PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
SEMUA HANYA DEMI GADIS ITU


__ADS_3

Nenek Elliot masih keras kepala, dia pun melambaikan tangannya tanda mengusir Elliot Foster. Lea yang melihatnya langsung saja menarik Elliot lagi untuk keluar dari kamar Neneknya seraya berkata, “Kita bicara diluar.”


Baru saja keluar dari kamar Nenek Atkinson, Elliot langsung saja memasukan Lea ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat. Tidak ingin melepaskannya seraya berkata, “Biarkan aku memelukmu seperti ini sebentar saja.”


Lea yang pada awalnya menolak, tapi pada akhirnya meletakan jemari tangannya di punggung Elliot. Merasakan tangan Lea tengah memeluk punggungnya, dia pun tersenyum lalu melepaskan pelukan, menundukan kepalannya dan mencium kening Lea seraya berkata. “Tidak ada kencan dengan pria lain lagi di lain waktu, Tunggu aku dengan patuh. Aku akan menjemputmu secepatnya.”


Tanpa di minta pergi, Elliot langsung bergegas pergi dari Rumah Tua Atkinson, Tidak ingin mendengar kata penolakan dari Lea, jadi dia segera saja pergi dari sana. Lea menatapi kepergian Elliot sampai siluetnya benar-benar hilang dari pandangannya.


Pada waktu itu Elliot memutuskan untuk menyamar, karena ingin memastikan apakah Lea Atkinson layak menjadi Nyonya Foster. Dan, ternyata gadis belia itu lebih dari pantas. Semua hal yang di inginkan pria ada pada diri Lea. Gadis muda yang memiliki sikap tidak mudah dipatahkan, cerdas, pintar, cantik dan polos tentang pria. Sungguh bodoh jika Elliot melepaskan gadis seperti Lea Atkinson.


Di sisi gedung lain, Di perusahaan Baker. Nampak Eddie sedang membaca berita yang sedang booming tentang penggabungan Foster Grup dan Hank Grup. Dan ketika membaca berita tentang pertunangan Tuan Foster, alangkah terkejutnya ketika melihat Foto Elliot Foster bersama dengan Lyra Hanks.


“Bukankah ini pengawal pribadi Lea.” Pikir Eddie.


Senyuman senang menyapa raut wajah Eddie, dia merasa ada kesempatan untuk mendapatkan Lea kembali. Dengan hati senang dia pun pergi ke rumah Tuan Atkinson untuk menemui Lea. Kepala pelayan mengatakan jika ada Tuan Eddie.


Lea terdiam sesaat lalu berkata, “Aku, akan menemuinya.”


Eddie menunggu Lea di ruang tamu, tak berapa lama Lea pun datang seraya berkata, “Tuan Baker, apakah ada sesuatu yang penting datang kemari mencariku?”


“Kau belum menikah kan?” tanya Eddie tanpa berbasa-basi.


Wajah Lea langsung saja berubah, “Bukan urusanmu?” jawab Lea sembari membalikan badannya.

__ADS_1


“Tentu saja ada,” ujar Eddie seraya menarik tangan Lea agar menghadap kepadanya.


“Aku ingin kita memulai kembali,”bujuk Eddie kepada Lea.


Mendengar perkataan Eddie, Lea pun tertawa seraya berkata, “Oh ya ampun Tuan Baker, hati-hati jika Claudia mendengar perkataanmu ini , bisa-bisa dia akan membunuhmu nanti.”


“kau paham kan. Aku yakin kau pasti sangat mengenal dia dengan baik bukan?” ujar Lea lagi sembari menghempaskan tangan Eddie darinya.


Mendengar perkataan Lea, mantan tunangannya itu pun sedikit terdiam lalu dia berkata lagi, “Aku akan megurusnya nanti.”


“dengan cara apa …? Tanya Lea, lalu dia berkata lagi, “Dengan cara yang sama yang seperti kau lakukan kepadaku?”


“Silakan pergi … sebaiknya kau pergi saja!” ujar Lea seraya menunjuk ke arah pintu keluar.


Hatinya semakin membenci dan mengiri kepada Lea, karena semua hanya melihat kepada Lea saja. Niat ingin menjenguk Nenek Atkinson pun dia batalkan dan memilih langsung pergi dari sana. Sepanjang mengendari mobil, rencana licik tengah berlompat-lompat di kepalanya. Sebuah Rencana balas dendam.


Pada saat ini, Elliot tiba di kediaman Foster. Begitu tiba dia langsung saja melangkah dengan cepat pergi ke perpustakaan tempat Favorit kakeknya itu. Tanpa mengetuk pintu dia langsung saja masuk dan duduk dengan elegan di depan kakeknya itu.


“Aku tidak bersedia dan tidak pernah bersedia,” ujar Elliot langsung berkata kepada Kakeknya itu.


“Jika begitu silakan pergi dari keluarga Foster,” ancam Kakek Foster.


Tanpa memikirkannya lagi Elliot langsung saja menjawab, “OK.”

__ADS_1


Kakek Foster merendam keterkejutan di wajahnya, Elliot adalah ahli waris utama keluarga Foster dan dengan mudahnya dia melepas itu semua hanya demi tidak bertunangan dengan Lyra Hank. Kakek Foster bukan tidak tahu tentang Lea Atkinson.


Dengan menekankan nada yang terdengar marah, Kakek Foster pun berkata, “Semua hanya demi gadis itu kau berani menantangku?!”


“Dia bukan hanya sekedar seorang gadis, dia adalah calon ibu dari anak-anakku kelak,” jawab Elliot penuh percaya diri.


“Baik jika begitu, aku ingin lihat bagaimana kau bisa hidup diluar sana tanpa nama besar Foster!” hardik marah Kakek Foster seraya bangkit berdiri pergi. Elliot pun pergi ke kamar lamanya, mengambil beberapa foto-foto penting dia bersama dengan ibunya dan tidak membawa benda yang lainnya.


Orang bijak mengatakan, jangan pernah berbisnis dengan keluarga. Bisa saja suatu saat perasaan pribadi bisa ikut masuk dalam menjalankan perusahaan. Memisahkan antara kepentingan keluarga dan perusahaan sudah terbukti sangat sulit dilakukan. Tapi, Elliot sudah lama mempersiapkan untuk masa-masa ini datang.


Elliot mengirim pesan kepada Will Armstrong, “Aku sudah bukan CEO Foster lagi?”


Will yang saat ini sedang berada di rumah sakit, membaca sekilas saja pesan dari Tuannya itu, dia masih mendampingin Cleo di rumah sakit. Pada saat ini dokter sedang menerangkan sebagai penderita Lou Gehrig syndrome, ada pantangan-pantangan pada makanan, karena pada sistem kekebalan tubuh Cleo malah keliru menyerang sel-sel saraf yang sehat. Akibatnya, terjadi kerusakan pada sel-sel tersebut.


Cleo harus Diet pada makanan yang mengandung banyak kadar glutamat. Ini adalah salah satu dari 20 asam amino penyusun protein. Sebagai asam amino, glutamat termasuk dalam kelompok non esensial, yang artinya tubuh mampu memproduksi sendiri.


Glutamat adalah zat kimia yang berperan sebagai pengirim pesan dari dan ke otak serta saraf. Namun, bila menumpuk di sekitar sel saraf, glutamat dapat menimbulkan kerusakan pada saraf. Dan pada kasus Cleo, sangat tidak boleh berada dalam kondisi kelebihan Glutamat.


Will mendengarkan dengan seksama penjelasan dari dokter, Cleo termasuk penderita yang beruntung karena mendapatkan terapi yang tepat. Dia bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti gadis lain.


Will lebih tercengang lagi ketika mendengar jika dulu Cleo kesulitan bicara karena lidahnya mengalami kelu, gadis yang tadi dia lihat begitu fasih memarahinya, ternyata dulu mengalami hal berat seperti itu. Setelah berbicara dengan dokter dia pun kembali ke kamar rawat Cleo.


Melihat sudah ada Tuan dan Nyonya Spencer, maka Will pun dengan sopan menyapa mereka. Nyonya Spencer langsung saja berkata, “Terima kasih karena sudah membawanya ke rumah sakit dengan tepat waktu.”

__ADS_1


“Maafkan aku Nyonya, karena tidak tahu tentang sakit Cleo. Jika tahu aku pasti akan melarang dia makan sembarangan,” ujar Will.


__ADS_2