PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
DUA MENARA


__ADS_3

Kepala pelayan itu pun menuruti permintan Abe Foster, lalu mencoba membuka pintu kamar Lea, tapi memang benar terkunci. Dia pun memandang Abe seraya tidak percaya jika Nona keduanya itu membeikan kunci kamarnya kepada seorang pria.


“Aku akan membangunkan Nona Lea jika begitu,” ujar si kepala pelayan


.


“Jangan … itu hanya akan membuatnya malu!” ujar Abe mencegah si kepala pelayan membangunkan Lea.


Abe langsung mempengaruhi si kepala pelayan lagi, “Kunci ini benar-benar diberikan oleh Nona Lea, karena dia menginginkan aku malam ini datang ke kamarnya, mungkin jika pergi ke hotel dia merasa malu. Mengingat apa yang pernah menimpanya dulu,” jelas Abe dengan sangat meyakinkan.


Si kepala pelayan pun dengan enggan akhirnya meninggalkan Abe di depan pintu kamar Lea. Setelah kepala pelayan pergi, Abe tersenyum dengan menyeringai. Dia memasukan kunci ke lubang kunci pintu kamar Lea, lalu membuka pintu dengan perlahan.


Nampak Lea tengah terpulas tidur dengan wajah polosnya, malam ini Lea seperti tersihir tidur dengan sangat nyenyaknya. Tidak menyadari jika seseorang masuk ke kamarnya. Abe dengan perlahan naik ke atas ranjang Lea, lalu mendekatkan tubuhnya ke sisi Lea, aroma yang wangi langsung saja menyeruak ke penciumannya.


“Kau harum sekali,” ujarnya seraya membelai rambut Lea yang sedang terpulas bagai orang pingsan.


Keesokan paginya, Lea membuka kedua matanya, kepalanya terasa pusing berputar-putar, dia pun bangun sambil mengetuk-ketuk kepalanya. Lalu pintu kamar pun terbuka, itu adalah Nenek Atkinson dan juga Kakek Foster.


“Lea!” hardik Nenek Atkinson yang menyaksikan jika Abe tengat tertidur dengan bertelajang dada, sementara rupa Lea sangar berantakan dengan beberapa kancing baju terbuka dan tanda merah di leher.


“Nenek …” jawab Lea terbata merasa bingung meligat ada Abe di ranjangnya.


Lea langsung saja terbangun dan berkata, “Nenek … aku tidak … aku dan Abe tidak pernah … a-aku juga tidak tahu bagaimana dia ada di kamarku!”


Abe pun terbangun, lalu berdiri menyapa Nenek Atkinson dengan sopan lalu menyapanya, “Nenek!”


Kepaka pelayan masuk lalu menceritakan tentang kejadian semalan, Lea menoleh kepada Abe dengan rasa tidak percaya serata berkata, “Bohong … dia bohong!”

__ADS_1


“Jika dia bohong, apa kau bisa menjelaskan bagaimana dia bisa memegang kunci kamar yang sama denganmu!” ujar Nenek Atkinson.


“A-aku …” Lea juga merasa bingung, ditambah lagi Abe tidak menyangkal.


Nenek Atkinson pun merasa kecewa, lalu berkata, “Aku tidak ingin melihatmu lagi di rumah ini!”


“Nenek,” ujar Lea seraya beralari kecil ke arah Nenek Atkinson dan berkata, “Demi Tuhan, aku tidak tahu tentang hal ini, Percaya padaku, ini pasti sebuah jebakan!”


“Jebakan di rumah sendiri, kau jangan mengada-ada. Jika di tempat lain mungkin aku akan percaya!” hardik Nenek Atkinson lagi.


Pada saat ini Kakek Foster berkata, “Jika begitu, Abe dan Lea harus menikah.”


Nenek Atkinson melihat kepada semua pelayan yang sedang melihat tontonan ini, bagaimana pun jaman sudah moderm, tapi Nenek Atkinson adalah wanita yang kolot, tidak akan tahan jika nanti ini akan menjadi berita viral, Tuan muda pertama keluarga Foster telah meniduri Lea Atkinson sementara Lea sedang menjalin hubungan dengan Elliot foster, adik kandungnya Abe.


Tidak ingin ada skandal yang bisa menganganggu kestabilan saham Atkinson, maka Nenek Foster pun berkata, “Lakukan apa yang perlu dilakukan.”


“Maafkan aku, karena tidak ada celah mendekatimu, maka hanya cara ini yang bisa aku pakai!” jawab Abe ketika melihat hanya tinggal mereka berdua saja di kamar.


“B*jingan!” hardik marah Lea sembari mencoba memukuli dada Abe.


Abe mengambil kemejanya, memakainya dan berkata, “Terima kasih karena sudah membuatku lebih mudah menyakiti Elliot!” seraya pergi meninggalkan kamar Lea.


“Dasar pria gila!” hardik marah Lea lalu meraih Vas kecil dan melemparkannya tepat di saat pintu kamarnya di tutup oleh Abe, yang tersisa hanya tinggal bunyi dentuman vas itu ke muka pintu, pecah dan berserakan di lantai, berserakan seperti hatinya saat ini.


“Elliot … Elliot,” ujar Lea menangis memanggil nama kekasihnya itu.


Abe meninggalkan kediaman Atkinson dengan senyum kemenangan, dia tahu jika Elliot juga memberi penjagaan kepada Lea, karena itu dia memikirkan cara menjebak Lea di tempat yang orang kira -paling aman, yakni di rumahnya sendiri.

__ADS_1


Dari sisi ini semua orang pasti akan percaya jika Lea adalah orang yang memang mengundang Abe untuk masuk ke kamarnya. Sementara itu, Eliot dan asistennya tengah berada di lokasi, begitu mendapatkan lokasi petunjuk kedua.


Elliot langsung saja pergi berburu petunjuk selanjutnya, bersama sakah satu teman Megan yang berasal dari garis ketrunan suku Maya yang bernama Zuma, seorang dukun yang memiliki kamampuan medis dan dapat menjadi penghubung antara dunia nyata dan dunia arwah.


Jadi saat ini Elliot sama sekali belum tahu apa yang terjadi kepada Lea. Sementara itu Will juga sedang menjaga Cleo. Kali ini Abe Foster benar-benar memanfaatkan kepergian Elliot Ke USA.


Pada saat ini Elliot dan Zuma, tengah bersiap melakukan ritual pemanggilan Roh. Di masa lalu, diyakini bahwa bayangan makhluk hidup adalah bagian dari jiwanya. Dalam banyak bahasa, kata bayangan juga mengandung arti roh.


Yang mereka cari adalah kuil yang terbuat dari tengkorak, Zuma mengatakan jika tengkorak-tengkorak itu adalah hasil dari tulang-tulang para manusia yang dijadikan korban sesembahan. Karena itu penting memanggil salah satu dari mereka sebagai pemandu untuk pergi ke kuil tengkorak itu.


Zuma memiliki kemampuan magis yang tidak dimiliki oleh semua orang. dia mampu berbicara dengan makhluk halus, melihat yang tak kasat mata, dan mampu berkomunikasi dengan roh leluhur dari dunia lain.


Untuk menggelar ritual ini tidaklah mudah, Zuma menyiapkan segala peralatan dan sesajian dikumpulkan. Dalam ritual tersebut terlihat berbagai macam sesajian dan bunga-bungaan yang digunakan, ada sirih pinang, jeruk yang telah dibelah dan lain sebagainya.


Ritual akan dilakukan di malam hari dan digelar dalam beberapa tahapan. Mula-mula Zuma akan melakukan ritual di areal pinggir permukiman yang dipercayai pernah ditinggali oleh suku Maya, untuk memanggil arwah leluhur dan makhluk supernatural lainnnya yang diyakini bersemayam di Gunung, Sungai dan Laut.


Zuma tampak menyenandungkan mantra dengan suara lirih, serta melakukan sedikit gerakan tarian. Aktivitas yang Zuma lakukan menghadirkan suasana sakral bagi Eliot dan asistennya. lalu, ritual terfokus pada tari-tarian yang dilakukan berkeliling, mengitari sesajian searah jarum jam.


Tarian sakral ini diiringi oleh senandung mantra dari Zuma yang berisi pujian kepada roh leluhur serta mantra untuk memanggil para roh hadir dalam upacara. Selama ritual tarian berlangsung, arwah diyakini hadir dan merasuki tubuh Zuma.


Sebelumnya Zuma telah berpesan, jika kedua matanya berubah menjadi putih maka segera ikut langkahnya, karena sejatinya roh kuil yang merasuki tubuhnya akan mengantarkan Elliot kepada kuil tengkorak yang mereka cari.


Gerakan tarian Zuma terhenti, lalu dengan perlahan kepalanya memutar, menoleh kepada Elliot dan asistennya. Teringat kata Zuma, Elliot langsung saja berdiri begitu juga dengan asistennnya, ini adalah saatnya menguji kemampuan berlari mereka. Karena tubuh Zuma yang sedang kerasukan itu berlari dengan cepat.


Elliot dan asistennya berlari menerabas hutan dengan senter seadaanya ,yang ada terikat di kepala mereka. Napas keduanya tersengal, pada akhirnya tubuh Zuma berhenti berlari. Elliot memandang ada dua menara di depannya.


Di antara kedua menara tersebut, ada sebuah rak kayu yang menjulang tinggi yang menjadi tempat ribuan tengkorak dengan lubang-lubang di kedua sisinya yang memungkinkan tengkorak-tengkorak itu ditumpuk ke tiang-tiang kayu.

__ADS_1


__ADS_2