
BAB 63
Elliot masih Nampak tercengang mendengar perkataan Lin He, cek yang dia berikan tidak bernilai kecil tapi Arcada malah menolaknya, pada awalnya Lin He juga merasa bingung Ketika Bosnya, Megan Mo mengatakan tidak perlu mengutip bayaran dari Tuan Elliot Foster tapi setelah mengetahui motifnya, maka dia pun tidak memperdebatkannya lagi, apalagi Megan juga mengatakan jika Raynar sangat menyukai Lea Atkinson, kekasih dari Tuan Elliot Foster.
“Apakah kalian serius akan bekerja secara gratis?” tanya Elliot dengan nada serius.
“Ya … Eum semoga bos ku tidak menyesalinya,” jawab Lin He.
Meski masih merasa bingung, Elliot sudah tidak mau ambil pusing. Dia pun segera saja Kembali ke topik tujuannya datang ke Arcada 0001. Lin He berdiri lalu mengambil batu kode pecahan yang Elliot bawa lalu berkata, “Beri aku beberapa hari,” ujarnya sembari membawa pecahan kode itu.
"Tidak bisakah dalam beberapa jam saja?"
"Eum ... tidak janji," jawab Lin He seraya melangkah pergi.
“Aku ikut bersamamu,” ujar Elliot.
Lin He tidak mempermasalahkan selama kehadiran tuan Foster tidak menganggu dirinya Ketika dia sedang bekerja. Pria berperawakan asia itu pun segera saja bekerja, dia memindai petroglif itu dengan program yang Arcada buat, program yang bisa mendeteksi dan menterjemahkan berbagai macam tulisan dan Bahasa.
"Hmm ..." gumam Lin He sembari bersedekap tangan.
"Kenapa, ada apa?" tanya Elliot.
"Programku tidak bisa menterjemahkan bahasa petrogolif ini, karena terlalu kuno.
"Terlalu kuno?" Imbuh Elliot.
"Ya, aku taksir ini sudah berusia satu abad lebih, bahkan lebih, lebih banyak lagi."
"Oh Ya ampun, dari mana mereka mendapatkan ini?" tanya Elliot.
"Kau bilang tadi kau dapat dari Villa Voge?" tanya Lin He.
Elliot mengangguk, lalu Lin He berkata, "Tidak heran,"
__ADS_1
"Mereka tak hanya menghancurkan peninggalan-peninggalan kuno. Mereka juga dituding telah menjual benda-benda bersejarah itu di pasar gelap."
"Maksudku mereka merusak situs bersejarah lalu menjarah isinya dan menjualnya di pasar gelap?" imbuh Elliot.
"Ya, seperti yang kau lihat, salah satunya adalah pecahan kode ini," jawab Elliot.
Melihat tingkat kesulitan memecahkan kode rahasia itu, maka Elliot berpikir jika Abe membelinya pastilah dengan harga yang sangat mahal dari Villa Voge.
Elliot selama ini memang tidak pernah bertemu atau berkomunikasi, hanya saja bukan berarti dia tidak mengetahui tebtang tindak tanduk kakak tirinya itu. Dunia gelap adalah makanan harian Abe Foster.
Dia mencari tahu bukan karena ingin rukun, tapi berjaga-jaga jika Abe menyerang dia lebih dulu. Dan saat ini pun tiba pada akhirnya, karena itu dia jauh-jauh terbang ke Italia. Saatnya tiba, selama ini Elliot diam karena masih menimbang jika ada darah yang sama yang mengalir di denyut nadi Abe Foster. Hanya saja pria itu sudah menembus batas kesabaran Elliot, yakni Lea Atkinson.
Melihat Lin He yang sedikit kesulitan memindai bahasa, maka Elliot pun berkata, "Apa yang harus kita lakukan?"
"Kita akan membawanya Ke Dewi Artekfak," jawab Lin He.
"Manusia setengah penyihir?" Imbuh Elliot dengan nada penasara.
"Yap," jawab Lin He seraya mengganti piyama tidurnya dengan baju yang dia ambil dari lemari yang ada di sudut.
Hati Elliot pun berdebar memikirkan apakah ini identitas Nyonya Mo yang lainnya. Dia mengenal Megan sebagai Dark Lady seorang Konsultan keamanan komputer yang pernah berperang melawan Hacker terbesar sepanjang sejarah yabg berhasil mencuri lebih dari dua juta nomor kartu kredit dan menyebabkan kerugian total hingga jutaan dolar pada kliennya.
Sementara manusia setengah penyihir adalah sebuah julukan karena selalu hisa menebak dengan tepat sejarah di balik henda-benda kuno yang di inginkan kliennya. Nyonya Mo ini memiliki kemampuan memahami teknik meramal menggunakan teknik Qi Men dan Dun Jin. Teknik ramalam pintu pintu mistik.
Qi Men merupakan penglihatan jarak jauh dan kemampuan untuk neramal nasib. Ini juga biasa digunakan untuk menganalisa keadaan sekarang dan masa lalu seseorang.
"Oh ya ampun, hampir saja lupa dengan hadiah," ujar Lin He.
Pada saat ini di salah satu Balroom hotel bintang lima. Pesta ulang tahun Audrey Mo tengah di gelar. Melihat hal ini Elliot sedikit bingung dan bertanya, "Apa Dewi Artefak ada di sini,"
"Iya," jawab Lin He seraya memandang Megan yang sedang berdiri menciumi Audrey yang sedang di gendong oleh Ethan Mo.
Selama ini, Dewi Artefak ketika sedang mengkurasi benda kuno di acara pelelangan selalu di tempst tertutup, di lakukan secara langsung, dan selalu menggunakan topeng, jadi khalayak umum tidak mengetahui identitas yang sebenarnya.
__ADS_1
Lin He membawa Elliot ke ruang VIP, lalu berkata, "Sebentar lagi orangnya datang."
Tak berapa lama, Megan pun datang menyapa, "Tuan Foster, senang bertemu denganmu?"
"Bukankah ini ..." ujar Elliot terbata ketika tadi melihat Megan sedang mencium Audrey.
"Jadi kau adalah Manusia setengah penyihir!" ujar elliot.
"Lin He! Cerita apa lagi yang kau katakan pada orang-orang," imbuh Megan seraya bertelak pinggang.
"Ini, hadiah untuk Audrey," ujar Lin He mengalihkan kejudesan Megan.
"Sudah tahu putriku yang berulang tahun, mengapa malah memberi hadiah kepadaku!" imbuh Megan.
Lin He membalikan badannya lalu pergi menyapa Audrey, meninggalkan Megan dan Elliot, "Jadi apa yang bisa aku bantu?" tanya Megan yang sudah berubah status menjadi Nyonya Mo.
Elliot pun tersenyum tidak percaya dengan wanita yang sedang duduk berbicara dengannya ini. Memiliki tiga identitas, dua diantaranya tidak diketahui oleh kebanyakan publik. Sisa satu identitas yang diperbolehkan untuk dilihat di publik yakni, status sebagai Nyonya Mo.
"Tuan Foster," ujar Megan membuyarkan pikiran Elliot yang sedang mencoba memahami situasi identitas Megan.
"Ah iya ini," ujar Elliot seraya memberikan pecahan kode rahasia kepada Megan.
"Aku membutuhkan keahlianmu untuk memecahkan kode ini."
Megan mengambil pecahan kode yang Elliot letakab di atas meja. Dia mengamatinya sebentar lalu berkata, aku akan melakukannya setelah pesta ulang tahun putriku usai.
"Apa ingin bergabung," undang Megan kepada Elliot.
"Dengan senang hati," jawab Elliot.
Mereka pun pergi menuju ke Balroom, pada saat ini salah satu orangnya Abe ada di pesta ulang tahun putri pertama Tuan dan Nyonya Mo. Diam-diam pria itu mengambil foto Elliot dan Nyonya Mo lalu mengirimkannya kepada Abe Foster.
Ethan Mo melihat istrinya berjalan ke arahnya, lalu memperhatikan pria yang ada disamping Megan, "Tuan Foster," ujarnya mengenali Elliot.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun," ujar Elliot kepada Audrey.
Asisten yang Will tenpatkan untuk mengurus segala keperluan Elliot pada saat ini tengah tergopoh-gopoh lari memegang sebuah kotak hadiah. Tuannya itu meminta agar dibelikan sesuatu yang berkilat-kilat dan dibungkus dengan indah.