PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
CHIP DIBAWAH KULIT


__ADS_3

“Aku hanya bisa membawa satu orang saja,” imbuh Rudolf.


“Tunggu di sini!” perintah Elliot kepada Will.


“Apa kau yakin?” tanya Will kepada bosnya itu.


“Apa kau meragukan kemampuanku?” sedikit kelakar Elliot kepada asisten nomor satunya itu seraya pergi melangkah masuk bersama Rudolf.


Will menunggu di pelataran teras, pintu besar pun terbuka. Elliot dan Rudolf mulai masuk. Suara sepatu mereka berdua terdengar memantul-mantul menggema karena koridor itu begitu sepi.


Di kastil ini ada yang disebut rekening rahasia, di mana pelanggan bisa menyimpan dengan aman uang hasil kejahatan atau korupsi atau dari mana pun tanpa perlu identitas pribadi sehingga pihak-pihak lain tak bisa menelusuri asal uang itu. Dan, pihak kastil akan menjaga penuh kerahasiaan Pelanggan mereka. Selain itu mereka juga memilki brankas rahasia.


hanya sangat sedikit orang yang memiliki akses ke rincian mengenai nasabah yang bersangkutan.


Brankas ini ditujukan untuk menyimpan rahasia yang tidak beupa uang. Inilah yang di incar oleh Elliot. Data nasabah mereka ini ditulis secara manual, karena itu sedikit kesulitan melacakannya. Selain manual semua juga tertulis dalam bentuk kode sandi.


Di kastil ini jika ada seorang nasabah yang dianggap berisiko tinggi, maka kastil akan mengambil langkah-langkah khusus, mulai dari basis data mengenai orang-orang di sekitar orang itu, sampai pengemudi dan anak, istri gundik. Kastil harus memantau rekening dan asset yang dirahasiakan dengan sangat ketat. Jika diluar ini ada yang datang, maka tidak akan mudah bagi mereka untuk menarik apa yang sudah di titipkan di kastil ini, jika bukan si yang punya rahasia yang menariknya.


Will mengetahui tentang hal ini, karena itu hati dia merasa sangat was-was. Khawatir terjadi hal buruk dengan tuannya di dalam. Rudolf mendorong pintu besar di depan mereka, lalu berkata, “Silakan, aku hanya mengantarmu sampai di sini?”


Izin masuk ke kastil di dapat, ketika Rudolf mengatakan jika dia memiliki daftar semua nasabah kastil ini,Pegasus telah mencuri data basis mereka. Karena itu permintaan Rudolf di penuhi membawa Elliot masuk ke dalam kastil.


“Terima kasih!” jawab Elliot sembari langsung melangkah masuk, pintu besar pun tertutup. Elliot berhenti di tengah ruangaan serta memandangi pilar-pilar yang berdiri kokoh yang mengelilinginya.

__ADS_1


Elliot melihat ke jam tangannya, dalam hati mulai menghitung akan berapa lama dia dibuat menunggu di tempat ini. tapi tidak sampai 30 detik, seseorang sudah keluar, seorang pria berjas hitam dengan menggunakan topeng dari emas yang menutupi sebelah wajahnya.


“Jadi katakan padaku, racun apa yang kau bawa untuk kami?” tanya pria bertopeng itu.


“Racun yang bisa membuatmu miskin?” jawab Elliot.


Seketika saja pria itu tertawa, kastil ini termasuk perkumpulan yang kokoh dengan memiliki banyak kekayaan dan juga asset yang terkumpul dalam kurun waktu hampir satu abad. Elliot menarik senyuman di ujung bibirnya, sebuah senyuman sarkas, lalu dia pun mengambil ponselnya dari sakunya seraya berkata, “Ini, mungkin kau mengenali data ini?”


Pria itu melihat layar ponsel Elliot, terlihat dia menaikan satu alisnya lalu berkata, “Dari mana kau mendapatkan ini?”


“Sudah aku bilang bukan, aku membawa racun yang bisa membuat kalian mati!” imbus sarkas Elliot.


“Apa Syarat untuk penawarnya?” tanya pria itu tanpa berbasa-basi.


Ketika Abe sudah mulai berani mendatangi Lea, Maka Elliot pun langsung bekerja keras, 24 jam sehari, Pegasus pun pada akhirnya mendapatkan rahasia yang sangat berharga itu. Elliot pun mengancam keberlangsungan kastil ini dengan rahasia yang dia pegang sekarang.


“Aku tidak tertarik dengan mereka-mereka ini, terkecuali …” Elliot sedikit terdiam, masih mau sedikit membuat hati sip ria bertopeng berdebar-debar.


“Kecuali apa?” tanya si pria bertopeng.


“Aku ingin Rahasia Abe Foster …” imbuh Elliot.


Si pria bertopeng itu pun mengingat-ingat nama nasabahnya itu, “Abe Foster, Nasabah Manual …” pikirnya.

__ADS_1


“Ini agak sulit, karena untuk Nasabah Manual, mereka memiliki kode sandi sendiri, kami hanya menfasilitasi memecah kode itu, dan memencarkannya,” jelas si pria bertopeng itu.


“Beri aku data kalian memecah dalam berapa bagian, dan kaliat letakan di mana?” ujar Elliot lagi.


Pria bertopeng itu masih nampak enggan memberi tahu, karena ini artinya mereka akan melanggar aturan yang telah mereka pegang teguh selama hampir satu abad. Pada saat ini Elliot menghubungi Will dan berkata, “Dalam lima menit jika tidak ada kabar dariku, maka segera kirim data itu kepada umum!”


Elliot benar-benar tidak ingin memberi waktu kepada kastil ini untuk berpikir, dia hanya membutuhkan jawab iya atau tidaknya. Lagi-lagi Elliot menatap ke jam tangannya. Si pria bertopeng mengacungkan pistolnya kepada Elliot, namun di tanggapi degan santai oleh Elliotnya.


“Menembak artinya kita mati bersama!” ujar Elliot lagi.


Elliot berkata lagi,. “Jika sensor di tubuhku mendeteksi detak jantungku berhenti maka seluruh gedung ini akan meledak.”


Sebelum datang ke kastil ini, Elliot telah menanam chip kecil di dalam tubuhnya. Chip ini berfungsi untuk menganalisis keadaan tubuh dan dapat langsung mengirim laporan kepada para asistennya.


Penanaman perangkat ini berada di bawah kulit. Chip ini bisa melihat langsung konsentrasi zat dalam darah untuk membantu menganalisis kesehatan. Di dalam chip tersebut, ada lima sensor, pemancar radio dan sistem tenaga. Chip dengan ukuran sekitar 14mm ini dikembangkan oleh Institut Teknologi Long Corporation. Ini adalah produk yang dihasilkan dari kerjasama Pegasus dan Long Corporation.


Informasi yang didapat oleh chip implan ini akan dikirim ke ponsel. Kemudian akan dengan mudah memonitor gejala-gejala yang ada dalam tubuh dalam beberapa waktu ke depan. Yang lebih menarik lagi adalah chip ini akan dapat mendeteksi serangan jantung dari tiga sampai empat jam sebelumnya. Jadi jika tiba-tiba detak jantung Elliot terhenti, itu artinya gedung ini akan diledakan.


Mendengar penjelasan panjang lebar dari Elliot, Pria bertopeng itu sedikit bergidik, pria dengan pembawaan yang tenang ini ternyata memiliki sifat sadistik. Elliot pun berkata lagi, “Waktu lima menit mu hampir habis!”


“Ikut aku!” ujar pria bertopeng itu.


Elliot pun tersenyum tipis, lalu mengikuti langkah kaki si pria bertopeng yang membawanya pergi menuruni koridor yang semakin lama semakin mengecil, yang hanya cukup untuk satu orang berjalan saja.

__ADS_1


Pria bertopeng emas itu pun membuka sebuah pintu, lalu berkata, “Pecahan pertama kami yang menyimpan, untuk selebihnya kami tidak tahu.”


“Meskipun tempat penyimpanan kami yang menyediakan, tapi kami tidak pernah tahu tempat yang mana. Karena pecahan itu yang memilih tempat rahasia itu di simpan,” Jelas si pria bertopeng itu.


__ADS_2