PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
WILL ARMSTRONG


__ADS_3

Merasa jika Tuan Foster menunggu jawabannya maka dia menyebut sebuah nama yang pertama kali keluar di kepalanya, "Will Armstrong."


"Ah begitu," jawab Tuan Foster.


Elliot malah mencari tahu mengapa Lea mau dekat dengan pengawal pribadinya itu, pembicaraan bisnis pun berubah menjadi pembicaraan yang terdengar umum tapi terasa pribadi.


"Jadi kalian saat ini tengah menjalin hubungan?" tanya Tuan Foster.


"Ah itu ... bukan, em maksudku. Satu-satunya pria yang ada di dekatku sekarang hanyalah dia. Karena dia adalah pengawal pribadiku, kemana aku pergi dia pasti ada, apapun keadaannya dia pasti selalu mendukungku dan menjagaku dengan baik," jawab Lea yang juga baru tersadar jika kehadiran Will sudah begitu penting baginya.


Lea tertegun sesaat, memikirkan perkataan yang baru saja keluar dari mulutnya. Lamunannya di buyarkan oleh Tuan Foster yang mengatakan jika dia ingin di lain waktu agar mereka bertemu lagi.


Meski merasa aneh, tapi Lea mengiyakan, bersedia jika mereka akan bertemu lagi, "Sekali lagi terima kasih atas kerjasamanya dan kesedian Tuan untuk meluangkan waktu bertemu denganku."


Lea pun berdiri, mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, lalu melangkah keluar ruangan. Ketika Lea keluar dari ruangan Elliot, pengawal pribadinya itu sudah berdiri di depan pintu, diam tanpa bicara.


Lea memandang kepada pengawal pribadinya itu dan betkata, "Kenapa memandangku seperti itu?"


"Tidak apa Nona," jawab will


Mereka pun bergegas pergi dari sana.


Sesaat yang lalu Lea merasa jika suara Will dan Elliot hampir terdengar sama. Melihat will berdiri di depan menunggunya maka dia berpikir jika hanya kebetulan saja mereka memiliki suara yang sama.


Pertemuan berjalan dengan lancar, Lea memegangi anting kupu-kupunya seraya berpikir jika jimat yang Nenek bilang ini telah betul-betul berhasil menjalankan tugasnya dan lain kali dia akan memakai anting ini lagi ketika bertemu dengan Elliot.


Begitu sampai di Toko, mereka berdua di sambut dengan terompet dan juga taburan taburan dari kertas berwarna-warni. Memberi selamat kepada Lea karena telah betul-betul bertemu dengan Si raja bisnis, Elliot Foster.


"Ceritakan pada kami, rupa si Raja Bisnis, apakah dia tampan, apakah dia ramah?" tanya mereka saling bersahutan.

__ADS_1


"Emm ... tentang itu aku tidak yakin," jawab Lea.


"Apakah Nona tidak melihat wajahnya?" tanya salah satu petugas toko.


"Tidak, karena di ruangan kerjanya tidak banyak cahaya, sepertinya dia sangat suka dengan warna gelap," jelas Lea.


"Sudah, sudah kembali bekerja!," ujar manajer toko kepada semua petugas. Lalu dia berkata lagi, "Dan, Nona sekali lagi selamat," ujar manajer toko.


Lea mengangguk sopan, lalu berlalu masuk ke dalam ruangan kerjanya. Will mengikuti dari belakang. Lea menghentikan langkahnya dan berbalik badan, "Will," panggilnya dengan suara sedikit meragu.


"Emm ... maafkan sikap ku beberapa hari ini ya, jangan masukan ke dalam hati."


Will menjawab hanya dengan sedikit menundukan kepalanya, Lalu Lea berkata, "Sebagai permintaan maaf, aku memberikanmu waktu luang. Hari ini Kau bisa pergi ke tempat yang kau mau. Kembali ke sini jika sudah saatnya aku pulang saja."


Will lagi-lagi hanya sedikit menganggukan kepalanya, lalu membalikan badan dan melangkah pergi. Lea memandangnya sampai siluet Will tidak terlihat lagi.


Lea pun melanjutkan pekerjaan, pada saat ini ponselnya berdering itu adalah Cleo Spencer, "Apa kau sudah sehat?" tanya Lea seraya bangkit dari kursi kerjanya dan berdiri di luar jendela.


"Kapan kau akan kembali?" tanya Lea.


"Tebak aku punya berita apa?" ujar Cleo dengan nada bersemangat.


"Apa, cepat katakan kepadaku!" imbuh Lea.


"Lusa aku akan kembali," jawab senang Cleo.


"Benarkah? Oh ya ampun aku sudah sangat merindukanmu," ujar Cleo dengan bersemangat.


"Oh sayangku, aku akan menunggu kepulanganmu. Aku akan menjemputmu ya nanti," ujar Lea lagi.

__ADS_1


Sambungan ponsel pun terputus, Lea menatapi layar ponselnya yang menggelap. Ingatan Lea pun melayang kepada kajian sila belasan tahun yang lalu, pada saat ini dia bersyukur pada kala itu, claudia memberikan hari buruk kepadanya tapi malah berakhir manis. Dia dan Cleo Spencer menjadi teman baik sampai hari ini.


Sayangnya Cleo mengidap penyakit Lou Gehrig’s Disease yang dimana awalnya mudah merasa lemas, dan mudah lelah, kemudian otot seluruh tubuh akan mengalami fasikulasi, ini adalah kontraksi otot yang terjadi tiba-tiba dan hanya sebentar. Namun,berulang pada sekelompok serat otot rangka dan mulai mengakibatkan kesulitan tersendiri bagi penderitanya.


Matahari nampak sudah akan pergi dari peraduannya, warna oranye yang ditemarkan menandakan jika ia sudah selesai membagi dan menebar cahaya hari ini, dan saatnya menyinari belahan bumi yang lainnya. Melakukan serah terima sore ini dengan bulan yang sebentar lagi menggantikan posisnya, bergantian menebar cahaya diantara guratan warna gelap malam hari.


Lea melirik ke jam tangannya, "Mengapa belum kembali!" pikirnya yang melihat jika Will belum juga tiba di toko.


Baru saja memikirkan orangnya, pintu terbuka dan will pun masuk ke ruang kerja. Lea pun membereskan berkas kerja, lalu mengambil jaket dan tas nya.


Baru saja keluar ruangan, dia sudah mendengar keributan diluar ruang kerjanya itu, "Ada apa ini!" ujar Lea dengan heran.


Claudia dan Eddie juga mendengar jika Lea telah berhasil bertemu dengan Raja Bisnis. Dia datang ke toko mainan yang dikelola oleh Lea ini karena ingin memastikan apakah rumor yang dia dengar itu adalah benar. Toko pertama yang menempati sebuah gedung dengan arsitektur dan tidak luas seluas toko-toko yang lain, justru mencatat penjualan tertinggi di tiap bulannya di banding dengan toko-toko lain.


Lea sedang melihat Claudia memaksa kasir untuk menutup mesin kasir, dan ingin melihat sendiri dengan mata kepala sendiri berapa penjualan yang di dapat hari ini. Melihat yang membuar keributan adalah kakak tirinya, Lea pun masih bersabar hati meladeni.


"Wah, senang sekali kau mau mengunjungi toko kecil ini," ujar Lea seraya berdiri di depan kasir yang sedikit merasa ketakutan karena sedari tadi dibentak oleh Claudia.


"Sebagai Kakak tertua di keluarga, mengecek pekerjaanmu dilakukan dengan lancar tentu saja sudah menjadi kewajibanku. Jika kau bingung soal bisnis, aku akan menyenggangkan waktu ku untuk mengajarimu," ujar Claudia seraya melirik kepada Will Armstrong yang sangat jelas terlihat jauh lebih tampan dari Eddie Baker, bagi Claudia satu-satu kekuranga Will adalah karena dia hanya seorang pekerja kasar, seorang pengawal saja tidak lebih.


Lea tidak ingin memperpanjang perdebatan lalu berkata, "Kita tutup lebih awal, kalian sudah bisa menutup kasir dan membuar laporan harian!" ujar Lea dengan lugas tapi tetap terkesan ramah.


"Maaf tidak bisa menemani kalian, Hmm ... kami harus mengejar film yang akan segera tayang," ujar sembarang Lea.


"Ayo, kita pergi!" ajak Lea kepada Will.


Mereka berdua pun bergegas pergi. Sementara itu Eddie menatapi kepergian keduanya. Dia merasa sepertinya baru saja melihat sisi Lea yang lain, "Apakah dia sudah benar-benar tidak peduli dengan perasaannya kepadaku, apa aku benar-benar sudah menghilang dari hatinya."


"Eddie ... Eddie," panggil Claudia berulang-ulang sehingga sedikit menyadarkannya.

__ADS_1


Melihat keberhasilan Lea dalam mengembangkan toko mainan, padahal terbilang baru memegang manajemen toko pertama Atkinson ini, maka Claudia akan mengajukan petisi agar pengelolaan toko mainan di serahkan kepadanya.


__ADS_2