aku ingin mengembalikan kalung milikmu," jawan Eddie lagi.
"Kalung," gumam pelan Lea.
Itu adalah kalung milik mendiang ibunya Lea. Beberapa saat yang lalu dia memang kehilangannya. Merasa jika itu begitu penting maka, Lea pun setuju untuk bertemu.
"Katakan di mana tempatnya?"ujar Lea.
Lea pun segera pergi ke tempat yang Eddi katakan. Dia masuk ke gedung pertemuan. Baru saja masuk tapi langsung dikejutkan oleh cahaya kamera yang mengambil foto dirinya yang baru saja tiba.
"Apa-apaan ini," pikir Lea, sembari menghalangi beberapa wartawan mengambil foto.
Ternyata Eddie tengah menggelar pers conference pembatalan pertunangan mereka. Keluarga Baker merasa terhina karena ternyata Lea yang lebih dulu memutuskam pertunangan. Suatu kebetulan Keluarga atkinson tidak membuat kehebohan berita tentang putusnya pertunangan mereka.
Nyonya Baker tidak ingin khalayak umum mengetahui bahwa putranya telah dicampakan oleh Nona kedua Atkinson, bagi mereka ini adalah tentang harga diri keluarga.
Eddie melirik Lea dengan wajah penuh keengganan, namun dengan berat hati ia berjalan maju di bawah intimidasi ibunya.
Lea terkejut, hatinya terasa seperti disayat-sayat oleh pisau. Ia merasa sangat kesakitan.
Meskipun Lea yang meminta hal ini, membatalkan pertunangan. Dia tidak bisa tidak merasa kesal saat mendengar kata-kata Eddie Baker.
Lea menatap pria di depannya. Bibirnya melengkung saat matanya mulai memerah.
"Eddie Baker, sudah berapa lama kita bersama?"
"Dua tahun," jawab Eddie
"Dua tahun! Hah?"
"Siapa sangka kita akan menghabiskan waktu dua tahun hanya untuk berakhir seperti ini?" imbuh Lea.
Eddie menjebaknya di tempat tidur dengan pria lain, namun tidak ada rasa bersalah, tidak ada upaya untuk menebus dirinya sendiri, dan bahkan tidak ada permintaan maaf. Yang dia katakan hanyalah kata-kata dingin 'kita tidak cocok satu sama lain'
__ADS_1
Ada sesuatu yang mengganjal di lubuk hati Lea. Ia mengangkat bibirnya dengan sinis dan berkata tanpa basa-basi, "Bukankah aku yang lebih dulu meminta ini kepadamu?"
Eddie sangat terkejut dengan perkataan Lea, dia mengerutkan kening dan menatap mantan tunangannya itu, merasa sepertinya Lea sudah berubah. Sebelumnya dia tidak pernah melihat Lea melawannya seperti ini.
Lea tidak ingin melibatkan diri dengan mereka lagi, jadi dia berbalik untuk pergi dengan wajah yang kusut dingin, tetapi suara Claudia yang terdengar cemas tiba-tiba memanggil dari belakangnya.
"Lea!"
Detik berikutnya seseorang menghalangi jalannya. Dengan Wajah pucat Claudia yang berlinang air mata dia meraih lengan Lea dan berkata, "Lea, aku tahu emosimu sedang tidak stabil. Tapi apakah perlu membawa media untuk semua ini, mengapa kau masih saja mau mempermalukam keluarga Atkinson dan Baker!"
Ketika Lea melihat Claudia dalam keadaan lemah dan tak berdaya, dia hanya merasa sangat jijik. Dia menepis Claudia dengan dingin, "jangan sentuh aku!"
Lea tidak menggunakan banyak tenaga tetapi Claudia tiba-tiba tersandung dan jatuh ke lantai sambil menjerit.
"Caludia!"
Eddie melesat ke arahnya seperti anak panah untuk membantunya berdiri. Dia berkata pada Lea dengan marah, "Apa yang kau lakukan!"
"Aku tidak..." jawab Lea terhenti karea Claudia menyelak perkataannya.
Ekspresi Lea berubah ketika dia dengan tidak sadar mencoba menjelaskan tetapi Claudia menyela. Pupil Lea membesar, wajahnya dipenuhi keterkejutan, dia mengangkat kepalanya menatap eddie yang memberi tatapan kecewa kepadanya.
Eddie berkata, "Aku tidak mengira kau akan seperti ini."
Lea menjawab perkataan Eddia, "Kau pikir aku mendorong Claudia?"
"Apa kau pikir aku buta, aku melihat dengan kepala mata sendiri, kau tadi mendorongnya," jawab Eddie.
"Aku pikir selama meski kau kaku dan berhati dingin, tapi kau adalah gadis yang baik,sepertinya aku salah menilaimu" ujar Eddie.
Lea berdiri diam tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia berbalik untuk melihat Claudia yang matanya bersinar dengan keceriaan dan kebanggaan.
Hati Lea perlahan-lahan terenyuh, lalu ia tertawa dengan senyumnya yang penuh ironi, "Eddie Baker, baru hari ini aku menyadari betapa bodohnya kau ini."
"Apa yang kau katakan?"
"Bukan apa-apa, jika kau jatuh cinta padanya, baiklah, aku akan memberikan restu padamu," jawab Lea.
__ADS_1
"Bagaimana pun juga sampah dan lalat, memang pasangan yang cocok!" ujar sarkas Lea.
Ekspresi Eddie berubah, ia tidak menyangka bahwa orang yang cuek dan berpenampilan polos ini akan menggunakan kata yang begitu vulgar.