PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
EMPAT KLAN


__ADS_3

Elliot melihat dua menara itu dengan memicingkan kedua matanya, lalu berkata “Benar-benar diluar nalar akal.”


Zuma pun sudah kembali sadar, lalu dia berkata, “Cepat cari apa yang kau cari, waktu kita tidak banyak, kita sudah harus keluar dari sini sebelum para penghuni di sini menyadari kedatangan kita,kedatangan darah segar.”


Elliot langsung saja melakukan arahan yang Megan ajarkan, Cari tempat yang kelihatannya sangat berantakan, "Jika mencari sesuatu yang hilang, kamu harus fokus pada area yang paling berantakan. Sebab, jika barang itu berada di area yang lebih jelas, sudah pasti kamu menemukannya."


Mengingat perkataan Nyonya Mo itu, Elliot pun langsung saja berkata, “cari tempat yang terlihat paling hancur!”


Zuma dan asisten Elliot pun segera berlarian di sekitar kuil untuk mencari tempat yang dikatakan oleh Tuan mereka. Dua orang sibuk mencari, Elliot berjalan perlahan memperhatikan bagian kuil yang rapih. Hatinya sedikit takut, tapi demi mengembalikan semua kepada tempatnya maka dia pun terus melangkah.


Langkahnya terhenti ketika melihat tulisan yang beracak di kerangka yang tersusun rapi, “DOUOSVAVVM,” baca Elliot, lalu mencatat huruf itu di note ponselnya.


Elliot menyalakan korek api kecil yang dia bawa, itu adalah tanda bagi yang lebih dulu menemukan. Zuma dan asisten Elliot pun datang menghampiri, lalu Elliot berkata,” lihatlah!”


Melihat tombak yang ada di samping tengkorak itu, maka Zuma mengambilnya, menancampkan beberapa kali agar rekatan kerangka tengkorak itu lepas. Elliot mengenali pecahan kedua karena serupa dengan pecahan pertama.


Dia pun segera maju dan mengambilnya, “Dapat!” ujarnya.


Zuma langsung membuang tombak yang sedang dia pegang tadi seraya berkata, “Jika begitu ayo kita pergi!”


Baru saja beberapa langkah ingin pergi dari tempat itu, mereka dikejutkan oleh suara sesuatu jatuh. Mereka bertiga pun berhenti melangkah. Mereka tidak bisa melihat apa-apa selain kilatan dua mata merah.


“Argh …” terdengar sebuah suara teriakan kesal.


“Teleportasi ini terkadang sangat menyebalkan,” gumam suara si dua kilatan mata merah.


“Waaah …” Elliot berdecak pelan, merasa saat ini dia sedang berada di dalam dunia film penyihir.


Suara itu pun behenti bergumam kesal, ketika melihat tiga manusia sedang berdiri menatapnya heran, “Kalian masuk dari mana?” tanya suara itu yang terdengar semakin mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba Zuma memilih berlindung di balik tubuh Elliot, “Hei, kau mengapa bersembunyi di


belakangku!” ujar Tuan Foster.


“Legenda itu benar adanya,” gumam Zuma Pelan.


“Legenda … Legenda apa?” tanya Elliot semakin bingung dengan dunia yang baru saja dia masuki.


“Ribuan tahun yang lalu, ada empat klan vampir terkuat, namun ketiga diantaranya runtuh. Dan hanya menyisakan satu klan yang di pimpin oleh makhluk setengan manusia setengah vampir,” jelas Zuma.


“Dari mana kau tahu jika ia adalah legenda itu?” tanya Elliot.


“Dua mata merah pekat itu adalah simbol percampuran darah manusia dan darah Vampir,” jelas Zuma lagi.


Terdengar satu jentikan jari, Tiba-tiba saja sekitar mereka nampak terang, terlihat pria berdarah Asia sedang menatap ke arah Zuma lalu berkata, “Ah jadi kau orangnya yang menyanyikan syari pemanggil arwah.”


“A-aku …” ujar Zuma sedikit gemetar.


Pria berwajah Asia itu pun tertawa, sambil melempar senyum sarkas dan berkata, “Karena kalian,Kencanku jadi tertunda. Oh lihatlah jas hitam pekat ku, kotor dengan tanah, Karena nyanyian pemanggil arwah kalian tadi membuyarkan konsentrasi teleportasiku!”


“Kencan … Apakah kaum kalian benar-benar bisa jatuh cinta?” tanya Elliot penasaran.


“Aku bahkan sudah menunggu selama ratusan tahun untuk menunggu reinkarnasi pengantinku, dan sekarang kalian malah mengacaukan kencanku!” imbuh kesal pria asing itu lagi.


Sedang berdebat, tiba-tiba saja susunan tengkorak di tempat itu mulai bergerak-gerak, melayang satu persatu. Zuma menoleh lalu berkata, “Mereka menyadari kedatangan kita.”


“Lalu kita harus apa?” tanya Elliot.


“Berdoa,” jawab Zuma.

__ADS_1


Elliot sedikit bergidik, selama ini hanya dunia bisnis saja yang dia lihat. Hal-hal seperti ini jauh di luar bayangannya. Pria Asia yang tiba-tiba datang tadi, berkata “Kalian menepilah!” perintahnya.


Zuma langsung saja menarik Elliot dan Asistenya untuk menepi. Pria Asing itu pun berjalan maju dan berhenti tepat ketika tulang belulang itu berterbangan di atasnya. Mendongak ke atas lalu meelpaskan kepalan tangan kanannya, entah dari mana tiba-tiba pedang bercahaya biru datang dan melesat ke genggaman pria Asia itu.


“Kencan-ku telah di ganggung oleh tiga manusia. Dan, kalian ingin menambah membuatku kehilangan banyak waktu … oh maaf tidak bisa. Aku sudah menunggu Kedatangan Shin Ara ku selama ratusan tahun!” ujarnya seraya menancapkan pedang bercahaya biru yang dia beri nama pedang kematian, dia menghujamkan dengan keras-keras.


Cahaya biru pun membungkus tempat itu, ketiga manusia yang ada di sana pun saling berpelukan karena Cahaya itu begitu terang. Tidak membutuhkan waktu lama, Semua tulang belulang yang ada di sana pun berubah menjadi butiran debu.


Zuma melepaskan pelukan tangan asisten Elliot, lalu berkata “Mereka semua telah bebas, jiwa-jiwa yang terkekang,” ujarnya dengan terharu.


Setelah itu tempat yang tadinya gelap gulita pun sudah kembali terang, terlihat kembali seperti semula sedia kala sebelum dijadikan tempat penimbunan jiwa-jiwa yang telah menjadi korban sesembahan.


“Apakah kau adalah Tuan Hyun?” tanya Zuma dengan sedikit terbata.


“Hyun Ki, namaku Hyun Ki,” jawab Pria Asia itu.


“Kau adalah Klan terakhir yang tidak pernah runtuh itu,” ujar Zuma dengan terkejut kagum.


Zuma langsung saja memeluk senang Hyun Ki, “Sungguh kehormatan bisa bertemu dengan legenda sepertimu.”


Hyun Ki sedikit terkejut, namun memaklumi perasaan Zuma karena dia juga sedang merasakan hal yang sama kepada Shin Ara, pengantin yang telah dia pilih dan telah dia tunggu selama ratusan tahun.


Jika Zuma sedang merasa senang, maka Elliot dan asistennya sedang tercengang bingung, tidak percaya dengan apa yang baru mereka dengar dan mereka lihat. Karena kedatangan Hyun Ki mereka tidak perlu repot-repot mencari jalan keluar, karena tempat ini sudah kembali seperti sedia kala, sudah menjadi hutan biasa.


“Nah, permisi Tuan-Tuan. Karena aku sudah sangat telat datang ke jadwal kencanku. Jadi sepertinya aku harus pergi sekarang. Tidak bisa menemani kalian bermain lagi,” ujar Hyun Ki seraya bersedekap tangan.


“Oh ya tapi, sebelumnya aku harus melakukan ini dulu kepada kalian!” ujar Hyun Ki sembari tersenyum lalu menjentikan jarinya dan seketika saja ketiga manusia itu terpulas.


Hyun Ki tertawa kecil seraya berkata, “Setelah ini kalian tidak akan bisa mengingatkju lagi!”

__ADS_1


“Semoga hari kalian menyenangkan!”ujar Hyun Ki yang melihat tangan Elliot sedang menggenggam sesuatu.


Dia memperhatikan lalu bersimpuh,mengamati seraya berkata, “Oh! Misteri 250 tahun” lalu dia pun membisikan sesuati di daun telinga Tuan Foster itu, “Pergilah ke Inggris.”


__ADS_2