PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
TAGIHAN


__ADS_3

Nyonya Parker mencubit lengan Cleo karena masih asik menatap layar ponselnya terus menerus, sementara Alicia Su dan Darren Long sudah mulai terlihat memasuki lounge VIP bandara. Mengetahui hal itu Cleo pun langsung memasukan ponselnya ke tas slempang yang dia pakai. Cleo pun menundukan sedikit kepalanya untuk memberikan penghormatan pada tabib yang selama ini merawat dirinya.


“Selamat datang,” sapa Cleo dengan sopan dan senang hati.


“Kami menghargai waktu yang di senggangkan di tengah-tengah kesibukan kalian berdua,” ujar Tuan parker kepada Alicia dan Darren Long.


“Tidak perlu sungkan, kebetulan memang ada hal yang harus kami kerjakan di sini,” jawab Darren.


Alicia memandang kepada Cleo, orang lain melihatnya seperti orang pada umumnya memandang, tapi sebenarnya Alicia sedang menilai kesehatan dari raut wajah Cleo. Alicia memperhatikan Kantung mata bagian bawah pasiennya itu, dulu kantung mata itu mengalami bengkak, yang menandakan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.


Ginjal adalah salah satu penjaga di dalam tubuh yang menjaga agar tetap sehat dengan membuang limbah dan cairan dari tubuh serta melepaskan hormon, untuk mengatur tekanan darah dan membuat sel-sel darah merah. Jika ginjal tidak dapat melakukan hal ini dengan benar, maka dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, anemia, tulang lemah dan kerusakan syaraf.


Alicia mengangguk-anggukan kepalanya, karena semua hal yang dulu itu sudah mulai tidak terlihat lagi. Gejala lain yang Alicia waspadai juga termasuk hal lainnya, dia pun bertanya kepada Cleo, “Apa akhir-akhir ini merasa kelelahan, kurang nafsu makan, insomnia, kram otot pada malam hari, kaki bengkak,dan buang air kecil lebih sering?” tanya Alicia seraya mengambil tangan Cleo untuk memperhatikan apakah pasiennya itu mengalami kulit kering.


Darren langsung saja merangkul bahu istrinya itu dan berkata, “Sayang kita baru saja sampai.”


Alicia pun berdehem, “Maafkan aku, hanya saja aku terlalu khawatir.”


Darren pun tersenyum, karena sifat Alicia yang penyayang inilah yang membuat dia jatuh hati dan jatuh cinta setiap hari kepada istrinya itu. Alicia pun tersenyum dan berkata kepada Cleo, “Sering-seringlah merasa bahagia, itu bagus untuk kesehatan.”


Cloe terperanjat kagum, bagaimana Alicia tahu jika pada saat ini dia sedang sangat-sangat bahagia. Dia pun menganggukan kepalanya seraya berkata, “Pasti, aku pasti akan bahagia selalu.”

__ADS_1


Tuan parker dan Nyonya Parker mengantarkan langsung Alicia dan Darren ke hotel bintang lima, mereka juga akan menginap di sana, demi menghemat waktu untuk pengobatan Cleo. Karena dua tabib hebat ini tidak akan berlama-lama di Stockholm. Sementara itu di Bar & Resto, keadaan semakin memanas, suasana pesta semakin ramai, ketika beberapa pemuda bertengkar dengan salah satu staff pelayan, karena enggan mengeluarkan anggur terbaik termahal yang mereka punya.


Lyra sebelumnya telah meminta kepada manajer hotel agar tidak mengeluarkan minuman termahal mereka, Elliot mengetahui hal ini dan meminta beberapa pemuda di sana untuk meminta minuman mahal itu. Satu botol di bandrol dengan harga fantastis bisa menyentuh angka miliaran.


Elliot berdiri dan melepas jaketnya, memakaikan kepada Lea seraya berkata, “Sudah malam saatnya kita pulang.”


Lea tersenyum dan mengangguk sekaligus berdiri, lalu memasukan tangannya ke lengan Elliot dan bergegas pulang mengikuti langkah prianya itu. Tak berapa lama mereka meninggalkan Bar & Resto itu, terjadilah keributan yang tidak bisa di kendalikan lagi, barang-barang pecah di sana sini, meja-meja terbalik, beberapa kursi patah.


Lyra dan Claudia segera pergi dari tempat itu, mengasingkan diri dan menyelamatkan diri sendiri, bertingkah seakan bukanlah mereka pelaku awal yang memicu segala kekacuan yang baru saja terjadi. Sementara itu Cleo merasa lapar, dia pun memesan pizza melalui website online, wajah Cleo masih terlihat sangat senang, terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta.


Cleo berada di lobi hotel, menunggu pesanannya datang sambil membaca trending topik netizen yang sedang ramai membicarakan kejadian di Bar & Resto malam ini. hal itu membuatnya tersenyum-senyum sendiri sambil melihat ke ponselnya.


Cleo langsung saja menoleh, mendongakan kepalanya, “Kau mengintip ya?” ujarnya ketika menyadari jika itu adalah Will Armstrong.


“Kebetulan lewat, dan tidak sengaja melihat,” jawab Will.


“Dasar penguntit!” ujar Cleo seraya berdiri lalu keluar ke lobi karena melihat kurir yang membawa pesanannya datang.


Will memperhatikan jika Cleo baru saja membeli sekotak pizza berikut minuman sodanya. Dia pun segera pergi keluar lobi, lalu dengan arogannya mengambil sekotak pizza tersebut, “Bukankah tidak boleh makan makanan yang seperti ini.”


“Dari mana kau tahu?” tanya heran Cleo.

__ADS_1


Will sedikit terdiam, menahan panik agar tidak ketahuan jika dia sudah menyelidiki semua tentang sakitnya Cleo, dia pun segera berkata, “Sedang dalam masa pertumbuhan tidak baik memakan-makanan instant seperti ini,” ujarnya seraya membawa pergi sekotak pizza itu.


“Hei aku sudah membayar pizza itu!” ujar Cleo dengan sedikit berteriak namun tetap saja malah diabaikan oleh Will yang mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya.


Cleo tidak berdaya melihat kepergian pria tampan yang tengah menculik pergi sekotak pizza tersebut, “Arrgh …” ujar kesal Cleo seraya menghentakan satu kakinya.


Will meletakan kantong belanja berisi pizza dan minuman soda tersebut di sisinya. Dia mengambil tabletnya, tangannya berselancar membaca beberapa email terkait pekerjaannya. Mobil berhenti karena lampu merah. Will melirik ke pizza yang ada di sebelahnya.


Dia pun meletakan tabletnya dan mengambil kotak itu lalu membukanya, mengambil satu potong lalu mengunyahnya. Satu potongan telah habis, lalu dia mengambil potongan yang lainnya dan memakannya lagi sampai semua potongan pizza itu habis. Sementara itu Cleo kembali ke kamar dengan tangan kosong.


Pada akhirnya dia menghubungi bagian pelayanan kamar dan memesan salad sayur dan salad buah, entang mengapa secara otomatis dia mengingat jika Will tidak menyukai jika dia memakan makanan cepat saji, karena itu jadi memesan makanan sehat untuk camilannya.


Keesokan paginya di Kediaman Hanks, Lyra dibangunkan oleh kepala pelayan yang mengantarkan rincian tagihan yang harus Nonanya bayar atas pesta semalam. Kepala pelayan mengetuk beberapa kali pintu kamar Lyra, beberapa kali mengetuk barulah Lyra terbangun dan mengijinkan kepala pelayan masuk.


“Nona, seseorang mengantarkan ini untuk Nona dan berkata agar segera melunasi tagihan ini!” jelas Kepala Pelayan tersebut.


Dengan muka malas, Lyra pun bangkit duduk lalu mengambil tagihan dari nampan yang dibawa kepala pelayan.


Lyra membukanya melihat nominal yang tertera di tagihan tersebut langsung saja membuatnya terjaga, “Apa … mengapa jadi sebanyak ini!” teriaknya dengan tidak percaya.


“Ini pasti salah, mereka pasti melakukan kesalahan,” teriak tidak percaya Lyra lagi.

__ADS_1


__ADS_2