PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
PIZZA, SEAFOOD, ES KRIM


__ADS_3

Elliot langsung saja pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya, tangannya dengan cepat menyalakan pancuran yang mengeluarkan air dingin, “Ya begini saja dulu,” ujarnya sembari menghembuskan napas dan membiarkan aliran air dingin membasahi tubuhnya.


Elliot memegangi kepalanya, sembari berkata dalam hati, “Benar-benar hampir saja.”


Jika tadi Elliot tidak segera pergi maka bisa jadi tadi dia langsung menarik Lea ke ranjang besar yang ada di kamar itu. Elliot mengambil handuk kecil dan menggerakan tangannya untuk mengeringkan rambut. Pada saat ini ponselnya berdering, itu adalah panggilan dari kakek Tua Foster.


Elliot merasa enggan menjawabnya, karena dia tahu hal apa yang akan dibahas. Tentang pertunangannya dengan putri dari keluarga Hanks. Merasa jika dia harus memutuskan semua mata rantai belenggu budaya keluarga Foster akhirnya dia pun menjawab telpon dari kakek tua Foster itu.


“Halo,” jawab Elliot.


“Rupanya kau masih mengenali kakek-mu ini,” ujar Kakek tua Foster.


“Satu-satunya keluarga yang tertua, bagaimana mungkin bisa lupa,” jawab Elliot.


“Pertunanganmu akan segera diaturkan lagi bersiaplah,” ujar Kakek Tua Foster.


“Atur saja sesuka hati kalian,” jawab Elliot yang sama sekali enggan untuk datang, dia akan tetap melakukan hal yang sama, tidak akan pernah datang ke acara pertunangan itu.


Terutama lagi kali ini sudah ada Lea di sini, jadi tidak ada alasan untuk datang ke acara pertunangan itu, “Hah, kakek saja yang bertunangan dengan Nona Hanks, jika kakek begitu ingin dia masuk ke keluarga Foster,” gumam Elliot sembari sedikit terkekeh.


Selesai mengeringkan rambut dan memakai baju casual, Elliot pun segera turun pergi ke dapur, biasanya ketika di rumah, Maka Lea akan memasak. Ellit mengernyitkan alisnya ketika melihat suasana dapur tampak sepi.


"Wah, dia benar-benar menghindariku," ujarnya sembari bertelak pinggang.


Pada saat ini Lea pun masuk ke dapur. Melihat ada Elliot, dia melewatinya begitu saja, membuka kulkas lalu mengambil sebungkus mie instant. Dia memasaknya tanpa menawarkan kepada Elliot.


"Kenapa hanya memasak satu?" tanya Elliot.


"Jika lapar masak saja sendiri," ujar ketus Lea seraya membawa semabgkuk Mie ke ruang keluarga dan memakannya di depan TV.

__ADS_1


Elliot menaikan satu alisnya, lalu mengirim satu pesan. Tak berapa lama pintu bel berbunyi, sekali dua kali tidak ada yang membukakan. Lea pun pergi membuka pintu.


"Ya," ujar Lea.


"Kami mengantarkan pesanan Tuan Foster," ujar salah satu kurir.


Lea terngaga, melihat ada lebih dari satu kurir yang datang ke rumah mereka, "Apa itu?" tanya Lea.


"Pizza"


"Seafood"


"Es krim"


"Kentang dan burger"


Jawab semua kurir itu bergantian, Elliot pun keluar menemui mereka, "Ah sudah datang rupanya."


Elliot dengan gaya sedikit menggoda menggigit satu gigitan di ujung pizza itu. Lalu mendorong kotak pizza itu sedikit ke sisi Lea dan berkata, "Mau ... ambil saja, sepertinya aku juga tidak bisa menghabiskan semuanya sendiri."


Lea masih bergeming, acuh tak acuh. Lalu Elliot membuka kotak yang berisi seafod. Membukanya lebar-lebar dan memperlihatkan kepiting rebus yang besar, juga ada lobster. Sekali lagi Lea membasahi bibirnya.


Elliot berdiri pergi ke dapur untuk mengambil pemecah cangkang, sebelumnya dia membuka semua kotak makanan agar isinya bisa terlihat. Sepanjang mengenal Lea, dia tahu meski bertubuh mungil tapi gadis itu bisa menampung banyak makanan tanpa membuat tubuhnya menggemuk.


Penyebab badan sulit gemuk pertama ialah karena faktor genetik atau keturunan. Gen tubuh kurus sangat bisa diturunkan oleh keluarga. Orang yang diketahui memiliki garis keturunan kurus, sekalipun berusaha ingin menambah berat badan dengan makan berlebihan, biasanya akan cenderung sulit menambah berat badannya.


Melihat banyak makanan terpajang di atas meja, pertahanan Lea pun mulai luluh. Ini semua adalah makanan kesukaannya, wangi dan bentuknya sedari tadi sudah seperti memanggil-mamggilnya.


"Ah sudahlah, makan ya makan saja. Marah tetap marah. Itu adalah dua hal yang berbeda," pikir Lea.

__ADS_1


Elliot datang dengan membawa alat pemecah cangkang, melihat Lea sudah duduk mendekat ke makanan, dia pun tersenyum, "Aku akan bukakan cangkang kepitingnya dulu," ujar Elliot yang terlihat sudah lengkap memakai sarung tangan.


Lea terdiam tapi mengangguk, setelah kepiting, selanjutnya lobster dan udang. Kuliner malam ini menyatukan mereka seperti dulu kala. Mood Lea pun berangsur senang, "Wah, kenyang sekali."


Elliot pun tertawa, dari semua makanan yang ada, memang Lea yang paling banyak menghabiskan makanan yang tadi dia pesan. Dia pun berkata, "Jika kau punya Channel Youtube, pasti kau akan memililiki banyak pengikut."


"Mengapa kau bisa begitu yakin?" tanya Lea.


"Karena kau begitu unik," jawab Elliot.


Teringat jika sedang marah dengan Elliot, maka Lea pun berdiri dan berkata, "Tuan Foster, makan bersama malam ini bukan berarti aku sudah memaafkanmu!"


Elliot pun tersenyum lagi seraya berkata, "Aku sudah mengatakan, marahlah sesukamu, asal kau di sisiku. Marah seumur hidup pun aku tidak keberatan, asalkan seumur hidup kau bersamaku."


Mendengar perkataan Elliot, suskes membuat wajah dan daun telinga Lea memerah, "A-aku mengantuk," ujarnya seraya pergi ke kamarnya.


Elliot tidak menghalangi, hatinya sudah cukup senang bisa menghabiskan makan malam bersama, setelah membereskan sisa-sisa makanan tadi. Elliot tidak langsung tidur. Dia masih harus melakukan beberapa pekerjaan terlebih dulu.


Apalagi pertunangannya dengan Lyra Hanks sedang dipersiapkan. Jelas dia harus memiliki kartu As yang baru untuk bisa membungkam mereka semua. Sampai tengah malam Elliot masih berada di ruangannya.


Keesokan paginya, Elliot sudah rapi dan ingin pergi bekerja ke toko Atkinson. Lea menaiki mobil yang berbeda dengan, tidak ingin satu mobil dengannya.


Sesampainya di toko, Lea berkata, "Bukankah kau sudah aku pecat?"


"Aku bekerja atas perintah Nenek Atkinson, jadi aku masih menjabat sebagai manajer pemasaran," jawab Elliot dengan santai.


"K-kau ..." ujar Lea terdiam, lalu bergegas pergi ke ruang kerjanya.


Elliot pun melangkah juga ke ruang kerjanya, hari ini akan ada rapat untuk produk yang mereka kembangkan bersama waktu itu. Ketika di pertemuan rapat Lea bersikap profesional. Tidak menunjukan raut permusuhan kepada Elliot.

__ADS_1


Jam kerja pun usai, pada saat ini Elliot ingin sekali bisa menambah jam kerja agar Lea bisa bersikap ramah terus kepadanya. Pada saat pulang, ponsel Lea berdering, itu adalah panggilan telpon dari Cleo, "Hei, apa kau tahu jika Elliot foster akan bertunangan?"


__ADS_2