PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
KESEMPATAN KEDUA


__ADS_3

Elliot melihat Cleo membawa Lea, dia langsung saja menghubungi Will, Cari tahu jadwal nona Cleo hari ini!"


"Hmm ..." Will lagi-lagi pasrah ditarik ke dunia huru hara yang dibuat oleh Tuannya itu.


Tidak membutuhkan waktu lama, Will memberikan sebuah alamat dan informasi, "Kencan ganda," isi pesan kepada Tuannya itu.


"Gagalkan!"


"Berani-beraninya," ujar Elliot seraya mengambil kunci mobil Van Maybachnya.


Dengan kecepatan seperti sambaran petir yang bergerak dengan kecepatan cahaya yang relatif lembut tapi gerakan lembut itu bisa melakukan perjalanan bumi ke bulan hanya dalam waktu 55 menit saja atau sekitar 1,5 detik dari London ke Kota Bristol, inggris barat daya.


Dengan cepat Elliot sampai di cafe cinta yang Will Infokan, dia berjalan masuk dengan kemarahan hati yang menyerupai 8 juta petir yang menyambar bumi di setiap hari dengan membawa serangan 15 juta Volt.


Hatinya benar-benar marah, sangat marah membayangkan Lea akan duduk berhadapan dengan Pria lain. Lea dan Cleo sudah tiba di sana lebih dulu, merasa heran kemana perginya pasangan kencan mereka, "Apa mereka tidak akan datang?" ujar Cleo.


"Mungkin mereka sibuk," jawab Lea.


"Aku akan mencoba menghubungi mereka," ujar Cleo seraya mengambil ponselnya.


Baru saja ingin mengambil ponsel dari tasnya, dua orang pria telah menarik kursi dan duduk di depan mereka, "Halo Nona-nona," sapa Will Armstrong.


Hati Lea langsung menciut, melihat Elliot menatapnya dengan tatapan yang seperti ingin memberi hukuman kepadanya. Dia pun mengambil tas yang tadi dia letakan di atas meja, "K-kau kenapa bisa ada di sini?"


"Tentu saja ingin berkencan, apalagi jika bukan itu. Bukankah ini cafe cinta?" Jawab Elliot.


"Ah, jika begitu mana tunanganmu itu?" imbuh Lea.


Seketika saja perang dingin antara Tuan Foster dan Nona Kedua Atkinson telah berpindah latar dan setting, awalnya di rumah, sekarang pertengkaran berlanjut di cafe cinta itu.

__ADS_1


"Ah jadi kau ingin melihatnya ya, jika sangat ingin melihatnya. Cobalah kau lihat ke arah jam sembilan. Maka kau akan melihat tunagananku yang sangat cantik itu," jawa Elliot.


Di bawah meja, Lea tengah menggengam erat tasnya, dia menarik napas dengan gugup lalu perlahan menoleh ke arah jam 9. Melihat pemandangan yang di tangkap oleh matanya, dia pun merasa terheran. Karena dia hanya melihat pantulan dirinya di cermin.


Lalu dia menoleh kepada Elliot, dengan tesenyum tampan pria itu menganggk seraya mengambil tangan Lea dan berkata, "Bukankah sudah aku bilang, aku memilihmu, satu-satunya tempatmu adalah di sisiku, hanya aku dan hanya dengan aku."


Lea terkesima, tidak bisa berucap, lidahnya kelu, tubuhnya sedikit gemetar karena merasa gugup. Tuan Foster si pebisnis unggul tengah menyatakan cinta kepadanya. Pada saat ini Cleo memecahkan keheningan mereka berdua yang saling bertatap dalam diam, "Lalu apa yang akan kau lakukan dengan ini?"


Cleo memberikan sebuah berita yang baru saja dirilis, itu adalah berita resmi di website Foster grup yang mengatakan jika Grup Hanks dan Foster Grup akan melakukan penggabungan perusahaan dan akan meresmikannya sekaligus dengan menggelar acara pertungan antara Lyra Hanks dan Elliot Foster.


Keheningan pun dipecahkan lagi oleh dering telpon dari Nenek Atkinson, "Bawa suamimu pulang ke rumah Nenek!"


"Iya Nek," jawab Lea seraya memandang kepada Elliot.


"Ayo kita pergi, Nenek ingin bertemu denganmu!" Ujar Lea kepada Elliot.


Lea dan Elliot pun bergegas pergi, tinggalah di Cafe ini hanya Will dan Cleo. Melihat makanan yang sudah di pesan tertata di meja, merasa sayang maka Cleo mengajak Will untuk menghabiskannya seraya berkata, "Karena sudah menggagalkan kencan ganda kami, maka makanan yang terpesan hari ini kau yang bayar."


"Eeh ... siapa bilang kau boleh pergi, habiskan juga ini. Kau pikir aku kungfu panda yang bisa makan sebanyak ini," ujar Cleo seraya menunjuk pada semua makannan lalu berkata, "Duduk!"


Will pun seperti tersihir, lalu kembali duduk dan mulai memakan makanan yang telah ada di atas meja sampai habis. Ketika selesai makan, Cleo bertahak sedikit kencang. Will melihatnya sambil memutarkan dua bola matanya.


Will berdiri, berjalan ke meja kasir lalu membayar semua makanannya. Dia pun bergegas pergi meninggalkan Cleo yang nampaknya sangat kekenyangan. Ini pertama kali Will melihat wanita yang bisa melahap apa saja, sampai-sampai dia berpikir bisa jadi dirinya juga bisa dilahap oleh wanita itu.


Baru saja Will membuka pintu, dia sudah mendengar kericuhan dari dalam cafe resto tersebut, mendengar ada yang berteriak, "Seseorang, panggil ambulan.


Will melihat, jika Cleo sudah terlentang di lantai dengan mata yang terpejam, "Cleo," panggilnya dengan sedikit panik seraya menghampirinya.


Will langsung saja menggendong Cleo, dan membawa pergi ke rumah sakit. Pada saat ini kepanikan tengah menghapiro Tuan Foster dan asistennya. Jika Will sedang mengebut membawa Cleo pergi ke IGD rumah sakit, maka Elliot baru saja akan memulai kepanikan hatinya.

__ADS_1


Lea dan Elliot tiba di rumah Nenek Atkinson. Kepala pelayan mengantarkan mereka ke kamar Nenek, "Apakah Nenek sakit?" tanya Lea.


"Nona bisa bertanya langsung pada Nenek nanti," ujar si kepala pelayan.


Kepala pelayan mengetuk pintu dua kali, terdengarlah suara Nenek yang mengizinkan masuk. Lea dan Elliot pun masuk lalu berjalan ke sisi ranjang Nenek Atkinson.


"Lea, kemari!" panggil Nenek.


Mendengar dipanggil, maka Lea pun berjalan ke sisi satunya lagi, "Ya Nek," jawab Lea.


"Apa kau tahu siapa dia?" tanya Nenek Atkinson.


Lea memandang kepada Eliiot sambil menggigit bibir bagian bawahnya, lalu dia mengangguk dengan sendu. Nenek Atkinson berusaha berdiri. Lea pun membantunya.


"Tuan Foster, kau baru saja menipu aku dan cucu-ku!" ujar Nenek Atkinson menekankan nada kecewa dan marah.


Nenek Atkinson mengambil tangan Lea dan menepuk-nepuknya dan berkata, "Mulai sekarang kau tinggal lagi bersama Nenek. Tenang saja kali ini Nenek akan benar-benar menyaring lagi, Nenek akan mencarikan suami yang cocok untukmu."


"Nenek ..." belum juga Lea selesai bicara, Nenek sudah berkata lagi, "Salah Nenek yang belum mampu mencarikan pasangan yang benar-benar pantas untukmu."


Nenek Atkinson pun terbatuk-batuk, Lea langsung saja membawa Nenek Atkinson ke ranjang lagi, "Nek, kita bicarakan ini nanti saja ya."


Lea segera menarik Elliot pergi dari sana. Tapi Elliot menolak pergi, masih ada hal yang ingin dia katakan kepada Nenek Atkinson.


"Nyonya, bukankah akan selalu ada kesempatan kedua untuk orang yang berani mengakui kesalahannya. Aku telah mengaku salah kepada Lea dan akan berusaha keras menebusnya," jelas Elliot.


"Kesempatan kedua tidak berarti apa-apa jika kamu tidak belajar dari yang pertama," jawab Nenek Atkinson.


"Aku telah belajar bahwa hidup selalu menawarkan kita kesempatan kedua untuk membuktikan diri," jawab Elliot.

__ADS_1


"Aku tidak pernah takut untuk memulai kembali, ini adalah kesempatan baru untuk membangun kembali apa yang kita semua inginkan. Dan, aku akan menjadi orang yang sangat beruntung jika diberi kesempatan kedua," imbuh Elliot lagi.


__ADS_2